Banyuwangi memang tak akan pernah bosan untuk kamu nikmati keindahannya. Tak akan ada yang menolak jika diajak menyaksikan api biru di Kawah Ijen yang cuma ada dua di dunia. Eksotisme Savana Bekol di Taman Nasional Baluran tak perlu membuatmu jauh-jauh ke Afrika. Belum lagi pantai-pantai eksotis yang tak akan pernah habis kamu jelajahi.

Namun, ternyata masih banyak yang bingung mengenai seperti apa sih biar traveling ke Banyuwangi itu benar-benar menyenangkan. Untuk itu, Hipwee travel akan berbagi tips agar kamu tak perlu ragu lagi untuk segera jalan-jalan ke Banyuwangi.

Datanglah ketika musim kemarau, kamu akan merasakan sensasi savana Afrika di Taman Nasional Baluran.

The Lonely Tree, lansekap khas Taman Nasional Baluran via www.asliindonesia.net

Bulan terbaik untuk datang ke Taman Nasional Baluran adalah bulan Juli-Oktober, bulan-bulan terkering dalam setahun. Jika kamu datang di bulan-bulan tersebut, nuansa savana Afrika akan kamu dapatkan disana. Rumput-rumput kering berwarna kecoklatan yang menjadi ciri khas savana-savana di Afrika, bisa kamu nikmati disini.

Di bulan yang sama, lanjutkan perjalananmu ke Kawah Ijen. Kamu akan mendapatkan pemandangan terbaik.

Si Api Biru via www.flickr.com

Advertisement

Juli-September adalah waktu yang pas untuk datang ke Kawah Ijen. Ketika musim kemarau, jalur pendakian akan lebih aman karena tidak licin. Selain itu langit akan bersih dari awan sehingga kamu juga bisa menikmati pemandangan langit yang luar biasa.

Gunakanlah Kereta untuk menghemat anggaranmu, ya!

Naik Kereta Api..tut…tut…tut… via klasik.kontan.co.id

Ada beberapa kereta yang bisa kamu gunakan untuk mencapai Banyuwangi. Untuk Kereta Ekonomi ada Sritanjung yang berangkat dari Jogja dan Probowangi dari Surabaya. Kamu nggak akan khawatir gadgetmu kehabisan batere dengan tersedianya plug listrik yang mayoritas berfungsi dengan baik. Siapa tahu kan, kamu bisa ketemu jodoh di kereta.

Kalau mau lebih murah lagi, kamu bisa menggunakan bus antar provinsi aja

Kamu bisa naik bus dari Surabaya via adhityadwikristanto.wordpress.com

Kamu bisa menggunakan bus dari Surabaya maupun Bali untuk mencapai Banyuwangi. Jika dari Surabaya, gunakanlah bus via Bondowoso, jangan yang via Jember. Jarak yang normalnya ditempuh 7 jam akan jadi lebih lama jika kamu menggunakan bus Surabaya-Banyuwangi yang menggunakan rute Jember.

Sementara dari Denpasar kamu akan menempuh jarak yang lebih dekat. Banyuwangi-Denpasar hanya akan kamu tempuh selama 4 jam jika menggunakan bus.

Kamu juga bisa menggunakan angkutan umum untuk menuju ke Kawah Ijen

Kamu bisa naik angkutan dari terminal via www.loop.co.id

Memang, untuk lebih puas menikmati Banyuwangi, lebih menyenangkan menggunakan kendaraan pribadi. Banyak persewaan mobil dan motor di sekitar terminal dan stasiun. Namun, jika kamu memang ingin menekan budget, kamu juga bisa menggunakan angkutan umum. Dari Banyuwangi kamu bisa naik angkutan desa hingga Kecamatan Licin. Ongkosnya paling cuma 10.000. Dari Kecamatan Licin, kamu bisa menumpang truk pengangkut belerang hingga pos paltuding dengan membayar 5000 rupiah per orangnya. Gimana, murah kan?

Mulailah mendaki sebelum jam 1 pagi agar kamu tidak ketinggalan untuk menikmati Blue Fire.

Blue Fire bisa kamu nikmati pada dini hari via www.flickr.com

Jarak dari pos Paltuding ke Kawah Ijen adalah sekitar 3km dengan mayoritas berupa tanjakan tanah berpasir. Biasanya dalam 2.5 jam, kamu sudah bisa sampai di kawah. Namun, jika kamu merasa jalanmu lambat di tanjakan, lebih baik kamu memulai pendakianmu lebih awal.

Pemandangan Blue Fire bisa kamu nikmati hingga menjelang shubuh sekitar pukul 4.30. Kamu bisa memulai pendakian menyesuaikan kekuatanmu. Jika merasa jalanmu cukup lambat, kamu bisa memulai pendakian jam 1 atau bahkan jam 12 malam. Namun ingat, kamu juga tidak bisa terlalu lama berada di kawah karena asap belerang yang sangat pekat.

Selalu sediakan kacamata dan masker yang tebal agar kamu bisa menikmati blue fire dengan sempurna.

Jangan lupa gunakan masker untuk melindungi paru-parumu via www.tripadvisor.com

Asap belerang di sekitar kawah sangatlah pekat. Sangat berbahaya jika dihirup langsung atau terkena mata. Gunakanlah masker yang cukup tebal dan telah dibasuh dengan air agar bisa menyaring asap belerang agar tidak kamu hirup.

Jangan lupa gunakan juga kacamata yang cukup rapat menutup matamu. Asap belerang sangat perih jika terkena mata. Ya masa kamu mau liat sambil merem.

Belilah Kerajinan dari batu belerang untk menghargai kerja keras penambang.

Kamu bisa membeli kerajinan dari belerang yang lucu-lucu via ketikakubicara.wordpress.com

Selain menawarkan keajaiban pemandangan Blue Fire, ada sisi kemanusiaan yang sangat dalam di Kawah Ijen ini. Ada puluhan penambang belerang yang tiap hari menghirup gas berbahaya ini demi bayaran yang tak seberapa. Pun mereka harus memikul belerang-belerang tersebut ke bawah yang beratnya tak tanggung-tanggung bisa mencapai 80-100kg tiap pikulnya. Dan sehari bisa bolak-balik hingga 2 atau 3 kali. Kita yang nggak bawa apa-apa aja kadang udah ngos-ngosan.

Nah, untuk menghargai kerja keras bapak-bapak ini kamu bisa membeli banyak kerajinan dari batu belerang. Bentuk hiasannya lucu-lucu dan bisa kamu pajang di rumah. Harganya nggak mahal kok. Tapi, akan sangat berarti buat mereka. Ya, traveling sekalian membantu meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat lah.

Jadi gimana nih, Travelers? Masih ragu lagi untuk backpackeran ke Banyuwangi? Semoga dengan tips-tips tadi kamu nggak bingung lagi kalau mau backpackeran ke Banyuwangi. Si api biru udah nungguin lho.