Ketika berbicara tentang pariwisata menarik di Jawa Timur, yang pertama terbayang di benakmu mungkin kawasan Malang dengan Gunung Bromonya, Kota Batu dengan atraksi spektakulernya, serta Banyuwangi yang alamnya menjadi berlian pariwisata Jawa Timur lewat Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran yang melegenda.

Padahal, kabupaten Tuban yang terletak di jalur Pantura juga memiliki pesona luar biasa yang gak kalah menawan dengan daerah lainnya di jawa Timur. Gak percaya? Inilah kemolekan Bumi Ronggolawe yang membuatnya layak digelari manikam Jawa Timur.

1. Pantai Boom, bekas pelabuhan kuno yang disulap menjadi pantai yang rupawan

Pantai Boom via www.panoramio.com

Tuban punya sejarah panjang sebagai pelabuhan utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang berada di daerah pantai utara Jawa menjadikannya tempat berlabuhnya kapal-kapal niaga sekaligus tempat transit para Wali saat menyebarkan agama Islam di Nusantara. Kini, sisa pelabuhan kuno itu bisa kamu jamahi lewat Pantai Boom yang sudah ditata apik menjadi salah satu objek wisata favorit di Tuban.

Memasuki gerbang, kamu akan disambut dengan karya arsitektur yang unik, lengkap dengan relief-relief yang menceritakan sepenggal sejarah Tuban. Karena letaknya yang cuma 200 meter dari alun-alun, membuat Pantai Boom ramai disinggahi wisatawan maupun anak muda yang ingin menikmati panorama pantai yang berbeda sekalian bersantai atau jogging. Apalagi, pemandangan senja di sini sangat mempesona.

2. Perpaduan hutan yang rimbun dan pantai yang elok bisa kamu temukan di Pantai Sowan

Advertisement

Pantai Sowan via www.flickr.com

Siapa bilang kawasan pantai utara gak punya pantai berpasir putih? Datang aja ke Wana Wisata Sowan di mana kamu bisa menemukan Pantai Sowan yang memiliki lanskap unik. Letaknya di Desa Bogorejo , Kecamatan Bancar, atau sekitar 35 km arah barat dari kota Tuban.

Di balik hutan wisata yang dikelola Perhutani ini, kamu akan menemukan lanskap berupa perpaduan hutan yang rimbun, pantai berpasir putih yang elok lengkap dengan sejumlah perahu yang ditambatkan di sekitar pantai. Pastinya seru deh kalau ngajak pasangan piknik ke sini

3. Sambangi juga Pantai Pasir Putih Remen, wajah baru pantai di Tuban yang eloknya bikin kamu malas pulang

Pantai Pasir Putih Remen via jalan2.com

Dari Pantai Sowan, sekalian aja melipir ke Pantai Pasir Putih Remen. Pantai yang pasirnya putih banget ini memang belum lama diresmikan oleh pemerintah setempat. Tapi, wajah pantai ini akan mengubah cara pandangmu terhadap Tuban dan pantai utara. Soalnya indahnya gak kalah sama pantai-pantai di kawasan selatan, seperti yang ada di Pacitan maupun Gunungkidul.

Pantai yang terletak di Desa Remen, Kecamatan Jenu ini memang agak mblusuk. Tapi, sejumlah kegiatan seru telah menantimu di sana, mulai dari mancing, berenang, mengubur diri di pasir, sampai sekadar dalan-jalan.

4. Tak cuma pantai, Tuban juga diberkahi dengan goa-goa pegunungan kapur yang mempesona. Salah satunya, Goa Akbar yang membuatmu mengagumi keagungan Tuhan

Goa Akbar via www.setapakkecil.com

Letaknya yang berada di kawasan pegunungan kapur utara membuat Tuban memiliki banyak goa. Makanya gak heran kalau kabupaten yang satu ini dijuluki Kota Seribu Goa. Salah satu goa paling istimewa yang bisa kamu nikmati saat berlibur ke Tuban adalah Goa Akbar.

Di Goa Akbar, kamu bisa menikmati megahnya perut bumi di bawah hiruk pikuk Pasar Baru Tuban di pusat kota. Konon, Sunan Bonang mengucapkan “Allahu Akbar” saat pertama kali melihat goa ini; mungkin karena itulah goa dini dinamakan Goa Akbar. Yang jelas, kamu memang bisa menyaksikan keagungan Tuhan lewat ciptaannya yang mempesona ini. Apalagi, goa ini udah dilengkapi dengan bermacam fasilitas seperti penerangan dan jalur wisatawan, jadi gak repot deh kalau pengen menikmatinya.

5.Tuban juga punya air terjun lho. Meski cuma satu-satunya, kemegahan air terjun Nglirip ini bakal bikin kamu ternganga

Air terjun Nglirip via www.wisatatuban.com

Air terjun Nglirip atau yang dikenal juga dengan Grojogan Nglirip ini adalah satu-satunya air terjun di Kabupaten Tuban. Meski begitu, keindahan panorama air terjun ini layak banget untuk kamu jamahi. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan lebar 28 meter. Dengan air yang berwarna kehijauan dan hutan jati di sekelilingnya, air terjun ini pas banget untuk diabadikan lewat frame foto.

