Traveling memang selalu menyenangkan. Seperti biasa, lebih menyenangkan lagi kalau bersama sang terkasih. Atau buat kamu yang terpaksa nggak bisa ngajak pacarmu, ya, apa boleh buat jalan sendiri, meninggalkan dia di rumah dengan segudang rindu.

Eits, buat kamu yang traveling, tentu bahagia dan menyenangkan rasanya. Tapi, pernah nggak kamu memahami apa yang dirasakan pacarmu ketika dia harus menunggumu pulang? Apalagi kamu traveling ke sebuah pelosok daerah yang jauh dari kemapanan dan barang elektronik. Lebih-lebih kamu naik Gunung setinggi Rinjani! Beuh! Begitu rindu yang sungguh menggunung dan kecemasan yang dirasakan pacarmu!

Nah, buat kamu yang ditinggal pacarmu traveling dan menunggu dengan rindu yang sungguh besar, coba deh baca artikel ini. Yup, Hipwee Travel akan berikan beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rindumu atas pacarmu yang traveling atau naik gunung berbulan-bulan berhari-hari!

Baru saja dia pergi, kamu merasakan rindu yang begitu menggebu? Buka ponselmu, pandangilah fotonya dengan rapalan doa.

Mungkin ini hal yang biasa kamu lakukan ketika menahan rindu. Begitu dia selesai pamitan dan mulai meninggalkanmu, perasaan rindu langsung menusuk ke hatimu paling dalam. Kamu yang sangat mencintai pasanganmu pasti tahu bagaimana rasanya harus kehilangan dia, walau hanya untuk sementara. Memandangi foto dan mendoakannya adalah jalan yang bisa kamu lalui untuk mengatasi rindumu itu.

Kalau dia traveling hanya sebentar dan sinyal masih terjangkau, mintalah beberapa foto darinya. Sebagai obat penghilang rindu.

Advertisement

Update foto! via www.facebook.com

Biar komunikasimu dengannya nggak terputus, cobalah untuk meminta beberapa foto darinya. Entah foto dirinya atau pemandangan yang hanya bisa dia nikmati secara langsung. Seenggaknya biar kamu merasa berada di dekatnya setiap saat. Eh, tapi itu kalau ada sinyal, ya! Kecuali memang dia sudah berada di pedalaman yang bahkan listrik pun nggak ada. Sabar.

Rindu biasanya disisipi dengan curiga dan cemburu. Pastikan suruh dia update status!

Update! Kalau ada sinyal. via www.exacttarget.com

Lama tak bertemu, apalagi dia berada di jarak yang tak kasat mata, biasanya curiga dan cemburu mulai mendera. Kamu yang hanya bisa menantinya pulang ke rumah, mulai gelisah dengan apa yang dia lakukan di luar sana. Meski sebenarnya kamu tahu apa yang dia lakukan, tapi curiga itu pasti ada. Ya, karena rindu bagi cewek akan melahirkan emosi yang berlebih, seperti curiga, cemburu, hingga marah-marah nggak jelas. Pikiran seperti,

Dia di sana sama siapa, ya? Wah, si Nurul kan ikut dalam rombongannya! Jangan-jangan mereka satu tenda lagi?! Duh, Koko pasti makan malam berdua Nurul deh pasti! 🙁

– Neneng, pemendam rindu yang ditinggal pacarnya traveling.

Nah, kalau memang masih ada sinyal, mintalah dia untuk update status! Dan jangan berpikir negatif soal dia yang mencintaimu!

Kadang, menatap bintang gemintang dan langit malam bisa sedikit meredakan rasa rindumu. Percayalah, dia juga berada dan menatap langit yang sama di dunia ini.

Menatap langit yang sama. via favim.com

Biasanya, malam dan hujan adalah waktu yang tepat untuk rindu muncul dalam pikiran dan perasaan bagi cewek. Kalau nggak hujan, cobalah keluar rumah, pandangi langit dan bintang-bintang yang menggantung di atas sana. Sugestikanlah dirimu bahwa kamu dan dia berada dan memandang langit yang sama.

Buat apa kamu menangis menahan rindu? Menyatakan rindu lewat tulisan itu lebih elegan!

Tuangkan segala rindumu dalam tulisan! via ottmag.com

Buat kamu yang biasa dan suka menulis, mungkin rindu hanya sebatas kata-kata yang bisa kamu rangkai dalam bingkai doa. Menyatakan rindu lewat tulisan tentu menjadi lebih elegan, daripada kamu harus menangis tersedu-sedu menahan rindu.

Sebisa mungkin, jangan menikmati lantunan lagu dan film yang bisa mengingatkanmu tentangnya. Memikirkannya melulu nggak bikin rindumu berkurang.

Lama-lama nangis… via www.infectiousmagazine.com

Kamu yang terlalu melankolia, coba deh, hindari lagu dan film yang berbau-bau kenangan. Apalagi lagu yang mendayu-dayu dan film yang mengedepankan dramatisasi. Kegiatan ini jelas nggak akan menyelamatkanmu dari gulungan duka di samudera rindumu. Malah kamu akan terus sakit menahan rindu!

Cobalah untuk mencari kegiatan. Dengan kamu sibuk, rasa rindumu yang menggebu itu akan terasa sedikit lebih ringan.

Nyibukin diri aja! via theodysseyonline.com

Menahan rindu, secara tak langsung akan mendewasakanmu loh. Tanpa kamu sadari. Coba deh cari kegiatan yang bisa menyibukkan dirimu, agar hidupmu nggak melulu soal bagaimana caranya menahan rindu dan rasa ingin bertemu. Biarkan dia menikmati traveling-nya, percayalah padanya bahwa dia pergi hanya untuk sementara. Sementara dia traveling mengejar yang ingin dia pelajari, kamu juga bisa belajar untuk bersabar dengan mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Daripada kamu memikirkannya tiap saat, lebih baik kamu mendoakannya dalam diam. Doa adalah sebaik-baiknya rindu yang tertahan, tanpa tangisan.

Mendoakannya. via www.theodysseyonline.com

Padahal pacarmu hanya traveling beberapa hari, tapi rasa rindumu terlalu besar, itu wajar. Apalagi setelah kamu mendapatkan kegiatan yang bisa membuatmu tampak sibuk, tetapi rindu dan rasa ingin bertemu kembali ke permukaan, itu juga wajar. Berbagai cara telah kamu lakukan, tapi rindu terus saja menyelimuti dirimu? Inilah, satu-satunya jalan yang paling santun yang bisa kamu lakukan: mendoakannya dari jauh dalam diam. Sebaik-baiknya pernyataan rindu yang bisa diijabah oleh Tuhan.

Menahan rindu itu emang nggak enak. Terlebih pacarmu traveling hingga sebulan lamanya, tanpa sinyal dan tanpa komunikasi yang lancar. Kuncinya hanya satu, sabar dan doakan saja dia. Toh, dia pergi hanya untuk sementara.

Doakan keselamatan dan kebaikannya. Sejauh dia pergi, setinggi gunung yang didaki, semoga perlindungan-Nya selalu menyertai.

Nah, itulah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi rindu ketika pacarmu traveling berhari-hari, tanpa dan ada sinyal. Kalau kamu, apa yang biasa kamu lakukan?