Kudus berarti suci. Maka,tak heran jika kabupaten Kudus menjadi salah satu pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Di sinilah dua tokoh Walisongo dibaringkan di tempat peristirahatan terakhirnya. Tapi, di balik atmosfernya yang religius, siapa sangka jika Kota Kretek ini ternyata menyembunyikan sejumlah tujuan wisata yang cukup menarik?

Nah, apa aja sih keelokan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kudus? Yuk, jelajahi bersama Hipwee!

1. Perkaya wawasanmu tentang sejarah dan industri kretek Indonesia di Museum Kretek.

Museum Kretek Kudus via rezaecha.wordpress.com

Kudus dijuluki Kota Kretek bukanlah tanpa sebab. Sebagai daerah produsen rokok kretek terbesar di Indonesia, budaya kretek sudah sejak lama menjadi bagian dari sejarah panjang Kabupaten Kudus. Hal ini dikukuhkan dengan didirikannya Museum Kretek Kudus yang menjadi satu-satunya museum kretek di Indonesia, bahkan dunia. Datang aja ke Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Jaraknya cuma sekitar 2 km dari pusat kota Kudus.

Di museum seluas dua hektare ini, kamu bisa mempelajari sejarah kretek dari masa ke masa. Lalu, ditunjukkan juga berbagai teknik pembuatan kretek mulai dari yang tradisional sampai yang modern. Tak cuma menambah wawasan soal kretek, kamu juga bisa menikmati megahnya rumah adat Kudus atau omah plencu, menyaksikan sejarah kota Kudus di bioskop mini, sampai main air di kolam renang.

2. Tertarik dengan arsitektur bergaya unik? Sambangi Masjid Menara Kudus yang melegenda, tempat yang menjadi peristirahatan terakhir Sunan Kudus

Advertisement

Masjid Menara Kudus via wisatasemarang.wordpress.com

Masjid Menara Kudus atau Al-Aqsa ini berada di Desa Kauman, Kecamatan Kudus, sekitar 1,5 km dari pusat kota. Di sinilah terdapat Menara Kudus, bangunan ikonik yang dibangun oleh Sunan Kudus. Arsitekturnya merupakan akulturasi dari budaya Hindu-Islam, menjadikan bangunan ini lebih mirip candi dibanding masjid.

Sambil menikmati arsitekturnya yang menawan, kamu juga bisa sekalian berwisata ziarah ke Makam Sunan Kudus yang berada di dalam kompleks Masjid Menara Kudus. Makamnya yang terletak di tengah-tengah bangunan berbentuk joglo ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari dalam dan luar daerah.

3. Beranjaklah Ke Colo, tempat di mana Sunan Muria disemayamkan

Undak-undakan menuju makan Sunan Muria via lanostrascrittura.wordpress.com

Gunung Muria adalah pusat di mana Sunan Muria alias Raden Said melakukan dakwah agama Islam di Kudus dan sekitarnya. Maka, gak heran jika tempat ini dijadikan tempat peristirahatan terakhir beliau. Jika ingin berwisata ziarah ke makam salah satu Walisongo ini, datanglah lereng Gunung Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, sekitar 18 km dari kota Kudus.

Untuk sampai ke makam Sunan Muria di atas lereng, kamu masih harus mendaki sekitar 700 anak tangga. Jadi, siapkan staminamu, ya!

4. Usai berziarah ke makan Sunan Muria, berjalanlah menuju Air Terjun Monthel dan temukan pemandangan elok di sana

Air terjun Monthel via buanyak.com

Colo memang kawasan wisata yang asyik untuk dikunjungi. Selain berziarah ke makam Sunan Muria, kamu juga akan disuguhi pemandangan elok dari lereng Gunung Muria. Udaranya yang sejuk juga bikin betah.

Nah, di kawasan Colo ini ada air terjun yang sayang kalau kamu lewatkan. Cukup berjalan kaki kurang lebih 30 menit dari lokasi ziarah Sunan Muria, kamu sudah bisa menemukan panorama air terjun setinggi sekitar 50 meter yang memukau. Tebing-tebing hijau yang mengelilingi air terjun Monthel ini bikin suasana makin terasa segar dan asri. Makanya, tak heran kalau tempat ini ramai dikunjungi muda-mudi.

5. Jajal juga gimana rasanya Air Tiga Rasa Rejenu yang terletak tepat di atas air terjun Monthel

Mata Air Tiga Rasa via ruangnusantarakata.blogspot.com

Dari air terjun Monthel, jangan memutuskan untuk pulang dulu. Coba deh sambangi objek wisata sumber mata air Air Tiga Rasa Rejenu di Desa Japan, Kecamatan Dawe. Letaknya berada di atas air terjun Monthel atau sekitar 3 km dari pesanggrahan Muria.