Kalau ingin bertandang kemari, datang aja ke Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, sekitar 35 km ke barat daya Tuban. Tapi, sebaiknya gak usah bawa pacar ya kalau hubunganmu mau langgeng, karena konon air terjun ini bisa memutus tali percintaan. Tapi, kalau udah halal sih gak apa-apa.

6. Buat kamu yang menyukai wisata sejarah, religi, dan ziarah, jangan sampai alpa untuk sowan ke makam Sunan Bonang

Makam Sunan Bonang via gotuban.blogspot.com

Selain menjadi pelabuhan penting di era Majapahit, Tuban juga menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa; tak heran kalau kota ini dijuluki Kota Wali. Di pusat kota kamu bisa menemukan makam salah satu Walisongo yang tersohor itu, yaitu Sunan Bonang. Tahu lagu Tombo Ati? Nah, itu adalah salah satu karya Sunan Bonang yang digunakan untuk berdakwah.

Makam Sunan Bonang tak pernah sepi dari peziarah. Masuk kemari, kamu akan melewati beberapa gapura bergaya Hindu-Islam yang otentik. Lalu, kamu bisa melihat cungkup makam asli rendah dan kecil dibawah naaungan cungkup yang megah. Pas banget buat ngadem sekalian berzikir.

7. Kota Wali juga memiliki pondok pesantren yang sangat unik karena letaknya di perut bumi. Gak percaya? Kunjungi saja Ponpes Perut Bumi Al-Maghribi

Ponpes Perut Bumi Tuban via www.youtube.com

Ya, cuma di Tuban kamu bisa menemukan pondok pesantren dan masjid yang letaknya di dalam goa. Makanya, berkunjung ke tempat ini akan memberi pengalaman istimewa buatmu. Ponpes Perut Bumi Al-Maghribi dibangun di dalam goa alami yang telah mati dan terbengkalai. Kini, ornamen-ornamen goa seperti stalagtit dan stalagtit telah mengeras menjadi batuan kapur dan bersinergi harmonis dengan bangunan ponpes beserta masjidnya.

Kini, ponpes yang digagas oleh Kyai Subchan Mubarok ini menjadi salah satu daya tarik bagi peziarah dan wisatawan. Datang aja ke Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding. Kamu juga bisa menyumbang untuk pembangunan ponpes ini, lho.

8. Buat kamu pecinta seafood, nikmati sedapnya kare ranjungan, kuliner andalan Bumi Ronggolawe

Kare ranjungan khas Tuban via subagusindra.wordpress.com

Selain goa dan pantai, Tuban juga terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Salah satu kuliner khas Tuban yang berupa seafood adalah kare ranjungan. Ranjungan alias kepiting laut ini dimasak dengan bumbu pepek yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, terasi, santan kelapa, aneka rempah, dan tentu saja cabe. Yang jelas, daging ranjungan yang empuk berpadu dengan bumbu yagn pedasnya nendang, pasti bikin nagih deh.

9. Tuban juga tersohor dengan masakan menthok-nya. Ada becek menthok dan sate menthok yang dua-duanya wajib kamu coba

Sate menthok via sajianku.com

Menthok atau itik serati adalah unggas sejenis bebek yang memiliki leher dengan kaki lebih pendek. Dagingnya menjadi salah satu olahan andalan di Tuban. Coba deh, cicipi becek menthok, yaitu daging menthok yang dimasak dengan kuah santan yang rasanya gurih dan pedas.

Sementara, kalau kamu suka yang cenderung manis, sate menthok boleh dicoba. Sate ini mirip dengan sate pada umumnya, tapi dengan kombinasi kecap, irisan bawang merah, tomat, jeruk nipis dan sambalnya yang khas, pasti bikin kamu ketagihan.

10. Sempatkan juga untuk berburu legen, minuman khas Tuban. Legen yang alami dan asli cuma bisa kamu temukan di tempat tertentu

Menyaring legen via log.viva.co.id

Kamu mungkin gak asing lagi dengan legen, minuman khas Tuban yang berasal dari nira bunga pohon siwalan atau lontar yang memang banyak tumbuh di daerah ini. Sayangnya, legen alami hasil sadapan hanya sanggup bertahan 3-4 jam usai disadap, sehingga harus cepat-cepat diminum. Kalau enggak, minuman ini akan berubah menjadi tuak yang kadar alkoholnya tinggi.

Untuk mendapatkan legen yang masih alami—yang disadap langsung dari bunga pohon siwalan dengan bumbungan bambu, bukan yang sudah melewati proses pengolahan—kamu mesti menyambangi desa-desa penghasil legen untuk menikmatinya langsung. Rasanya manis bercampur sedikit asam, segar banget diminum di saat terik.

Dengan pesona pariwisata yang demikian luar biasa, kita tentu gak boleh lagi memandang Tuban sebelah mata. Gimana? Siap untuk menjelajah ke sana?