Apa sih yang membuat kamu enggan untuk traveling? Apa karena waktumu yang terlalu padat dan pekerjaan yang terlalu menumpuk? Atau karena kamu berpikir belum cukup kaya untuk melakukan perjalanan?

You do not have to be rich to travel well. – Eugene Fodor

Sekadar mengingatkan, terlalu lama berkutat dengan pekerjaan bisa membuatmu nggak terhindar dari berbagai gangguan loh. Hidup seolah terkurung dalam lubang duniawi yang memaksamu menjadi seperti robot. Tingkat kestresan pun meningkat drastis. Bahkan, bukan nggak mungkin kamu akan mengidap penyakit.

Berbicara masalah penyakit, mungkin kamu akan merasakan hal serupa bila kamu hanya (terpaksa) memprioritaskan pekerjaanmu tanpa pernah traveling. Ada sebuah kasus seorang pengidap penyakit kanker kulit yang mungkin bisa menjadi motivasimu. Seorang traveler yang didiagnosa mengidap penyakit kanker kulit ini memutuskan untuk melakukan perjalanan (traveling) dengan tujuan ‘penyembuhan’ dan pencarian makna hidup yang entah kapan akan berakhir. Berikut ulasan dari Hipwee Travel yang mungkin bisa menjadi motivasi dalam kehidupanmu yang nggak pernah traveling.

Semua berawal dari kenahasan Megan Sullivan. Jatuh dari Yosemite Valley, tertabrak mobil, dan didiagnosa kanker kulit oleh dokter.

Dari sinilah awal ‘kehancuran’ Megan. via bobkim.net

Advertisement

Megan Sullivan, seorang wanita yang hobi traveling dan kegiatan outdoor ini mengalami kemalangan yang mungkin jarang orang dapatkan dalam hidupnya. Minggu pertama dia terjatuh dari ketinggian 50 kaki di Yosemite Valley. Minggu berikutnya dia tertabrak mobil ketika mengendarai vespanya, dan minggu ketiga dia didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit kanker kulit yang harus segera dioperasi. Sudah jatuh, tertimpa tangga, dua kali. Mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan Megan dua tahun lalu. lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

Sudah jatuh tertimpa tangga, bahkan dua kali tertimpa! Manusia mana yang bisa bertahan dalam keadaan seperti itu?

Hari pertama: Chichen Itza. via www.instagram.com

Ya, sudah jatuh tertimpa tangga dua kali adalah gambaran yang tepat untuk nasib sial Megan. Nasib yang benar-benar sial. Terjatuh dari tebing di Taman Nasional Yosemite, California, tertabrak mobil, dan didiagnosa penyakit kanker kulit. Siapapun pasti lebih ‘suka’ mengaku putus asa. Ya, mau bagaimana lagi. Memangnya ada motivasi lebih yang bisa menyembuhkan ‘ketakuan’ seperti ini? Kalau kamu ada di posisi Megan, apa yang akan kamu lakukan? Menyerah pada keadaan?

Tiga minggu didera nahas dan duka, Megan tak ingin berhenti untuk terus melakukan perjalanan. Manusia harus terus melakukan ‘pencarian’.

Hari kedelapan Megan: Petra, Yordania. via www.instagram.com

Bukan traveler sejati namanya, kalau hanya terjatuh dari tebing setinggi 50 kaki lalu memutuskan untuk gantung keril. Meski bukan pendaki gunung, Megan memang memiliki hobi berbeda dari kebanyakan wanita lainnya. Setelah mengalami tiga minggu terburuk sepanjang hidupnya, Megan nggak berniat untuk mengakhiri hobinya, berkegiatan di alam bebas. Meski sempat didera kecewa dan keraguan untuk melanjutkan hobinya itu, dia akan sadar akan satu hal.

That the only thing stopping me from having everything that I ever wanted in life was simple: me. – Megan Sullivan.

Ya, dia tetap melakukan petualangannya di alam terbuka. Mengenal dunia yang sungguh menghilangkan dahaga penasaran dan hasrat ingin belajar hal baru yang mengasyikan. Hanya satu hal yang bisa menghentikannya dalam menjalani kehidupan ini: dirinya sendiri.

Megan Sullivan mengajarkan bahwa bukan uang dan waktu yang menjadi penghalang orang untuk berkembang. Melainkan karena ketakutan akan kegagalan.

Megan di Taj Mahal, hari kesebelas. via www.instagram.com

Dalam konteks ini, Megan berbicara mengenai perjalanan hidupnya. Awalnya dia berpikir bahwa waktu dan uang adalah alasan terbesar yang menghambatnya. Sebenarnya, hanya kegagalanlah yang ia takutkan dalam menggapai impiannya. Dari sinilah dia mulai sadar, semua itu hanya ada dalam pikirannya. Dia berpikir ulang bahwa semua impiannya bukan nggak mungkin terjadi. Akhirnya, dia berpikir kembali bahwa ia memiliki kekuatan untuk menentukan bagaimana dia ingin hidup, setiap hari.

Ya, kekuatan yang memungkinkan seseorang untuk hidup adalah pikiran. Bukan sarapan yang menentukan kehidupan orang, melainkan harapan!

Sakit tak menghalanginya untuk berhenti berkarya. Sebuah cerita berhasil ia kisahkan dalam hidupnya.

#7Wonders13Days by Megan Sullivan via www.instagram.com

Banyak dari teman dan keluarga yang menasihatinya untuk istirahat, menjaga kesehatannya. Tapi seorang traveler sejati nggak bisa melakukan hal itu. Mungkin menjaga kesehatan, tetapi untuk istirahat dan berhenti melakukan perjalanan adalah mustahil. Dari sini Megan sadar, bahwa dia nggak boleh menyiayiakan waktu. Penyakit yang dideritanya harus ‘tunduk’ dengan niat dan keberanian Megan.

Pada akhirnya, Megan berhasil melanglang buana ke tujuh keajaiban dunia dalam waktu 13 hari, setelah dia didiagnosa mengidap kanker kulit! Perjalanan ini ia tulis dalam blog pribadinya. Sungguh petualangan yang nggak mementingkan uang, waktu, dan rasa sakit yang menjadi alasan.

Belajar dari kisah Megan, percayalah bahwa keterpurukan akan membawa perubahan. Sementara perubahan akan melahirkan sebuah harapan.

Megan setelah operasi kanker. via www.instagram.com

Dalam hidup ini, dia sadar bahwa pelajaran terbaik selalu diterima saat dia sedang dalam tragedi atau kenahasan. Dari keterpurukan akan datang perubahan, dan dengan itu akan datang harapan baru juga. Nah, itu poinnya! Megan berhasil menemukan apa yang selama ini dia cari.

The only regrets that I have in my life are from the missed opportunities that I never took a chance on. This year I took a chance and I will continue taking chancing to experience the greatest adventure of all: my life.

Semua kesempatan yang nggak pernah ia ambillah yang menjadi penyesalannya selama ini. Jadi, dia memutuskan untuk mengambil semua kesempatan yang bisa digapai, termasuk menjalani kesempatan terbaik dalam hidup ini: kesempatan untuk hidup!

Setelah melakukan operasi dan melalui masa-masa suram, kini Megan hidup dengan tenang. Tentunya dengan perjalanan-perjalanan panjang yang telah menunggunya di depan jalan. So, kapan kamu akan mengambil kesempatanmu, Gaes? Jangan pernah sia-siakan kesempatanmu selama masih ada waktu. Ingat, waktu dan uang bukanlah alasan untukmu tidak traveling.