Kabar duka kembali datang dari gunung. Kali ini, seorang nyawa pendaki melayang ketika mendaki ke Gunung Semeru. Gunung berketinggian 3.676 mdpl itu kembali memakan korban untuk ke sekian kalinya. Adalah Muhammad Ridwan (25) pendaki asal Surabaya yang harus menghembuskan nafas terakhirnya di gunung tersebut. Kematian Ridwan disebabkan oleh longsoran batu tepat di bawah puncak Mahameru saat akan menuruni gunung tersebut.

Kematian pendaki di Semeru acapkali terjadi karena banyak faktor, mulai dari tersesat, masuk jurang blank 75 sampai yang terbaru, Ridwan terkena bongkahan batu akibat longsor di trek pendakian menuju Mahameru. Bagaimana kronologis kejadiannya, yuk simak sama-sama.

Muhammad Ridwan, pendaki yang sudah sering mendaki Semeru ini meninggal setelah terkena longsoran batu ketika sedang turun dari puncak Mahameru

Ridwan dan kawan-kawan via www.facebook.com

Dilansir dari mapalaptm, Muhammad Ridwan beserta rombongannya dari Surabaya mendaki ke puncak Mahameru pada hari Selasa dini hari pukul 03.00 WIB. Setelah sampai di puncak Mahameru, mereka kemudian turun kembali ke Kalimati. Namun nahas, pada pukul 09.00 WIB Ridwan dan salah satu temannya terkena longsoran batu yang berjarak 50 meter dari puncak. Longsoran batu inilah yang melukai keduanya.

Regu penyelamat segera melakukan evakuasi namun sayang nyawanya sudah tak bisa diselamatkan. Dia akhirnya dibawa turun ke Ranu Pani kemudian dibawa ke RS Lumajang

Almarhum ridwan via www.facebook.com

Advertisement

Pada Rabu pagi, petugas melakukan evakuasi kepada kedua korban tak jauh dari puncak Mahameru. Ridwan kala itu sudah tidak bernyawa. Kedua korban segera dievakuasi ke Ranu Pani untuk kemudian dibawa ke RSUD Lumajang. Dua korban yang berhasil dievakuasi ini tak bernasib sama. Berbeda dengan Ridwan yang meninggal dunia, temannya yang juga terkena longsoran batu lebih beruntung karena nyawanya masih selamat. Hanya saja, dia harus mengalami patah kaki. Kini jenazah Ridwan sudah didampingi oleh pihak keluarga di RSUD Lumajang.

Gunung Semeru adalah gunung berapi dengan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi. Sudah banyak pendaki meninggal di sini

Trek menuju puncak mahameru via tourismnews.co.id

Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa. Dijuluki atap Pulau Jawa, medan pendakian gunung ini termasuk sulit dengan trek bebatuan dan pasir ketika menuju ke puncak Mahameru. Sudah banyak pendaki cidera maupun meninggal dunia di atas tanah Semeru. Terakhir, pendaki asal Jakarta Anthina Sumartina Isvandri meninggal juga terkena bongkahan batu saat menuju puncak Mahameru. Hampir selalu ada pendaki meninggal dalam satu tahun. Ada yang terkena batu, ada yang tersesat masuk ke blank 75 (jurang), ada pula yang hilang.

Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pun memberikan izin hanya mendaki sampai Kalimati, bukan ke puncak Mahameru. Tapi hampir kebanyakan pendaki pasti mengincar puncak Mahameru sebagai tanah tertinggi di Jawa (3.676 mdpl).

Semoga saja kejadian ini adalah duka terakhir kalinya di Semeru. Keamanan dan keselamatan seharusnya jadi hal yang harus diutamakan. Jangan sampai ada Ridwan-ridwan selanjutnya yang harus menghembuskan napas terakhir di Semeru. Semoga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya