Traveler mana sih yang nggak kenal Kawah Ijen? Baik wisatawan domestik ataupun asing pasti sedikit banyak sudah mendengar akan keindahan alamnya. Setiap hari, obyek wisata yang masuk wilayah Kabupaten Banyuwangi ini nggak pernah sepi pengunjung. Sekitar ratusan orang setiap hari biasanya datang kemari untuk melihat fenomena blue fire di kawahnya. Bahkan, pada weekend atau hari libur, bisa mencapai hingga dua ribu wisatawan. Setiap tahunnya, dipastikan selalu terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

Seakan tanggap dengan popularitas Kawah Ijen, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serius untuk mengembangkan Kawah Ijen demi mendatangkan banyak wisatawan lagi dan lagi. Penasaran dengan apa saja proyek yang tengah digodok mereka? Simak ya…

Proyek Ekowisata, begitulah pemerintah setempat menyebutnya. Memudahkan wisatawan dalam menikmati Blue Fire, kereta gantung pun akan dioperasikan

nih keindahan kawah Ijen via yunita.forumpenulis.com

Salah satu pengembangan di kawasan wisata Kawah Ijen ialah dengan membuat kereta gantung.

“Kita mesti tahu bahwa proyek Ijen berlokasi di kawasan konservasi. Pengembangan proyek Ijen tidak bisa dilakukan seperti pengembangan kawasan lain. Harus melalui suatu proses yang menjamin keberlanjutan. Ini sesuai dengan motto Kementerian Pariwisata bahwa makin dilestarikan makin mensejahterakan,” kata David Makes, Kepala Tim percepatan pengembangan kawasan wisata Ijen, dilansir detik.com

Karena merupakan kawasan konservasi, pengembangan Ijen harus memperhatikan aspek lain yang bersinggungan dengan masyarakat sekitar. Semoga nggak berdampak buruk pada alam ya..

Advertisement

trekkingnya nggak terlalu susah sih sebenernya, tapi ada juga sih beberapa yang merasa keberatan berjalan via olipeoile.files.wordpress.com

Wacananya, ada dua proyek yang akan dibangun di sekitar taman wisata Ijen. Termasuk salah satunya, pembangunan kereta gantung atau cable car yang langsung bisa membawa pengunjung menuju Kawah Ijen. Membuat cable car tentu bukan hal mudah, faktor keselamatan akan jadi hal utama yang harus diperhatikan. Semoga, bukan hanya kecepatan yang dicari ya. Proyek yang satu lagi adalah berkaitan dengan fasilitas akomodasi dan fasilitas hospitality, seperti restoran salah satunya, juga transportasi dari Paltuding menuju kawah.

Nantinya, cable car akan dibuat sepanjang 2,3 km dan membentang dari pos awal yakni Paltuding hingga Kawah Ijen. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar

ini blue fire Ijen, menuju kemari, paling nggak kamu harus trekking mulai jam 3 pagi via rizkirahmatia.files.wordpress.com

Cable car ini akan dibagi menjadi dua seksi besar, seksi pertama dari paltuding ke pos bunder. Kemudian, seksi dua dari bunder menuju ke kawah. Panjang seksi satu 1,8 km, dan seksi dua kurang lebih 500 meter. Dengan pengembangan yang akan dilakukan ini, pihak Pemkab Banyuwangi berharap Ijen bisa jadi ikon Nasional. Dengan adanya pembangunan cable car ini, jadi ada beberapa pilihan menuju puncak. Bisa melalui jalur trekking atau lewat cable car. Kamu pilih yang mana?

Kalau berjalan tepat sesuai rencana, pembangunan cable car ini akan mulai direalisasikan pada tahun 2017 mendatang. Sebagai hal positif, pihak Kemenpar pun serta merta mendukung proyek ini

asal nggak merusak sih nggak masalah via blog.cozmeed.com

“Kereta gantung salah satunya didukung penuh dari Kemenpar yang membentuk tim khusus dengan Kementerian Kehutanan dan Pemda Kabupaten Banyuwangi. Tentu dengan investor pihak ketiga. Investornya sudah ke Swiss, dan investor dari Swiss sudah merespon positif, tinggal menunggu beberapa papakan lahan di sekitar Ijen. Maka kalau ini jadi, cable car akan menjadi yang pertama di Indonesia,” papar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dikutip dari merdeka.com

Dia juga menekankan, bentuk sinergi pariwisata ini sama sekali bukan semata-mata menjadi ajang kompetisi dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Melainkan sebagai wujud saling menguatkan pemasaran wisata sesuai potensi wilayahnya.

Tak hanya wisata di Kawah Ijen saja yang akan dikembangkan, melainkan juga wisata milik Banyuwangi lainnya. Seperti kawasan Baluran dan juga Pulau Menjangan yang akan bersinergi dengan Bali Barat

nantinya pembangunan cable car akan mengacu cable car yang ada di Swiss ini lho via kompas.com

Pemasaran wisata Banyuwangi memang sesegera mungkin akan menjadi satu cluster dengan kawasan Bali Barat. Sejak bulan ini, wisatawan yang menyeberang dari Banyuwangi ke Bali atau sebaliknya, sudah bisa menggunakan fasilitas kapal penyeberangan dengan standar aman dan nyaman. Ada kapal sejenis kapal wisata yang hampir sama dengan Singapura-Batam, dan harganya tetap ekonomi. Kapal dengan standar kebersihan dan mengutamakan kenyamanan penumpang ini sudah ada tiga unit di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

Untuk menuju pulau Menjangan pun nantinya akan ada rute baru yang bisa dilewati para wisatawan. Sebuah jalan baru tengah dipersiapkan. Meski makadam, namun Bupati Banyuwangi sendiri memastikan jalan itu akan rata dan enak dilewati. Berbeda dengan jalan di TN Alas Purwo yang masih bersebelahan dengan Perhutani, di mana jalannya sangat sering dilewati angkutan berat. Begitu juga dengan sarana dan prasarana di kawasan Baluran, akan dibuat lebih memadai lagi untuk para wisatawan.

Cable car di gunung sudah terealisasi di Gunung Titlis, Swiss pada 2014 lalu. Titlis sendiri merupakan nama gunung di Pegunungan Alpen dengan ketinggian 3020 meter di atas permukaan laut. Karena di Indonesia memang belum ada, semoga yang di Ijen segera terealisasi ya. Hal yang penting adalah jangan sampai merusak wilayah konservasi, menguntungkan masyarakat setempat, dan mengutamakan keselamatan pengunjung. Amiiin.