Masa liburan tentu menjadi momen paling bahagia sepanjang ingatan. Apalagi liburan bareng keluarga, teman, hingga pujaan hati. Duh, perjalanan paling bahagia yang pernah dilakukan. Menempuh beratus kilometer bersama orang-orang terkasih tentu menyenangkan. Tapi, apa yang akan terjadi ketika rasa mual dan pusing menyerangmu di awal perjalanan?

Melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, traveler mana pun tentu pernah merasakan gejolak-gejolak meresahkan dari dalam perut dan kepala. Mual dan pusing selalu menjadi musuh bagi para pelancong di dalam perjalanannya. Nah, kali ini Hipwee Travel akan memberikanmu beberapa cara ampuh untuk menghilangkan keresahanmu itu. Cekidot!

Sebelum berangkat, upayakanlah makan secukupnya dan jangan terlalu kenyang. Pemicu mual paling efektif nih.

Jangan kebanyakan! via www.pritikin.com

Makan sebelum perjalanan memang penting. Selain untuk mengisi tenaga agar nggak sakit, kamu membutuhkan makan biar nggak mual sebelum jalan. Tapi, alangkah baiknya untuk nggak makan terlalu kenyang, sisakan sedikit ruang untuk udara di lambungmu. Karena makan terlalu banyak sebelum melakukan perjalanan akan memengaruhi kinerja lambungmu. Lambungmu yang sedang bekerja akan tergoncang-goncang karena jalanan yang kamu lalui. Ini yang bikin kamu merasa mual saat perjalanan.

Seperti buah simalakama, tidur dapat menyebabkan dan menghindarkan seseorang dari mabuk perjalanan. Jangan kelamaan tidurnya!

Pegel deh itu leher! via jet.wikia.com

Advertisement

Tidur memang bisa menyelamatkanmu dari rasa mual dan pusing alias mabuk perjalanan. Tapi tidur juga bisa menyebabkan rasa mual dan pusingmu semakin menjadi. Sebenarnya ketika tidur, tubuhmu nggak akan tahu informasi visual dan stimulus yang terjadi di luar sana, sebab matamu tertutup. Dari sinilah rasa mualmu akan hilang. Tapi, ketika kamu kebanyakan tidur, tubuhmu seolah berontak! Seseungguhnya, apapun yang berlebihan itu tidak baik, bukan?

Minum obat anti mabuk boleh, selama bukan kamu yang nyupir. Bahaya!

Jangan nyetir, ya! via www.popsugar.com

Kalau kamu nggak bisa tidur, cobalah untuk minum obat antimabuk. Biasanya, obat antimabuk saat ini sudah banyak yang mengandung obat tidur. Selain untuk menghindarkanmu dari rasa mual dan pengin muntah, kamu juga bisa tidur dengan mengonsumsi obat ini.

Pernah dengar istilah ‘posisi menentukan prestasi’? Sama kayak posisi duduk di kendaraan yang menentukan mual/enggaknya kamu selama perjalanan!

Mulai gelisah. Merasa mual dan pengin muntah. via www.jellyfields.com

Kalau kamu naik bus, pilihlah tempat duduk di samping jendela bagian tengah atau dekat supir. Supaya matamu teralihkan dengan pemandangan di luar. Jangan mencoba duduk di depan dan belakang tepat di atas roda. Dijamin, kamu akan cepat merasa mual! Kalau kamu naik pesawat, usahakan kamu dapat tempat duduk di bagian sayap. Karena di sinilah poros gerakan pesawat.

Bila kamu duduk di dekat jendela, pusatkan perhatianmu pada pemandangan. Jangan melihat ke bawah atau belakang.

Jangan memandang masa lalu, ya! via namkhoa.net.vn

Membuang mata ke arah jendela dinilai cukup membantu mengurangi rasa mual selama perjalanan. Tapi kalau kamu naik pesawat, ada baiknya jangan melakukan hal ini, ya! Melihat keluar jendela ketika kamu naik pesawat, akan membuatmu semakin mual, pengin muntah, dan serba salah! Apalagi kalau kamu takut sama ketinggian! Buat yang naik bus, kereta, mobil, atau truk, mengalihkan perhatianmu ke arah jendela atau pemandangan, cukup kok untuk menyelamatkanmu dari rasa mual pengin muntah.

