Pendaki asal Cirebon yang beberapa hari lalu sempat dikabarkan hilang dan tersesat di pendakian Gunung Semeru, akhirnya ditemukan! Meski harus berjibaku dengan cuaca yang tak bersahabat, tim SAR gabungan yang terdiri lebih dari 50 orang terlatih ini akhirnya berhasil menemukan dua pendaki yang telah menyintas selama empat hari di Semeru. Lalu, bagaimana kondisi dua pendaki nahas itu? Dari Hipwee Travel, inilah ulasannya.

Setelah empat hari tersesat, dengan sepenuh tenaga Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki asal Cirebon dengan selamat. Syukur!

Akhirnya, ketemu dengan selamat! :” via www.klikapa.com

Akhirnya, setelah beberapa hari bertahan hidup di gunung Semeru, dua pendaki asal Cirebon yang tersesat sejak hari Jumat (20/5), hari ini berhasil ditemukan pada pukul 16:05 WIB di dekat air terjun Gunung Boto dengan selamat.

Tim penyelamat yang terdiri dari Pos SAR Jember, Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang, SAR Organisasi Pecinta Alam Jember, dan porter di Gunung Boto ini berhasil menemukan korban setelah menemukan sebuah bivak atau tumpukan daun dan pelepah pisang yang mereka gunakan untuk tidur.

Saat ini, tim penyelamat dan dua penyintas yang tersesat ini akan dibawa ke Tawon Songo untuk dievakuasi. Kedua pendaki hanya mengalami kelelahan karena logistik yang mereka bawa sudah habis sejak beberapa hari lalu.

Sebelumnya, ketika dua pendaki ini tersesat, mereka masih sempat memberi kabar tentang kondisinya pada kerabatnya. Pesan inilah yang mendorong tim penyelamat untuk segera mengevakuasi mereka

Advertisement

🙁 via merdeka.com

Setelah kedua pendaki tersebut terpisah dari rombongannya, Zirli sempat mengirim pesan kepada keluarganya di Cirebon dengan sinyal yang ala kadarnya. Dari pesan itulah keluarga Zirli dan Supriyadi menghubungi pengelola TNBTS untuk segera melakukan evakuasi.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kennedie membenarkan bahwa salah satu pendaki yang hilang memberikan kabar dan masih selamat. “Saya tahu pendaki itu memberikan kabar, makanya tim langsung melakukan pencarian,” katanya.

Restu dari orangtua adalah sebaik-baiknya doa. Tak ada yang perlu meragukan kekuatan doa dari orangtua!

Ayah Zirli, pendaki remaja yang tersesat di Semeru. via www.radarcirebon.com

Tiada yang lebih kuat dari doa yang dirapal orangtua kita. Percayalah, restu merekalah yang akan menuntun kita pada keselamatan dan kebahagiaan. Tanpa doa dan restu orangtua, niscaya, jalan kita akan terasa sangat berat dan kian terjal. Hal ini terbukti dari doa orangtua para pendaki yang hilang di Gunung Semeru ini. Dan tentunya dibantu oleh usaha dan perjuangan tim SAR gabungan. So, mintalah restu dan doa dari orangtuamu, sebelum melangkahkan kaki ke luar rumah, ya! That’s the point!

Imbauan untuk semua pendaki; Jangan pernah mencoba untuk mendaki hingga ke puncak Mahameru!

Sampe sini aja udah seneng banget! via sembilanstudio.com

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Purwanto menegaskan kepada seluruh pendaki untuk menuruti imbauan pengelola TNBTS, mendaki hingga Kalimati saja.

“Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran terbaik bagi para pendaki untuk tidak menerobos ke puncak Semeru karena berbahaya dan status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu masih level II atau waspada,” tegasnya.

Ya, ada baiknya kita mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola. Karena hanya merekalah yang bisa dipercaya. Jangan jadi pendaki alay, ya!