Menurut Hipwee, kuliah adalah salah satu masa muda yang paling membahagiakan. Meskipun gak selalu menyenangkan—kamu seringkali berhadapan dengan tugas-tugas yang mengharuskanmu begadang— inilah masa di mana kamu bisa mengenal dan mengeksplorasi dirimu sendiri. Salah satunya, memuaskan hobi jalan-jalanmu sebelum memasuki dunia kerja yang bisa begitu menyita waktu.

Jika kamu memang sangat menggemari jalan-jalan, memilih jurusan kuliah juga sebaiknya gak sembarangan. Kalau memungkinkan, pilihlah jurusan yang bisa mendukung hobimu itu. Nah, jurusan apa aja sih yang bisa mendukung hobi travelingmu? Nih Hipwee kasih sedikit bocorannya.

1. Jurusan Pariwisata. Tak hanya bisa jalan-jalan, kamu akan dibimbing menjadi seorang profesional.

Jurusan Pariwisata via mrl.upi.edu

Dengan alasan yang sudah jelas, sekolah tinggi maupun akademi pariwisata memberikanmu bukan hanya kesempatan untuk mengenal seluk beluk ilmu kepariwisataan serta bisnis pariwisata, tapi juga memberimu kesempatan untuk menjajal langsung destinasi-destinasi wisata yang tentunya didukung oleh kampus.

Contohnya, program studi Manajemen Bisnis Perjalanan. Kamu akan mempelajari bisnis travel, mulai dari cara-cara reservation, ticketing, cargo, sampai guiding. Nah, saat belajar guiding, kamu akan diajak mengunjungi dan mempelajari obyek-obyek wisata tanpa harus merogoh kocek lebih; semua dibiayai kampus. Menarik, ‘kan?

2. Lewat Antropologi, traveling tak sekadar jalan-jalan, foto, dan makan-makan. Kamu wajib juga mempelajari budaya masyarakat setempat.

Advertisement

Berinteraksi sekaligus mempelajari tradisi. via dpw-fortius.blogspot.com

Buat kamu yang ‘kepo’ dengan kehidupan manusia dan budayanya, nih Hipwee rekomendasikan satu jurusan yang mungkin pas buat kamu: antropologi. Lewat antropologi, kamu berkesempatan untuk mengenal budaya masyarakat—tak cuma di Indonesia, tapi juga sampai ke luar negeri—lewat interaksi langsung dengan mereka.

Maka, jangan heran jika suatu hari kamu diajak dosenmu melakukan kegiatan penelitian lapangan mengenai budaya dan tradisi suatu masyarakat . Meminta sponsorship ke NGO untuk memperlajari kehidupan masyarakat di desa terpencil juga memungkinkan, lho. Belajar sekaligus jalan-jalan deh jadinya.

3. Jika mengunjungi situs-situs purbakala adalah kegemaranmu, jangan takut jadi mahasiswa Arkeologi.

Mengunjungi situs-situs purbakala via dewisekartini.wordpress.com

Buat kamu yang suka jalan-jalan sekaligus gak bisa berpaling dari mantan masa lalu, jurusan arkeologi mungkin bisa menjadi tempat belajar yang seru. Lewat jurusan ini, kamu akan dibawa ke tempat tempat bersejarah, seperti candi-candi berusia ratusan tahun, sampai menguak berbagai situs purbakala di Indonesia.

Membayangkan petualangan ala Indiana Jones? Bisa banget! Soalnya, kamu berkesempatan buat melakukan ekskavasi atau penggalian di tempat-tempat bersejarah tersebut. Siapa tahu kamu malah menemukan candi baru.

4. Selain potensi lapangan kerja yang luas, Ilmu Komunikasi juga memberimu kesempatan buat jalan-jalan melakukan tugas peliputan.

Melakukan tugas peliputan via campjurnalis.blogspot.com

Industri kreatif yang semakin gencar digadang-gadang membuat Ilmu Komunikasi menjadi salah satu jurusan favorit. Gak cuma cakupan ilmunya yang luas, potensi lapangan kerja buat lulusan ilkom juga bejibun. Selain itu, kamu juga bisa jalan-jalan, lho!

Sebut saja saat melakukan tugas membuat program TV di konsentrasi Penyiaran yang mengharuskanmu jalan-jalan. Atau, saat melakukan tugas peliputan di konsentrasi Jurnalisme. Bagi kamu yang memang gemar jalan-jalan, kamu pasti gak memandang ini sebagai tugas semata, tapi juga kesempatan buat menjelajah.

5. Jurusan Teknik Arsitektur akan membawamu berkeliling menjamahi bermacam gedung dan bangunan indah di berbagai kota.

Mahasiswa arsitektur membuat sketsa bangunan. via www.harianjogja.com

Gak salah jika jurusan Teknik Arsitektur itu identik dengan jalan-jalan. Ya, jalan-jalan untuk melakukan survey terhadap berbagai macam bangunan. Kenapa mesti langsung mengunjungi bangunannya? Karena kamu gak hanya dituntut untuk memahami rancangan bangunan, tapi juga merasakan atmosfer ruangnya.