Jangan menundukkan kepala saat kendaraan melaju. Lebih baik menyanderkan kepala ke bangku.

Nah, santai bae, Mbak~ via favim.com

Menundukkan kepala ketika kendaraan melaju ditengarai dapat mempercepat kemualan dan kepusingan. Kegiatan seperti membaca buku, main gadget, dan apapun yang membuat kepalamu menunduk, sebisa mungkin harus kamu hindari. Sebaiknya kamu merebahkan kepalamu ke bangku. Posisi relaks dan tenang akan lebih membantumu keluar dari masa-masa menyebalkan itu. Yakin deh!

Sebisa mungkin, hindari bau-bauan yang menyengat. Parfum dan bau makanan seperti durian itu aroma yang jahat!

Nah, ini nggak perlu dibawa! via www.gazetevatan.com

Aroma menyengat nggak cuma memicu mabuk saat perjalanan. Di saat biasa pun, nggak sedikit orang merasa mual karena mencium aroma yang menyengat. Biasanya orang yang alergi dengan bau durian, akan lebih cepat mual ketika melakukan perjalanan.

Karena di dalam kendaraan itu pengap, upayakanlah untuk mendapatkan sirkulasi udara yang segar.

Nah, buka aja. Biar masuk angin. :p via www.magazine.hautmondeindia.com

1. Kalau naik kendaraan pribadi, kamu bisa matikan AC sebentar. Buka kaca jendela untuk sirkulasi udara yang segar.

Meski mobilmu dilengkapi dengan AC yang memiliki sirkulasi udara yang bagus, tetap saja hal ini dapat memicu mualnya perut dan sendawa yang nggak enak. Pengap. Nah, dari sinilah mabuk darat dimulai. Ada baiknya, sesekali kamu perlu membuka kaca jendela untuk mendapatkan udara alami yang segar. Dengan begitu otak akan merasa bahwa tubuh sedang bekerja.

2. Buat yang mabuk laut, kamu bisa duduk di dek. Udara segar akan menyelamatkanmu dari rasa mual.

Nah, kalau kamu naik kapal laut, pergilah ke dek kapal untuk menikmati suasana lautan yang begitu luas. Di sini kamu akan mendapatkan udara yang segar. Tapi ya, tolong hati-hati, ya. Jangan terlalu lama melihat ke hamparan laut. Karena gelombang air laut bisa memberimu sugesti goncangan, sehingga membuat perutmu mual (lagi). Perbanyak ngobrol sama teman aja! Dan jangan lupa pakai jaket. Biar nggak masuk angin. -___-

Minyak kayu putih atau penghangat lainnya juga bisa jadi senjatamu mengatasi mual. Buat yang nggak suka baunya, cari minyak yang lain aja.

Aromanya~ via www.alodokter.com

Memang sih, nggak semua orang doyan minyak kayu putih. Karena aromanya yang mungkin menyengat. Tapi, minyak ini dinilai mampu menolongmu dari serangan rasa mual dan pusing. Oleskan minyak kayu putih ke bagian leher, tengkuk, dada, dan perut. Niscaya, mualmu akan hilang. Buat yang nggak suka bau minyak kayu putih, kamu bisa menggantinya dengan minyak lain yang juga mampu menghangatkan tubuh.

Ada baiknya beristirahat barang 20-30 menit, setelah menempuh perjalanan hingga 4-6 jam. Memaksakan perjalanan jauh, akan berakhir pada mual dan rasa lelah yang berlebihan.

Istirahat bentar, Gaes! via davelehlblog.tumblr.com

Ada baiknya kamu istirahat setelah menempuh perjalanan 4-6 jam. Selain untuk meregangkan otot-otot tubuhmu, hal ini bisa meminimalisasi rasa mual pengin muntah. Sebab kondisi tubuh membutuhkan udara segar yang tenang. Kalau di dalam kendaraan, ‘kan, pengap dan sirkulasi udara yang kurang bagus.

Nah, itulah beberapa cara yang ampuh untuk menyelamatkanmu dari keresahan atas rasa mual dan mabuk perjalanan. Semoga nggak ada gangguan dalam perjalananmu, ya, Gaes! Have a safe trip!