Ketiga mata air yang menyatu dengan makan Syekh Sadzali ini memiliki rasa yang berbeda dan konon khasiatnya pun berbeda pula. Mata air pertama berasa tawar dan agak masam dan berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Mata air kedua rasanya mirip soda dan dipercaya bisa menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai problema hidup. Sementara itu, sumber mata air ketiga mirip minuman keras karena rasanya yang menyengat. Mata air ini dipercaya bisa memperlancar rezeki.

Nah, beranikah kamu mencoba ketiganya?

6. Masih ada satu tempat lagi yang patut kamu kunjungi di Colo: Goa Jepang yang misterius dan tersembunyi

Goa Jepang di lereng Muria via www.facebook.com

Sebuah goa Jepang yang tersembunyi di kawasan Colo sudah menanti untuk kamu jamahi. Menuju ke goa ini tidak mudah; kamu mesti menyusuri sungai dan jalan setapak selama kurang lebih satu jam. Tenang, pemandangan hutan yang indah akan menemani kamu sepanjang perjalanan.

Di pinggir sungai, kamu akan menemukan goa yang kamu tuju. Pintu masuk goa ini cukup sempit, sementara goanya membentuk lorong yang memanjang sejauh 100 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Kalau kamu memang penyuka tantangan, jangan lewatkan petualangan menjelajah goa peninggalan Jepang ini.

7. Beralihlah ke desa Terban, tempat di mana kamu bisa menemukan jejak-jejak kehidupan manusia purba di Situs Patiayam

Museum Patiayam Kudus via beritadaerah.co.id

Tak cuma Sragen yang memiliki situs purbakala manusia purba terlengkap, Kudus juga memiliki Situs Purbakala Patiayam, tempat ditemukannya jejak-jejak kehidupan manusia purba. Situs purbakala ini terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

Ada lebih dari 1.500 fosil yang ditemukan di situs ini. Kamu bisa melihat-lihat koleksi fosil tersebut di Museum Situs Patiayam sekaligus menambah wawasanmu tentang dunia kepurbakalaan.

8. Temukan sisi lain Kabupaten Kudus lewat keelokan panorama alam dan budaya di Desa Wisata Rahtawu

Jalan menuju Desa Rahtawu via yasiryafiat.wordpress.com

Selain kawasan wisata Colo, desa wisata Rahtawu juga layak untuk dijelajahi. Terletak di kecamatan Gebog dengan ketinggian lebih dari 1.600 mdpl, pemandangan desa ini begitu luar biasa karena berada di lembah nan hijau yang dikelilingi perbukitan. Kamu bisa trekking menuju tempat bernama Jonggring Saloka atau Puncak Songolikur sambil menikmati panorama yang khas desa banget.

Selain panoramanya yang cantik, desa ini juga kental dengan budaya Jawa warisan leluhur. Terbukti dengan petilasan-petilasan yang bisa kamu temukan di desa ini, menambah kesan magis dalam petualanganmu menjelajah Kudus. Desa ini tak jauh, hanya perlu ditemupuh sekitar 20 km atau 30 menit dari kota Kudus.

9. Kudus juga tergenapi dengan tempat rekreasi keluarga berupa The Peak View Waterboom

The Peak View waterboom via thepeakview.net

Berwisata dengan keluarga di Kudus pasti lebih seru kalau ke The Peak View Waterboom. Apalagi, tempat wisata yang satu ini sangat lengkap. Kamu bisa berenang di berbagai wahana permainan air, outbond, flying fox, sampai melibas dirt track dengan ATV. Gak perlu takut kelaparan, karena tempat ini juga dilengkapi dengan restoran dan minimarket. Kamu pasti bakal puas deh main di sini dari pagi sampai petang.

10. Akhirnya, jangan lupa mencicipi otentiknya sajian kuliner khas Kudus

Siapa yang tak kenal dengan soto kudus yang tersohor itu? Mumpung kamu di Kudus, jangan lewatkan untuk mencicipi soto kudusnya yang otentik. Atau, kamu mungkin tertarik merasakan seperti apa nikmatnya sate kerbau yang juga khas Kudus? Buat sarapan, cobalah lentog yang sehat dan bergizi.

Nah, Kudus ternyata asyik juga dijelajahi sebagai destinasi alternatif liburan kamu. Oh iya, apakah tempat wisata favoritmu di Kudus belum masuk ke daftar ini? Kalau memang belum, bagikan sekalian ke pembaca lainnya lewat kolom komentar, yuk!