Kegiatan survey ini bahkan bisa membawamu sampai ke luar negeri, lho! Tentu aja, setelah itu ada tanggung jawab yang menantimu, yaitu menulis laporan. Tapi, jelas terbayar dengan pengalaman jalan-jalannya, bukan?

6. Dengan alasan serupa, mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota juga mendapatkan kesempatan jalan-jalan yang tak kalah banyak.

Survey keliling kota. via pwk.fst.uin-alauddin.ac.id

Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota—atau istilah kerennya Planologi— juga punya kesempatan jalan-jalan yang serupa dengan mahasiswa arsitektur, lho. Sebagai planner, kamu dituntut untuk memahami wilayah ‘jajahanmu’ dengan baik. Contohnya, sarana dan prasarana apa yang diperlukan, serta bagaimana mengembangkan sektor yang dominan di daerah tersebut. Makanya, kamu mesti sering-sering menjelajah agar kamu lebih mengenal medan yang akan kamu teliti.

7. Tampil atau memamerkan karyamu di berbagai tempat sekalian jalan-jalan bisa dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Seni.

Menampilkan pertunjukan seni sekaligus jalan-jalan. via twitter.com

Jika kamu pehobi jalan-jalan yang juga punya bakat seni, kenapa gak memperdalam ilmu seni di perguruan tinggi? Kesempatan jalan-jalan terbuka luas jika kamu punya cukup kemampuan, baik itu di bidang musik, tari, maupun seni rupa. Di jurusan seni musik, misalnya. Kamu berkesempatan untuk menampilkan kemampuan musikmu di berbagai tempat, baik dalam grup maupun perorangan. Bukan hanya musikmu didengar, tapi kamu juga bisa jalan-jalan.

Atau, kamu yang berbakat di bidang seni rupa seperti melukis dan mematung juga berkesempatan memamerkan karyamu di berbagai ekshibisi. Pengen memperdalam ilmu? Ada beberapa program artist-in-residence yang bisa membawamu sampai ke mancanegara, contohnya seperti kesempatan untuk live-in di Fukuoka, Jepang ini.

8. Mereka yang mahasiswa jurusan sains juga bisa jalan-jalan ketika melakukan penelitian lapangan.

Penelitian di hutan via krdlipi.wordpress.com

Kalau kamu kira kerjaan mahasiswa biologi, kedokteran hewan, dan jurusan-jurusan lain di kluster sains itu cuma di lab doang, kamu salah besar. Mereka justru punya kesempatan untuk melakukan penelitian di tempat-tempat yang eksotis. Sebut saja melakukan penelitian vegetasi di hutan hujan Taman Nasional Ujung Kulon, atau menjamahi pantai untuk meneliti ekosistem serta interaksi makhluk-makhluk yang tinggal di dalamnya. Kebayang gak tuh rasanya meneliti di tempat-tempat seeksotis itu?

9. Siapa bilang anak Hukum gak bisa jalan-jalan? Kamu bisa mengikuti kompetisi peradilan semu yang diselenggarakan di berbagai tempat.

Mahasiswa Hukum mengikuti kompetisi peradilan semu di Washington D.C. via www.voaindonesia.com

Berkutat di ranah yang normatif gak menghalangi mahasiswa Fakultas Hukum untuk jalan-jalan, kok. Asalkan kamu berprestasi, kamu bisa mengikuti sejumlah kompetisi peradilan semu, baik yang bertaraf lokal maupun internasional. Untuk yang tingkat lokal maupun Asia, ada kompetisi yang diadakan oleh ALSA (Asian Law Students Association).

Sementara, untuk tingkat internasional, ada pula Philip C. Jessup Cup yang diikuti lebih dari 600 perguruan tinggi dari seluruh dunia (diselenggarakan di Amerika), serta International Maritime Law Arbitration Moot Court Competition yang membahas tentang hukum maritim (diselenggarakan di Australia). Selain peradilan semu, kamu juga berkesempatan untuk melakukan studi banding ke negara tentangga untuk mempelajari produk hukum mereka.

10. Sejumlah program beasiswa ke luar negeri juga menanti kamu yang mengambil Jurusan Hubungan Internasional.

Mengikuti program beasiswa ke luar negeri via www.hipwee.com

Jurusan HI yang kamu geluti seringkali penuh dinamika. Tapi, dari situ justru kesempatanmu untuk menjejakkan kaki di luar negeri terbuka semakin lebar. Sejumlah program beasiswa, double degree, maupun konferensi dan MUN akan mengantarkan kamu ke tempat yang sama sekali berbeda. Kebayang gak rasanya tinggal di Eropa lewat program beasiswa Erasmus Mundus, atau bercengkerama dengan budaya Jepang lewat the World of Japanese Contemporary Culture (WJC) Program?

Itu dia beberapa jurusan kuliah yang menawarkanmu kesempatan untuk jalan-jalan selama mengikuti studi. Siap tahu bisa jadi referensi buat kamu yang lulus SMA tahun ini. Nah, apakah jurusan kuliahmu memberikan kesempatan yang serupa? Coba deh bagiin ke pembaca biar yang lainnya tahu!