Satu lagi berita duka dari dunia pendakian. Kali ini awan kelabu datang dari Gunung Rinjani. Seorang pendaki wanita ditemukan tewas mengapung di pemandian air panas Aik Kalak, dekat Segara Anak, Rinjani. Korban bernama Ike Susesta Adelia (26), pendaki wanita asal Palembang yang mengembuskan napas terakhirnya di Aik Kalak, setelah sebelumnya dia dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya pada Minggu, sekitar pukul 17:30 WITA. Baru pada esok harinya, Senin (9/5) pada pukul 10:15 WITA, jasad korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi. Berikut data yang berhasil Hipwee Travel rangkum. Semoga ada hikmah yang bisa kamu ambil, ya!

Menurut laporan, Ike dan empat temannya berendam di pemandian air panas. Di sinilah jasad Ike ditemukan dalam keadaan terapung

Pemandian Air Panas Aik kalak ~ via mendakigunungrinjani.blogspot.com

Senin (9/5) sekitar pukul 10:00 WITA, jasad Ike ditemukan mengapung di pemandian air panas Aik Kalak. Menurut Kepala Pos Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Mustaan, sebelumnya sudah ada laporan kehilangan oleh salah satu rekan korban sekitar pukul 18:15 WITA pada hari Minggu. “Sebelum meninggal, Ike dilaporankan menghilang oleh salah satu rekan korban yang mendatangi Pos TNGR, Sembalun, sekitar pukul 17:30 WITA, Ahad malam,” katanya. Dugaan kuat, Ike tenggelam karena terlalu lama berendam yang mengakibatkan kelelahan fisik.

Ada yang janggal dari kematian Ike. Ia dan salah seorang temannya seperti ditarik ke dalam Aik Kalak. Nahas, cuma Ike yang tak terselamatkan

Berendam. via goista.com

Tapi, menurut penuturan saksi sekaligus teman korban, ketika berendam air panas, seperti ada yang menarik kaki Ike dan salah seorang temannya ke dasar air. Perwakilan humas Basarnas Putu Cakra Negara pun memberikan keterangan senada dengan rekan korban, seperti tersedot arus, entah apa itu. Nahas, cuma Ike yang nggak berhasil keluar dari pemandian air panas itu. Yang menjadi janggal adalah ketika masyarakat (porter), pendaki sekitar, dan semua rekan Ike mencari, nggak satu pun yang berhasil menemukan tubuh korban. Padahal, lokasi terakhir korban ada di kolam Aik Kalak. 🙁

Bersama 25 rekannya, ternyata Ike tak mengantongi izin resmi dari pihak TNGR! Satu kesalahan fatal yang sangat disayangkan

Advertisement

Nah, lewat jalur resmi lebih enak! via aldotrioktamettio.wordpress.com

Masih menurut Kepala Pos TNGR Mustaan, rombongan Ike ternyata nggak terdaftar di buku registrasi di Pos TNGR Sembalun. Itu artinya status Ike dan rekan-rekannya adalah pendaki ilegal. Dengan begitu, cukup sulit untuk mengidentifikasi korban bila tanda pengenal nggak ada. Seharusnya, kalau ada apa-apa dengan pendaki ilegal, itu bukan tanggung jawab pengelola seutuhnya. Karena pengelola nggak tahu menahu soal pendakian para pendaki ilegal itu. Fatal!

Kisah duka pernah terjadi tahun 2014, seorang pemandu pendakian tewas di Rinjani. Kasusnya sedikit berbeda, dia nggak lewat trek resmi pendakian Rinjani!

Segara Anak. via www.trekkingrinjani.com

Ternyata, sering kali didapati para pendaki ilegal yang nekat mendaki Rinjani lewat trek yang nggak resmi. Di tahun 2014, tercatat ada pendaki yang tewas di tempat yang sama karena terpeleset. Dan dia adalah pendaki ilegal. Padahal, pihak TNGR telah menyediakan dua jalur resmi yang nyaman untuk dilalui, yakni jalur Sembalun dan jalur Senaru. Tapi kok ya masih banyak aja pendaki yang nekat lewat jalur ilegal! Heran deh! Kasus semacam itu banyak juga. Meskipun tentu beda kasus dengan Ike.

Ike memang melewati jalur yang legal, hanya sangat disayangkan ia tak terdata di catatan Taman Nasional Gunung Rinjani. Artinya ia masuk secara ilegal.

Kalau masih ada nekat lewat jalur ilegal, bukan nggak mungkin pengevakuasian korban kecelakaan di gunung membutuhkan waktu yang sangat lama

Evakuasi dari Basarnas. via www.mataram.basarnas.go.id

Inilah salah satu hal yang perlu kamu tahu dalam pendakian! Sebarkan pada teman-teman pendakimu yang masih semau mereka sendiri ketika mendaki gunung. Buat kamu yang masih suka ‘nyeleneh’, sebenarnya apa sih alasan nggak mau registrasi di pos penjaga ketika hendak mendaki gunung? Apa karena mahalnya tiket masuk atau karena kamu suka tantangan? Plis, pikirkan baik-baik sebelum kamu bertindak.

Semoga duka dari Rinjani yang dibawa Ike menjadi akhir dari air mata para pendaki Indonesia. Ike, semoga kamu tenang di taman surga!

Semoga tiada duka lagi dari gunung, ya! 🙁 via arsiyawenty.wordpress.com

Entah salah siapa, di setiap pendakian, di setiap tahun, selalu saja memakan korban yang sebenarnya bisa ditanggulangi. Ya, selama ada kesadaran dari pendaki untuk bertindak preventif. Maka dari itu, semoga pendaki Indonesia bisa lebih dewasa dalam mendaki atau pun bersikap. Sudah saatnya kita akhiri berita duka dari gunung. Semoga almarhumah Ike tenang di surga, dan menjadi air mata terakhir yang datang dari dunia pendakian Indonesia. Aamiin!

Nggak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa dan berhati-hati dalam melangkah di gunung. Jangan sampai ada kesalahan-kesalahan yang nggak perlu. Jadilah pendaki yang bijak bagi diri sendiri, orang lain, dan alam semesta!

Ike, semoga kamu tenang di sana, ya! :”)