Dalam setiap perjalanan ke luar negeri, pintu pemeriksaan di bandara kadang jadi momok yang menakutkan bagi traveler. Ada yang harus merelakan barang ditinggal, ada pula yang harus diinterogasi karena bawaannya mencurigakan, bahkan terlalu banyak. Pernahkah kamu mengalami hal menyebalkan di pintu pemeriksaan bandara?

Nah, baru-baru ini, seorang mahasiswi asal Indonesia, Aghnia Adzkia, mengalami hal yang sedikit berbeda. Dia diminta untuk membuka jilbabnya oleh petugas bandara, dan dia pun menolaknya. Pengen tahu kronologisnya, yuk simak sama-sama…

Jadi ceritanya, mahasiswi asal Universitas Goldsmith ini akan bertolak ke London dari Bandara Ciampino di Kota Roma, Italia. Ketika di pintu pemeriksaan, dia diminta untuk melepas jilbabnya…

aghnia adzkia via jogja.tribunnews.com

Aghnia Adzkia, mahasiswi asal Indonesia ini rencananya akan naik pesawat dari Roma ke London. Ketika memasuki pintu pemeriksaan, petugas memintanya untuk membuka jilbabnya. Tentu membuka jilbab di ruang tertutup dan didampingi oleh petugas wanita. Setelah melihat ada 2 biarawati yang tidak diminta membuka tutup kepalanya, Aghnia pun protes. Ia merasa mendapatkan sikap yang diskriminatif dari petugas bandara.

Dengan serta merta ia menolak melepas hijab, dan meminta penjelasan terkait peraturan tersebut…

petugas bandara meminta ia melepas hijabnya via metro.co.uk

Advertisement

Demi alasan keamanan, petugas bandara memintanya untuk melepas hijabnya di ruang tertutup, namun Aghnia bergeming. Ia menolak melepas hijabnya karena merasa ada perlakuan diskriminatif kepadanya. Ajakan untuk mengikuti ke ruang tertutup pun ditolak. Ia merasa tak harus membuka hijabnya karena dia bukan teroris. Ini tentang membela hak asasi manusia. Petugas bandara mengatakannya padanya bahwa ia tidak aman jika tak mau membuka hijabnya.

You could hide something in your hair. If you don’t take it off, we do not know if there’s something inside, okay? You are not safe for us.

Bisa jadi kamu menyembunyikan sesuatu di rambutmu. Jika kamu tidak mau membukanya, kami tak tahu jika ada sesuatu di dalamnya ‘kan? Kamu tidak aman buat kami,” ujar petugas bandara tersebut.

Buat kamu yang ingin melihat videonya, begini ekspresi petugas bandara yang meminta Aghnia Adzkia melepas hijabnya…

Petugas ini dengan tegas memaksa Aghnia Adzkia untuk melepas hijabnya jika ingin segera terbang. Mahasiswi asal Indonesia pun tetep kekeuh meminta dasar peraturan untuk melepas jilbab dalam standar keamanan bandara. Pada akhirnya tetap tidak diberikan karena menurut petugasnya tertulis dalam bahasa Italia. Alih alih memberikannya, dia pun ditarik oleh petugas dari area pintu pemeriksaan dan menyuruhnya untuk diam.

Aghnia Adzkia menuliskan kejadian ini di status Facebook-nya, yang entah kenapa kini Facebooknya tidak aktif…

Postingan Facebook Aghnia Adzkia via metro.co.uk

Bagi Aghnia, dia merasa bukan teroris jadi tidak sepatutnya dicurigai sampai diminta melepas hijab, toh sudah ada mesin scan otomatis di bandara yang akan mendeteksi benda-benda asing di tubuh para calon penumpang. Dia menanyakan peraturan yang melarang hal itu karena itu melanggar hak asasi manusia, ketika dia sebagai umat Islam harus membuka hijabnya sementara biarawati tidak sama sekali. Seakan umat Islam seperti teroris.

Saya benar-benar mengerti tentang apa yang terjadi di dunia akhir-akhir ini. Saya berdiri melawan terorisme, dan itu bukanlah Islam,” tutur Aghnia kepada Mail Online.

Pada akhirnya, ia memilih untuk membeli tiket lagi dan berpindah ke Leonardo da Vinci-Fiumicino Airport, masih di Kota Roma. Kali ini ia menuruti permintaan petugas bandara untuk membuka hijabnya.

Nah, menurutmu gimana, Gaes? Dukung sikap Aghnia Adzkia atau tidak?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya