Apa yang terbersit di pikiranmu ketika mendengar tentang Kota Sawahlunto? Kota tambang? Iya, tapi sekarang ada yang baru di kota ini, sebuah potensi wisata baru yang mulai ramai dikunjungi. Bertempat di kawasan objek wisata Puncak Cemara di Kecamatan Barangin, destinasi ini berjarak sekitar satu kilometer dari pusat Kota Sawahlunto. Monumen Kesetiaan namanya. Kok yang tema cinta-cintaan lagi rame ya kayanya. Yuk cari tahu sejatinya ini monumen apa…

Pemerintah Kota Sawahlunto me-launching sebuah tugu di kawasan taman bermain Puncak Cemara pada Februari 2015 silam. Tanpa diprediksi sebelumnya, tugu ini bernama Monumen Kesetiaan

kenalan dulu, ini namanya Monumen Kesetiaan via www.onlineindo.tv

Ya, Sawahlunto memang dikenal sebagai sebuah kota tambang, yang kini terus berusaha menghadirkan daya tariknya untuk menjadi kota wisata tambang. Pembenahan dan penambahan fasilitas pun terus dilakukan untuk dapat memberikan kepuasan kepada pengunjungnya. Di Sawahlunto ini, ada sebuah objek wisata yang menyimpan sebuah pemandangan menarik, dari sebuah spot yang berada di ‘pinggang’ Gunung Pari, dengan dikelilingi oleh batang-batang cemara. Nah, di tempat yang disebut Puncak Cemara inilah kini ada destinasi yang semakin hits dikunjungi oleh para remaja Sumatera. Eh, yang dari Jawa sudah ke sana belum ya?

Monumen Kesetiaan ini diidentikkan sebagai wadah bagi para pasangan untuk mengikrarkan janji-janji setia lewat bantuan gembok. Yang jomblo boleh lho ke sini juga, siapa tahu malah ketemu jodohnya

lagi-lagi ini tentang gembok cinta via penaone.com

Sama seperti yang sudah-sudah, ini masih tentang gembok cinta. Di spot wisata bernama Puncak Cemara tadi, ada sebuah bangunan berukuran kurang lebih 2 meter persegi, yang dinamakan Monumen Kesetiaan. Selain memasang gembok dan mengikrarkan janji setia kepada pasangan, di sini para pengunjung bisa leluasa menjamah indahnya pemandangan kota tua bekas penjajahan kolonial Belanda. Kamu akan berdecak kagum memandang ke arah bawah, percayalah. Udara perbukitan yang sejuk akan kamu dapati, tempat ini cocok untukmu menghabiskan waktu di setiap akhir pekan.

Kamu salah kalau hanya memaknai kata kesetiaan hanya sebatas kepada pasangan. Karena makna yang diciptakan sejatinya tak berhenti pada hal itu saja

Advertisement

Taufik Hidayat aja kemari via sumbar.antaranews.com

Saat pertama kali diresmikan pada 15 Februari 2015 silam, Walikota Sawahlunto juga turut memasangkan gembok kesetiaannya pada monumen ini. Nah, kala itu, Walikota yang bernama Ali Yusuf itu juga mengikrarkan kesetiaannya kepada agama, bangsa, dan negara. Jadi, kesetiaan itu punya banyak makna ‘kan? Jangan kepikiran dia yang mengkhianatimu terus-terusan. Monumen Kesetiaan bisa dimaknai dengan berbagai cara dan kondisi. Termasuk kalau kamu seorang jomblo sekalipun, tak ada larangan untuk mengikuti gaya kekinian dengan memasang gembok di monumen ini. Bisa jadi berarti kamu setia menanti pasangan yang halal ‘kan?

Jadi, di Monumen Kesetiaan ini tak hanya ada nama pasangan saja, tapi juga nama kelompok, komunitas, dan semacamnya. Gimana sih cara kalau ingin eksis juga?

dan mereka pun rebutan via twicsy.com

Kalau kamu mau ikutan, setelah memasang gembok pada monumen ini, silahkan buang kunci pembuka gemboknya. Sehingga, gembok yang telah ada di instalasi khusus ini tak akan pernah terbuka lagi untuk selamanya. Harapan semua orang sih sama, kesetiaan pasangan, kelompok, atau komunitas akan sekuat gembok yang sudah terpasang nama-nama itu tadi. Setelah peresmian monumen, Sang Walikota bahkan menjamin bahwa Monumen Kesetiaan yang mirip dengan gembok cinta di Paris ini tidak akan menjadi tempat maksiat. Sebab, akan dibungkus dengan nuansa islami, dan jadi layak dikunjungi seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya untuk pasangan, karena kawasan dengan luas sekitar 100 meter persegi yang dirancang terbuka ini juga mampu menjadi daya tarik bagi keluarga

kemari siapapun bukan masalah via fhiaft.blogspot.com

Selain mengikrarkan kesetiaan, di lokasi ini para pengunjung biasanya juga akan berfoto ria atau “selfie.” Lokasi ini juga dijamin aman dari kemaksiatan lantaran dijaga oleh enam orang petugas Satpol PP setempat selama 24 jam yang bergiliran dengan tiga kali pergantian waktu jaga. Cukup tenar di media sosial, hal ini pun berimbas pada tingginya minat pengunjung untuk datang ke Monumen Kesetiaan. Tentu saja hal ini mendatangkan keuntungan bagi para pedagang makanan kecil dan minuman ringan di sekitarnya.

“Ratusan orang datang silih berganti ke tempat ini setiap hari dan rata-rata mereka berbelanja makanan dan minuman disini,” kata Gepeng, salah seorang pedagang kecil di lokasi Monumen Kesetiaan, dikutip dari antaranews.com.

Lalu, kamu sudah tergiur untuk pergi ke sini?  Yakin nggak penasaran dengan objek wisata yang kekinian ini?  Yuk, luangkan waktumu dari kepenatan rutinitas sehari-hari, supaya fisik dan hatimu bisa sedikit berelaksasi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya