Jika kamu ditanya satu pulau kecil di Indonesia yang sanggup menyuguhkan komplitnya destinasi travelling, kamu harus cepat menjawab pulau itu ialah FLORES! Ya, Flores! Sekali lagi Flores! Lho, kenapa bukan Bali? Karena kalau menjawab Bali, jawaban itu sudah terlalu biasa, tak menantang. Oke… Di pulau yang bermakna ‘Bunga’ ini, kamu akan berjumpa dengan keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, keunikan flora fauna, suasana sunyi, indahnya toleransi dan keajaiban kehidupan! Pandangan hidupmu bisa berubah setelah kamu travelling mendalam di Flores. Yakinlah, di sini kamu akan sungguh-sungguh ditempa sebagai seorang traveller sejati.

Flores merupakan salah satu pulau utama di provinsi Nusa Tenggara Timur. Di peta Indonesia, kamu bisa menemuinya di gugusan pulau-pulau yang memanjang dari Bali ke arah timur. Saat bertandang ke Flores, paling menarik adalah memulainya dari pintu timur, yakni kota Maumere. Kamu akan terkesan saat menyisir pesona luar Flores dari timur ke barat, hingga berakhir di Labuan Bajo dan Komodo.

Oke, langsung saja! Hipwee kali ini akan memberikan 9 destinasi keren di Flores yang akan mengajarimu menjadi traveller sejati.

1. Hore tiba di Maumere! Pantai Koka menjadi perkenalanmu tentang indahnya alam Flores

Pantai Koka yang mengundangmu untuk berlari di atas pasir putihnya. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Selamat datang di Flores! Kamu sudah tiba di negeri yang molek, yang memiliki garis-garis pantai indah nan berpasir putih di kaki-kaki gunung berapi dengan kampung-kampung budaya yang eksotik. Maumere adalah kota pertama yang harus kamu jelajahi. Kamu bisa rasakan manisnya Pantai Koka yang terletak sekitar 40 km dari pusat kota Maumere. Pantai Koka akan membelalakkan matamu betapa pantai berpasir putih nan halus dengan guratan perbukitan savana itu benar-benar nyata di Flores. Setengah hari sedari pagi di sini akan membuatmu rileks untuk mengawali perjalanan overland Flores. Oh ya, kamu perlu mampir sebentar di Desa Sikka untuk menemui Gereja Tua Sikka yang sejarahnya terentang dari abad ke 14 dan menikmati kerajinan tenunnya yang sangat cantik, searah dengan Pantai Koka kok.

2. Wisatawan sering melalaikan Larantuka, padahal kota ini disebut Vatican of Indonesia. Hebat itu jika kamu ke sini dan belajar toleransi

Advertisement

Gereja Katedral Reinha Rosari, ikon kota Larantuka yang menjadi pusat Semana Santa. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Lokasinya yang berada di ujung timur Flores tak membuat Larantuka dianggap sebagai pintu timur wisata Flores. Oleh karena itu, pasti belum banyak yang tahu tentang pesona ajaib Larantuka! Sebagai traveller, kamu pun harus tertantang untuk melihat langsung apa pesonanya. Bagi penganut Katolik, Larantuka adalah kota penting di dunia. Datanglah saat Paskah, kamu akan menyaksikan perayaan Paskah yang sangat meriah dan dianggap terbesar di belahan bumi sebelah timur. Nama perayaannya Semana Santa. Woow!

Uniknya, toleransi sangat agung di sini. Warga Muslim dari pulau-pulau sekitar juga turut datang untuk memeriahkan, meski tidak merayakan. Oh ya, kamu pun tak usah ragu pergi ke Larantuka di hari biasa. Kamu tetap akan disuguhi Larantuka dengan panorama laut gunungnya yang memesona dan kampung budayanya yang menawan.

 

3. Lihatlah sunrise terindah Indonesia di Kawah Kelimutu yang punya keajaiban kawah tiga warna. Eksotismenya bikin kamu merinding

Cantiknya sunrise Kelimutu yang legendaris. Wajib kalau di Flores via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Bagi kamu yang sempat mengalami uang 5000 yang mana ada gambar danau tiga warna, nah buktikanlah di Kawah Kelimutu, Ende! Kawah Kelimutu menjadi pesona paling terkenal dari Flores sejak zaman dulu kala. Datanglah di saat subuh untuk menemui eloknya sunrise yang sering disebut sebagai yang terindah di Indonesia. Meski di puncak gunung, kamu tak terlalu bersusah payah untuk menjangkaunya, paling jalan kaki selama setengah jam. Kamu akan menjumpai panorama langit yang perlahan memerah, lalu sinar mentari merayapi jajaran pegunungan berkabut dan kamu pun mulau takjub dengan kawah yang memiliki tiga warna berbeda. Epic!

