“Kaledonia Baru itu apaan? Lokasinya di mana, ya? Gue nggak pernah denger, tuh”

Mungkin nama negara ini terdengar asing di telinga kalian. Bagaimana tidak, negara yang satu ini bukanlah negara yang mempunyai pengaruh besar bagi negara kita. Di televisi ataupun di media Indonesia nama Kaledonia juga jarang didengar. Letaknya yang termasuk antah berantah bisa jadi penyebabnya. Di sebelah selatan Papua Nugini serta sebelah timur Australia. Tahu?

Namun jika kamu mau mencari tahu, sebenarnya negara kepulauan ini punya hubungan yang erat dengan Indonesia. Kalau selama ini kamu cuma tahu Suriname sebagai negara lain yang memiliki populasi orang Jawa, ternyata di Kaledonia Baru ini juga banyak orang Jawa yang tinggal di sana.

Meskipun letaknya antah berantah, namun banyak orang Jawa di sana. Bahkan jadi salah satu suku mayoritas loh

Tuh buktinya! Sampai ada yang jadi Wali Kota~ via www.luhakkepenuhan.com

Terletak di sebelah selatan Papua Nugini serta sebelah Timur Australia, Kaledonia Baru memang tak begitu banyak dikenal orang. Luasnya pun juga berkisar 18,575 kilometer persegi saja, cukup kecil untuk ukuran negara kepualauan. Namun siapa sangka di sana ternyata banyak orang Jawanya!

Advertisement

Penduduk Kaledonia Baru memang terdiri atas berbagai etnis. Mulai dari Eropa, Afrika hingga Asia ada. Namun, etnis Jawa menjadi salah yang satu yang terbanyak. Total ada sekitar 7000 orang Jawa yang menetap di Kaledonia Baru. Nah, yang bikin unik adalah persebarannya. Dari 7000 orang tersebut, mereka tak menetap dalam satu tempat. Kamu bisa menemukan orang Jawa di setiap sudut Kaledonia Baru! Karenanya orang Jawa di sana sangat diperhitungkan. Sampai ada yang jadi Wali Kota juga, loh. Keren, kan…

Sejarahnya, orang Jawa di Kaledonia adalah kaum pekerja yang dibawa oleh Belanda untuk jadi penambang Nikel di sana

Sejak zaman penjajahan Belanda dipaksa jadi pekerja~ via www.kaskus.co.id

Kamu mungkin bertanya-tanya, kok bisa sih orang Jawa sampai ke Kaledonia? Apa mereka berenang menyeberang laut atas kemauan sendiri? Jawabnya tentu tidak. Orang-orang Jawa bisa sampai di negara bernama Kaledonia baru ini atas jasa bangsa Belanda.

Pada zaman penjajahan dulu, banyak orang Jawa yang dikirim ke Kaledonia Baru untuk dipekerjakan di berbagai sektor, utamanya sih pertanian dan tambang nikel. Alasannya karena orang Jawa memiliki postur tubuh kecil yang memungkinkan mereka masuk ke lubang tambang yang kecil.

Setelahnya, orang Jawa di Kaledonia Baru dibagi menjadi tiga golongan: Niaouli, Wong Baleh dan Wong Jukuan. Penasaran?

Ada tiga golongan, nih… via www.kaskus.co.id

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah orang Jawa yang berada di Kaledonia Baru semakin bertambah. Seiring dengan berjalannya waktu pula, muncullah tiga golongan yang akhirnya membedakan orang-orang Jawa yang tinggal di sana.

Pertama ada golongan Niaouli. Mereka adalah orang Jawa yang lahir di Kaledonia Baru, namun memiliki orangtua yang merupakan kelahiran Jawa. Kedua, ada golongan Wong Baleh. Sosok orang Jawa yang pernah pergi dari Kaledonia Baru dengan alasannya masing-masing, namun kembali dan menetap di Kaledonia Baru lagi. Nah yang ketiga ada golongan Jukuan. Mereka yang lahir di tanah Jawa, namun dibawa dan akhirnya tinggal di Kaledonia Baru sana.

Karena itu jangan kaget jika mendengar bahasa Jawa di sana. Seperti di Suriname, bahasa Jawa adalah bahasa keseharian mereka

Bahasa Jawa sudah biasa di sana via www.kaskus.co.id

Dengan banyaknya orang Jawa yang tinggal dan beranak pinak di Kaledonia Baru, jangan kaget jika terdengar sayup percakapan dengan bahasa Jawa di sana. Iya, sama seperti di Suriname, orang-orang Jawa di Kaledonia Baru menggunakan bahasa Jawa untuk bahasa sehari-hari mereka. Dan karena persebaran orang Jawa di Kaledonia Baru yang merata, kamu pasti menemukan penutur Jawa di setiap sudut negara tersebut. Yah, meski bahasa resmi negaranya adalah bahasa Perancis, namun orang Jawa di sana masih menjaga erat bahasa asli nenek moyang mereka; bahasa Jawa!

Pun demikian dengan urusan budaya, mereka masih memegang kuat adat Jawa. Masa iya kita malah yang di Jawa malah lupa sama Jawanya…

Orang Jawa di Kaledonia Baru malah antusias belajar dan menjaga budaya Jawa via beritadaerah.co.id

Tak cuma terbatas dalam urusan bahasa saja, orang-orang Jawa yang tinggal Kaledonia Baru ternyata juga masih memegang kuat adat Jawanya. Mulai dari khitan, upacara pernikahan hingga kebiasaan sehari-hari, masih banyak orang Jawa yang masih njawani (menjaga Jawanya). Bahkan kalau kamu main ke sana, kamu pasti akan langsung klop dengan mereka. Yah, kebiasaannya sama sih dengan orang Jawa yang tinggal di Indonesia. Nah, mereka saja masih menjaga Jawanya, kamu yang tinggal dan besar di Jawa masa iya malah jadi “wong Jowo seng lali Jowone”, sih?


Nggak nyangka ya kita punya saudara Jawa di negara lain. Selama ini yang kita tahu paling cuma di Suriname saja, namun ternyata di Kaledonia Baru juga ada! Buat kamu yang tertarik untuk menikmati pesona alam khas negara pasifik di Kaledonia Baru, kamu nggak perlu khawatir. Banyak orang Jawa kok di sana. 😀

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!