Stone Garden Bandung, adalah kawasan wisata geopark yang lagi hits dan kekinian di Jawa Barat. Stone Garden yang terletak di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat ini lagi ramai diperbincangkan netizen. Pasalnya, ada traveler yang mengunggah foto tiket masuk yang nominalnya tertulis 300 ribu rupiah. Wow! Padahal seharusnya tiket masuk cuma 5 ribu rupiah saja. Media sosial pun ramai memperbincangkan hal ini.

Seperti apa sih kejadian yang sebenernya? Yuk ikuti ulasan Hipwee Travel aja ya!

Awalnya ada netizen yang mengunggah foto tiket Stone Garden Bandung di Facebook. Dikarenakan bawa kamera, ia dimintai biaya 300 ribu rupiah oleh pengelola

“INI TIKET RESMI ATAU PUNGUTAN LIAR? Teman saya berlima ke Stone Garden, yang motret batu hanya 3 orang…. Sama penjaga di tiket dicontreng prewed, siapa yang mau nikah wong yang motret udah pada berkeluarga… Heuh!” tulis Andy Sopandi dilansir dari detik.com

Andi Sopandi, seniman asal Bandung protes di media sosial karena ia ditarik biaya mahal. Harga tiket masuk yang sejatinya hanya 5 ribu rupiah, eh mendadak harus bayar 300 ribu rupiah hanya karena mereka bawa kamera. Padahal ia tidak foto prewedding, hanya liburan biasa. Yaelah, foto batu saja harus bayar sebesar itu. Terlebih kuitansinya pun tak ada nominal harganya, cuma ditulis tangan aja. Wah kalau benar begini, kacau nih pengelolaannya. Dan ternyata Andy bukan satu-satunya traveler yang mengalami permasalahan tersebut. Duh, kok bisa gini sih?

Padahal Stone Garden Padalarang sedang hits di kalangan anak muda. Tempatnya yang instagrammable jadi jujugan traveler untuk berlibur ke sana. Tapi kok gini jadinya?

keren kak via sebandung.com

Advertisement

Stone Garden Cipatat adalah sebuah perbukitan karst dengan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Traveler bisa trekking ke bukit serta berfoto dengan latar belakan lanskap Stone Garden yang memesona. Tak ayal destinasi wisata kekinian ini pun ramai diperbincangkan di jejaring sosial Instagram. Hanya sayangnya, pamor wisata di Bandung Barat ini menjadi redup setelah kejadian traveler yang diminta membayar 300 ribu rupiah. Kejadian yang sepatutnya tidak terjadi. Toh, traveler yang datang juga ikut mempromosikan secara gratis di media sosial.

Satu hal yang disayangkan adalah fasilitasnya yang tidak sesuai dengan ekspektasi wisatawan. Toilet yang ada pun tidak layak. Apalagi kelompok sadar wisata pun sikapnya juga seperti itu. Jika dibiarkan, maka traveler akan malas berkunjung ke sana kembali. Kan sayang sekali 🙁

Pihak pengelola pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Hal ini dilakukan karena ada juga fotografer yang nakal. Foto prewedding namun ngakunya foto biasa. Duh, ada-ada aja ya…

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Geopark Pasir Pawon, Kensu, mengatakan permintaan maafnya atas kejadian ini. Menurut dia, sudah 2 tahun Kelompok Sadar Wisata ini berdiri, belum pernah terjadi hal yang demikian ini. Ia juga bercerita bahwa seringkali ada fotografer nakal yang mengaku foto biasa namun ternyata foto prewedding. Khusus prewedding memang harganya 300 ribu, untuk syuting maupun pemotretan bisa jutaan harganya. Namun kalau wisatawan biasa cukup 5 ribu saja. Nah, hal ini yang mungkin jadi pemicunya. Pengelola tiket tidak percaya kepada pengunjung. Semua yang bawa kamera dikira mau prewedding. Duh 🙁

Kensu berharap masalah ini segera selesai dan mengajak traveler melaporkan hal ini kepada pengelola. Pihak pengelola dan masyarakat setempat akan berembuk untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini tidak terulang lagi kelak di kemudian hari.

Yah, netizen pun pro kontra terhadap kasus ini. Ada yang mendukung biaya mahal agar fasilitas makin membaik dan anak alay susah masuk. Ada juga yang kontra karena destinasi Stone Garden sangat hits dan sayang jika tarifnya segitu mahal. Apapun itu, semoga masalah ini segera terselesaikan dengan baik. Traveler pun nggak kapok buat datang piknik ke sana.

Selamat piknik, Travelers 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!