Kawah Kelimutu merupakan tempat yang sakral bagi masyarakat Lio, suku asli setempat, yang dimaknai sebagai tempat persemayaman arwah. Tapi, tenang, kamu tak perlu takut selagi kamu penuhi moral dan etika. Menyesap embun pagi di Kelimutu harus kamu sempurnakan dengan menyeruput minimal segelas kopi organik asli lereng Kelimutu yang dijajakan warga.

 

4. Sampai ke Ende, mari berkunjung ke tempat rahim Pancasila. Cari tahu bagaimana Bung Karno mendapatkan inspirasi untuk Pancasila di kota ini

Rumah Pengasingan Soekarno di Ende. Sejarah rahim Pancasila. via www.diasporaiqbal.blogspot.com

Andai Soekarno tak diasingkan ke Ende oleh kolonial Belanda, mungkin Pancasila tak lahir seperti yang kita pahami sekarang sebagai dasar negara Indonesia. Kota kecil Ende menjadi tempat Soekarno menjalani pengasingan selama empat tahun, 1934 -1938. Kamu pun bisa menapaktilas kehidupan Soekarno di Ende dengan berkunjung ke destinasi-destinasi pentingnya. Wajib pertama adalah ke Rumah Pengasingan Soekarno. Kamu akan menyaksikan rumah tua nan sederhana dimana Soekarno tinggal dan melewatkan kehidupannya bersama istrinya: Ibu Inggit. Kamu pun bisa beranjak ke Taman Perenungan Bung Karno untuk merenung di bawah Pohon Sukun bercabang lima seperti Bung Karno yang biasa lakukan di Ende.

Oh ya, jangan ketinggalan telusuri kehidupan masyarakatnya yang ramah di setiap penjuru kota kecil dan jajal kulinernya. Selanjutnya kamu bisa berkunjung kesekitar Ende untuk menjumpai kampung tradisional asli suku Lio, semisal di kampung Wolotopo, kampung Saga, dan kampung Wologai.

5. Di Riung, kamu akan menemui ruang riang di alam yang sejati. Panorama atas dan bawah lautnya menakjubkan

Pesona manis Riung yang bikin riang. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Saatnya kini kamu memesrai kembali alam Flores yang sunyi tapi meriah dengan pesonanya. Riung adalah tempat tepat untuk merasakan suasana itu. Riung cukup terpencil dan tak semua traveller akan mampir ke sana selama overland Flores. Nah, bukankah ini yang menantang? Traveller sejati wajib hadapi! Lewatlah jalur dari Mbay, Nagekeo, kamu akan menjumpai savana luas di perjalanan yang menghampari perpaduan bukit-bukit landai dan curam. Tiba di Riung, sediakanlah sehari untuk mengeksplorasi destinasi yang dikenal Taman Laut 17 Riung. Walau dinamai 17 yang dimaksudkan agar lebih dikenal sesuai tanggal sakral 17 Agustus 1945, tapi ternyata ada 24 pulau cantik yang beruntaian di kawasan ini.

Pulau yang wajib kamu jelajahi adalah Pulau Kolong yang menyuguhkan ribuan kalong, Pulau Rutong, Pulau Tembang, Pulau Bampa dan Pulau Tiga yang memiliki panorama bawah laut dan atas laut yang menakjubkan. Tahukah kamu? Di Pulau Ontoloe Riung ini juga bisa dijumpai komodo lho yang berukuran lebih kecil dibandingkan di Pulau Komodo. Riung pun sering disebut sebagai Pulau Komodo versi mini.

6. Kampung Bena di Bajawa yang sanggup melemparkanmu ke zaman batu megalitikum. Kampung yang sangat manis di kaki gunung Inerie

Kampung Bena yang tua nan eksotis. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Mau merasakan waktu yang terhenti dimana kehidupan zaman batu masih dapat kamu nikmati beserta  masyarakatnya yang ramah dan suka tersenyum sampai kelihatan giginya yang memerah karena sirih pinang, Kampung Bena adalah tujuannya. Sudah 1200 tahun, kampung Bena tetap lestari menjaga kebudayaan megalitikumnya. Oh ya, bayangkan 1200 tahun itu sekitar seusia Candi Borobudur lho.. Kamu akan disuguhi puluhan rumah tradisional Suku Ngada yang berdiri manis pada hamparan tanah bertingkat-tingkat dengan suasana menghijau di dekap Gunung Inerie yang gagah menjulang. Di tengah perkampungan, berpasang-pasang Ngadu dan Bhaga, pasangan simbol leluhur orang Ngada akan menghiasi yang didaulat sebagai penanda makin epic-nya Kampung Bena. Makin asyiknya, kamu akan sering disapa masyarakatnya yang sangat terbuka kepada para wisatawan.

7. Mumpung travelling di Flores, apapun caranya kamu harus usaha untuk ke negeri dongeng Wae Rebo. Kalau tidak, bisa menyesal seumur hidup

Negeri dongeng Wae Rebo yang menakjubkan. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Negeri dongeng? Emang ada ya?

Nah, ini nyata lho, nyata di Indonesia!

Yups, memang benar negeri dongeng itu ada jika kamu tahu tentang Wae Rebo. Kampung yang berada di jantung pelosok negeri Manggarai Flores ini awalnya seperti samar-samar keberadaannya. Nah, kamu memang perlu upaya lebih untuk bisa hadir di kampung mini yang didekap sayang oleh pegunungan berketinggian di atas 1700 meter. Kamu harus menuju kampung kecil Denge yang lalu dilanjutkan jalan kaki selama 4 jam, ya cuma bisa diakses jalan kaki!

Namun percayalah, kamu akan takjub tiada habisnya saat menjumpai tujuh rumah kerucut melingkar di atas cekungan berumput yang kadangkala terselimut kabut! Di Wae Rebo yang berusia 20 generasi ini, kamu akan didaulat menjadi anak Wae Rebo melalui upacara Wae Lu’u. Setelah itu, puaskanlah dirimu untuk saling sapa dengan warga dan aneka pesona luar biasa Wae Rebo. Wajib kamu coba kopinya juga yang tak akan membuat lambungmu bermasalah meski sehari kamu minum 6 kali!

 

8. Jika Hollywood bisa bikin film Spiderman, orang Manggarai Flores sudah ribuan tahun lalu bisa bikin sawah jaring laba-laba yang bertradisi luhur. Keren kan!

Cahaya tirai surgawi menyapa Lingko Lodok, sawah laba-laba Manggarai. Epic. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Perjalananmu lepas dari Ruteng menuju Labuan Bajo, sempatkanlah mampir untuk menyaksikan mahakarya orang Manggarai. Di daerah Cancar, kamu akan berjumpa dengan panorama sawah yang tak ada duanya di dunia. Kawasan sawah ini berbentuk sekumpulan ‘jaring laba-laba’ yang dibatasi oleh perbukitan hijau yang menawan. Untuk menyaksikan lanskap sempurna, naiklah ke Golo Weol dan siaplah dengan panorama apik dan semilir angin yang berhembus manis. Sawah jaring laba-laba ini memiliki nama Lingko Lodok. Sebelum terkikis oleh rupa sawah persegi karena bentukan irigasi modern, kamu harus menjumpai Sawah Lingko yang sudah ribuan tahun menjadi penunjang peradaban orang Manggarai. Ada makna luhur pada Sawah Lingko tentang pembagian tanah, hak waris, air dan tradisi lainnya.

 

9. Sempurnakanlah perjalananmu di Flores dengan menyapa si naga purba Komodo. Jelajahi alamnya yang sungguh epic dan sanggup melemparkanmu ke zaman Jurrasic

Komodo, sang naga purba di zaman robot. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Seluruh dunia sudah tahu bahwa Komodo merupakan hewan langka yang menjadi peninggalan jejak Dinosaurus yang tersisa di zaman robot ini. Maka, selagi di Flores, menyapa komodo langsung di habitat liarnya adalah kesempatan yang tak boleh dilewatkan.Nah, di Labuan Bajo, ikutilah rombongan trip yang akan mengantarkanmu Sailing Komodo beberapa hari. Tujuan utama tentu saja menyaksikan komodo di Pulau Komodo dan Rinca yang menjadi hewan eksotik tapi salah satu yang mematikan di dunia. Tapi tenang, ada ranger lokal yang profesional memandumu selama berada di area Taman Nasional Komodo.

Selanjutnya, kamu kudu mengeksplorasi panorama alam Komodo dan pulau-pulau sekitarnya yang maha menawan. Datanglah ke Pantai Pink yang nyata berpasir merah muda kontras dengan guratan savana menghijau dan lautan hijau toska penuh terumbu karang nan cantik. Kunjungilah Gili Laba dan Pulau Padar yang sanggup melemparkanmu pada panorama zaman Jurrasic. Divinglah ke dalam lautan tenang di spot-spot berkelas dunia seperti Manta Point. Atau, sekedar snorkeling santai di Pulau Kanawa dan Pulau Kelor pun bisa jadi pujaan yang menyenangkan.

Berapa butuh waktu mengeksplorasi Flores biar ‘feel’ travellingnya dapat? Saya menjalaninya selama dua minggu. Tentu lebih lama lebih bagus. Berapa budget-nya? Nah kalau ingin merasakan sensasi mendalam sekaligus murah, cara backpacker adalah pilihan. Paling tidak kamu butuh kisaran 6 juta tanpa termasuk tiket pesawat. Mulai kini kamu perlu menabung, travellers! Kalau ingin tak repot, ikutilah jasa trip dan tour, namun biayanya bisa saja lebih mahal dibanding ketika berangkat sendiri.

Enaknya travelling ke Flores adalah bersama sahabat lho. Eh tapi kalau ingin ajak pacarmu (kalau punya, mblo) ya bisa juga.