Berbicara mengenai Raja Ampat, bawaannya pengin nabuuuuung mulu. Ya, buat traveler, tentu nabung menjadi reaksi pertama ketika mendengar frasa Raja Ampat. Beda cerita sih buat kamu yang pengin nikah. :p

Sebelum melangkah jauh sampai ke sana, seberapa jauh sih pengetahuanmu tentang secuil surga yang ada di tanah Papua ini? Nah, berikut akan Hipwee Travel ulas seputar Raja Ampat yang membuatmu tertarik untuk segera mengunjunginya!

Apa sih sebenarnya Raja Ampat itu? Pulau, pantai, atau apa? Yuk, kenalan dulu sebelum berangkat ke sana!

Snorkeling asique~ via indonesia.travel

Sebenarnya, Raja Ampat merupakan kepulauan atau empat gugusan pulau yang berdekatan di sisi barat Kepala Burung (Vogelkoop). Gugusan pulau ini terdiri atas Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta, yang secara administrasi berada di bawah wilayah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Wilayah Kepulauan Raja Ampat ini memiliki 4,6 juta hektar luas tanah dan laut. Lebih dari 540 jenis karang, 1500an spesies ikan, dan 700 lebih jenis moluska yang mendiami kawasan ini. Woho! Betapa kaya biota alam di Raja Ampat, ya! Nah, dari kekayaannya inilah Raja Ampat ditasbihkan sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota paling variatif di dunia. The Nature Conservancy dan Conservation International mencatat kira-kira 75% spesies laut di dunia tinggal di gugusan kepulauan ini (data tahun 2015). Hebat, ‘kan?!

Mari membedah keempat pulau besar di Kepulauan Raja Ampat! Empat pulau yang menawarkan surga duniawi~

Advertisement

Biota laut Pulau Salawati. via pinterest.com

Keempat pulau di Kepulauan Raja Ampat ini memiliki luas dan kontur yang berbeda. Namun, di semua tempat ini, kamu bisa menikmati panorama dan kekayaan alam Indonesia yang sangat menawan!

Pulau Waigeo

Pulau yang memiliki luas 3.155 km persegi ini juga disebut sebagai Pulau Amberi atau Pulau Waigiu. Di sebelah barat pulau ini terdapat kota Waisai yang merupakan Ibukota dari Raja Ampat.

Pulau Misool

Pulau ini terletak di sebelah barat ‘kepala burung’ Papua yang berbatasan dengan Laut Seram. Karena letaknya yang bersinggungan dengan Laut Seram, di pulau yang juga memiliki luas kurang lebih 2.340 km persegi ini kamu bisa menyaksikan pergerakan hewan-hewan laut besar yang berkeliaran di lautan, seperti paus, gurita, dan aneka binatang lainnya.

Pulau Salawati

Pulau yang memiliki luas lebih kecil dari Pulau Misool (1623 km persegi) ini adalah habitat ditemukannya ikan pelangi Salawati dari ekspedisi Indonesia dan Perancis. Ikan bernama Melanotaenia Salawati ini merupakan spesies ke-19 yang ditemukan lewat eksplorasi biodiversitas kawasan ekoregion Kepala Burung Papua.

Pulau Batanta

Inilah pulau terkecil di antara gugusan Kepulauan Raja Ampat, yakni hanya seluas 453 km persegi. Kecil banget, ya? Tapi jangan salah, di sini keindahannya bersanding dengan pulau yang lainnya loh!

Nggak ada salahnya kita mengingat sejarah, bukan? Nah, ini dia sejarah dan mitos yang ada di Raja Ampat

Cantik banget! via gotmuck.com

Menurut mitosnya, Raja Ampat ini berasal dari seorang wanita yang menemukan 7 butir telur yang kemudian empat di antaranya menetas dan akhirnya berubah menjadi empat pulau besar di kawasan ini, yang masing-masing dipimpin oleh raja-raja. Sementara tiga tulur lainnya berubah menjadi sesosok hantu, sebuah batu, dan seorang wanita. Entahlah.

Untuk masalah kebudayaan, masyarakat setempat sudah memiliki kepercayaan, islam dan kristen. Uniknya lagi, mereka nggak masalah dengan keadaan heterogen seperti ini. Bahkan, ada pula satu keluarga yang memeluk dua kepercayaan ini. Dan mereka akur!

Ada sebuah peninggalan prasejarah di kawasan Pulau Misool yang dipercaya telah berusia lebih dari 50.000 tahun, berupa cap tangan yang menempel pada dinding batu karang. Ada pula sisa puing-puing pesawat bekas PD II yang karam, seperti di Pulau Wei.

Bagaimana dengan penginapan dan cara untuk bisa ke sana? Banyak jalan loh untuk mencapai kebahagiaan duniawi di tanah Papua~

Banyak jalan dan resort di sini~ via thejournay.com

Satu-satunya jalan termudah adalah dengan menggunakan jalur udara, dan mendarat di Bandara Domine Eduard Osok yang terletak di kota Sorong, Papua Barat. Jalur penerbangan yang menuju ke bandara ini hanya yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Dari Sorong, kamu bisa naik taksi atau ojek menuju pelabuhan Sorong. Nah, dari sini kamu tinggal menyeberang dengan menggunakan kapal ke Waisai, dengan mengocek kantong kira-kira Rp200.000-an. Selain itu, kamu bisa terbang sampai ke Ambon, lalu sambung dengan naik kapal Pelni ke pelabuhan Sorong. Jauh lebih hemat sih, tapi bisa makan waktu 20-30 jam. :))

Untuk penginapan, banyak sekali resort yang telah dibangun di sekitaran tempat wisata ini. Soal harga bervariatif. Tergantung selera dan berat kantongmu, Gaes~

Sesampainya di Raja Ampat, apa sih yang bisa kamu dapatkan? Tentu, kebahagiaan adalah jawaban!

Pulau Wayag, tempat menikmati pulau Karst. :3 via indonesia.travel

Jangan tanyakan apa yang bisa kamu dapatkan dan lakukan di tanah Papua nan menawan ini, ya! Banyak banget! Pertama, begitu kamu sampai di sini, kamu bisa langsung berlayar sepuasnya menggunakan perahu, menjelajahi goa kelelawar, trekking untuk mencari air terjun di pulau Batanta, berlayar dengan kayak, atau sekadar mengamati burung-burung di seluruh langit Raja Ampat. Asyik, bukan?

Eits, belum abis sampai di situ! Nah, buat wisata bahari, kegiatan yang paling dinanti adalah snorkeling! Yeah, mengamati biota laut surga Papua, Raja Ampat-lah juaranya. Selain itu kamu bisa juga loh wreck diving, menyelam untuk menikmati puing-puing reruntuhan di bawah laut Raja Ampat. Buat yang ogah main air, kamu bisa berjemur di indahnya hamparan pasir putih di sepanjang pantai. Tapi rugi sih kalau ke sini nggak main air!

Setelah lelah berwisata bahari, kamu bisa pula mengunjungi Red Bird of Paradise di Pulau Waigeo, berkreasi dengan mencipta patung kayu yang akan diajari oleh suku Asmat atau warga setempat. Setelah itu, kamu bisa menikmati pulau Karst di sekitar Pulau Wayag, memancing santai dengan teknik tradisional ala masyarakat Papua, dan terakhir, kamu bisa belanja oleh-oleh kerajinan masyarakat setempat. Mantap, to?

Nah, itulah ulasan singkat mengenai Raja Ampat yang jelas membuat siapa saja tertarik untuk segera mengunjungi surga duniawi yang ada di tanah Papua. Yuk, nabung buat jalan ke Raja Ampat!