Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) telah menjadi agenda tahunan Kota Yogyakarta. Sekaten tahun ini dihelat jelang akhir tahun 2016. Tanggal 18 November hingga 11 Desember 2016 tepatnya, sekitar 23 hari, berbeda dengan gelaran sebelumnya yang mencapai 45 hari. Izin dari Keraton sudah didapat, kamu yang di Jogja bersiaplah merapat.

Biar rencanamu ke Sekaten makin mudah, yuk ikuti ulasan Hipwee Travel!

Diantara sekian banyak event wisata di Jogja, Pasar Malam Sekaten bisa dibilang sebagai salah satu acara paling dinanti wisatawan. Sebabnya, dalam event tahunan ini ada banyak sekali hiburan

the real Pasar Malam via yogyakarta.panduanwisata.id

Sekaten sendiri sejatinya merupakan acara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada setiap tanggal 5 bulan Maulid atau Mulud (kalender Jawa). Nama Sekaten, berasal dari kata syahadatain atau dua kalimat syahadat. Sampai di sini, paham ya?

Seperti sebelum-sebelumnya, Sekaten digelar di Alun-Alun Utara Jogja atau yang dikenal luas dengan sebutan Alun-Alun Gede. Kalau kamu wisatawan dan akan kemari dengan kendaraan umum, kamu bisa menggunakan bus kota atau trans Jogja yang melewati Titik Nol Km. Dengan kendaraan pribadi, baik roda dua atau roda empat, bisa kamu parkir di depan gedung Bank Indonesia, depan Kantor Pos ataupun di Parkiran (Jalan) Abu Bakar Ali.

Ada apa sih sejatinya di Sekaten ini? Yap, hiburan, permainan, hingga kulineran dengan harga terjangkau yang bikin banyak orang berbondong-bondong kemari. Yakin nggak tertarik?

Advertisement

awul-awul ini nih yang selalu jadi jujugan via brilio.net

Ada banyak stan di Pasar Malam Sekaten, yaitu 454 stan yang disewakan untuk umum, dan sisanya milik pemerintah. Kamu mau tahu harga sewa stan di perayaan Sekaten ini nggak? Yakni antara Rp 3500 – 6000 per meter persegi per harinya. Ada puluhan penjual kuliner tradisional, mulai dari telur merah, kerak telor, es goreng, arum manis, telur ping-pong, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak hanya kuliner saja, masih ada banyak pakaian dan kerajinan yang juga diperdagangkan. Ditambah pula hiburan dan permainan yang dapat kamu nikmati kalau datang ke Pasar Malam Sekaten ini. Salah satu yang kerap menjadi buruan para pengunjung Sekaten ialah kios pakaian bekas layak pakai impor atau biasa disebut awul-awul. Kamu harus datang deh buat dapetin baju bagus seharga 5 ribuan sampe 10 ribuan aja…

Stan hiburan yang begitu menyita perhatian tahun ini ialah adanya pertunjukan lumba-lumba di sisi timur Alun-Alun Utara. Bukan karena menariknya, tapi karena eksploitasinya

kalau kamu peduli, yaudah nggak usah dilihat via tempo.co

Bahkan sebelum resmi dibuka, Sekaten sudah menuai protes dan kontroversi. Sejumlah lembaga perlindungan hewan mendesak agar pertunjukan lumba-lumba di Pasar Malam ini dibatalkan. Sebutlah Animal Friend Jogja, Jakarta Animal Aid Network, dan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia, mereka bahkan telah melayangkan surat kepada Walikota Jogja, hingga Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta.

Surat yang dikirimkan pada 15 November 2016 lalu itu intinya meminta agar pertunjukan lumba-lumba di Pasar Malam Sekaten dibatalkan. Hingga kini, katanya surat itu masih belum ditanggapi sama sekali. Padahal dalam surat itu, mereka sudah menjelaskan akan adanya ekspolitasi lumba-lumba di perayaan Sekaten nanti. Pelatih akan membiarkan lumba-lumba kelaparan ketika tak mengikuti instruksi. Kamu boleh ke Sekaten, tapi jangan nonton sirkus lumba-lumba. Gimana?

Sekaten sudah mulai dipadati pengunjung, tapi yang jadi koreksi ialah, lahan parkirnya masih minus. Kalau mau lega, kamu dateng sorean ya…

parkirnya ganggu pengguna jalan yang lain via tempo.co

Saat ini, lokasi parkir yang dipergunakan menggunakan bahu jalan yang ada di sekeliling Alun-Alun Utara. Pemandangan ini cukup membuat kurang nyaman pengguna jalan, karena flow kendaraan menjadi lebih lambat, karena difungsikan untuk parkir pengunjung. Nah mirisnya, hingga saat ini pun belum ada solusi yang apik mengenai lahan parkir.

Ya, dari tahun ke tahun, lahan parkir saat perayaan Sekaten masih jadi kegalauan tersendiri. Karena kendaraan nggak boleh masuk ke dalam alun-alun, jadi ya mau nggak mau memang harus mencari lahan parkir untuk menampung kendaraan. Saat ini, lahan parkir yang disediakan baru ada di kawasan gedung perkapalan timur alun-alun utara. Secara kasat mata juga terlihat kalau lahan ini nggak akan mampu menampung kendaraan pengunjung, sehingga kendaraan harus diparkir di sepanjang jalan sisi alun-alun. Semoga ke depannya nanti akan ada solusi ya..

Apapun permasalahannya, gemerlap lampu warna-warni khas pasar malam akan kamu dapatkan di sini. Silahkan bernostalgia dengan menaiki wahana menegangkan ya nanti..

banyak mainan kok di sini, nggak cuma buat anak-anak, buat dewasa juga bisa via yogyakarta.panduanwisata.id

Apapun yang terjadi, Sekaten tetap pesta milik rakyat Yogyakarta, para pelancong pun silahkan datang bertandang. Kamu bisa menikmati malam sambil makan camilan tradisional dan harum manis. Untukmu penggemar barang vintage, silahkan berburu di stand awul-awul atau second things yang ada di sini ya guys. Biar November ini penuh guyuran hujan, kamu tetap bisa berwisata dan bersenang-senang. Sekaten bisa jadi salah satu jujugan. Percayalah, Jogja tak akan pernah mengecewakan.

Sebagai informasi, tradisi Sekaten ini sudah dilakukan sejak abad ke-16 silam di masa pemerintahan Kerajaan Demak. Sekaten juga dikembangkan di Kerajaan Mataram hingga Ngayogyakarta. Tradisi yang begini memang patut untuk dilestarikan dan dikembangkan. Dibuka sejak pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Sudah siap menikmati malam di Sekaten?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya