Pasuruan. Kota kecil yang terletak 85 km dari Surabaya dan termasuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini belum terdengar gaungnya di peta pariwisata Indonesia. Kebanyakan turis yang berkesempatan mengunjunginya pun hanya sekadar lewat saja untuk pergi ke tujuan mereka sebenarnya, seperti puncak gunung Bromo. Padahal, kota yang berbatasan dengan Selat Madura ini memiliki potensi wisata yang tidak boleh kamu pandang sebelah mata.

Untuk menyiarkan keindahan kota yang terkenal dengan masakan rawonnya ini, Hipwee sudah menyiapkan artikel ini khusus untukmu. Penasaran tempat apa saja yang bisa kamu kunjungi di sana nanti? Yuk, kita telusuri satu persatu!

1. Untuk mengawali vakansimu di Pasuruan, daki bukit Penanjakan dan sapa matahari terbit di balik awan

Mengawali hari dari Penanjakan via bromotour.co.id

Pesona keindahan Gunung Bromo memang tidak ada matinya kita telusuri, salah satu spot paling indah untuk menikmati matahari terbit adalah di Penanjakan. Udara segar dan pemandangan lautan pasir yang tak terbatas menjadi daya tarik lain daerah yang berjarak 40 km dari pusat kota Pasuruan ini.

Selain panorama Gunung Bromo, hal lain yang bisa kamu lakukan di daerah yang bersuhu rata-rata 5-8 derajat Celcius ini adalah berinteraksi langsung dengan masyarakat suku Tengger. Masyarakat suku Tengger yang konon merupakan keturunan prajurit Majapahit yang terdesak akibat perkembangan agama Islam di abad ke 13. Sampai saat ini, mereka tetap mempertahankan budaya Hindu dan tradisi nenek moyang mereka.

Advertisement

Akses menuju ke Penanjakan dari kota Pasuruan dapat ditempuh melewati jalur Nongkojajar dengan kondisi jalan beraspal yang halus dan rentetan hutan pinus yang siap menyapa kita.

2. Jika kamu pergi saat bulan purnama menghampiri, jangan lupa sambangi pentas perayaan bulan purnama di Candi Jawi

kemegahan candi jawi via www.panoramio.com

Candi yang dibangun pada masa akhir Kerajaan Singasari ini terletak di kecamatan Prigen, yang berjarak 31 km dari kota Pasuruan. Bangunan yang didirikan pada abad ke-13 ini memiliki arsitektur perpaduan antara Hindu dan Budha. Candi ini merupakan tempat pendharmaan atau penyimpanan dari sang Raja Kertanegara.

Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda tahun 1938-1941, Candi Jawi mengalami pemugaran untuk yang kedua kalinya akibat keruntuhan yang dialaminya dan mengalami pemugaran yang kedua kalinya pada tahun 1975-1980, sayang arca-arca Candi Jawi kini hilang akibat dipindahkan ke museum dan sebagian tempat komersial.

Tapi jangan kecewa dulu. Kamu bisa menikmati pentas seni tradisional di Candi Jawi setiap malam purnama datang. Acara tersebut biasanya akan dimulai di pukul 19.00, diikuti oleh ludruk sampai sekitar jam 21.00. Penduduk lokal dan wisatawan akan berbondong-bondong menonton acara ini. Panggungnya sendiri adalah pelataran candi, yang telah didekorasi dengan lilin-lilin sehingga keagungan bangunan ini semakin terpancar.

3. Sebelum pergi melihat piramida di Mesir, kamu bisa melihat miniaturnya di Candi Gunung Gangsir.

Megahnya candi Gunung Gangsir via pasuruankabmuseumjatim.wordpress.com

Kalau kamu biasa melihat candi yang dibangun dari batu berwarna abu-abu, maka bangunan Candi Gunung Gangsir yang terbuat dari bata ini bisa menghadirkan sesuatu yang baru bagimu. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, candi ini memiliki 4 tingkat dengan 2 lantai dasar yang berfungsi sebagai tubuh dan 2 lantai sisanya sebagai atap.

Kata “gangsir” sendiri berarti menggali lubang di bawah permukaan tanah. Konon, dahulu banyak orang yang berusaha untuk “menggangsir” gunung tersebut untuk mencuri benda-benda berharga yang terdapat di dalam Candi.

Kondisi candi yang berupa reruntuhan dan hampir semua sudut pada lantai-lantai candi dalam keadaan rusak, begitu juga pada bagian horizontal yang menjadi tempat bertemunya lantai-lantai tersebut ditambah lagi bagian puncak candi yang telah hilang, telah menjadikan bangunan Candi tersebut terlihat seperti piramida yang terpotong atasnya. Kabar baiknya, candi ini telah mengalami pemugaran tanpa merubah bentuk aslinya.

Jangan lupa untuk berfoto dengan gaya ala Indiana Jones!

4. Mau lihat llama dan bercengkrama dengan mereka? Mampir di Taman Safari Prigen!

Bercengkrama dengan Ilama di Prigen via gambarhewan.info

Kerap juga di sebut dengan julukan Taman Safari II, Taman Safari ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Arjuna, Prigen. Kamu bisa menikmati berbagai macam spesies hewan dan atraksi-atraksi menarik yang mereka perlihatkan di safari park yang dianggap terbesar se-Asia ini.Taman Safari Prigen juga menjadi pusat konservasi satwa paling sukses dalam penyelamatan banteng Jawa dan gajah Sumatra. Dilengkapi dengan kolam renang dengan sistem filter yang canggih, memiliki habitat yang indah dan suasana yang rimbun, menjadikan tempat pelestarian fauna ini sebagai destinasi wisata kamu ketika mengunjungi Pasuruan.

Selain berfoto-foto ria, adrenaline kamu juga terpacu karena kita langsung berinteraksi dengan hewan buas di alam liar.

5. Setelah berpanas-panas ria, dinginkan dirimu di Pemandian Alam Banyu Biru.

Pemandian alam Banyu Biru via wisata.kompasiana.com

Pemandian alam Banyu Biru merupakan tempat yang cocok kamu datangi untuk melepas penat sambil berenang, atau sekedar berendam di dalam air yang sejuk diiringi oleh udara sepoi-sepoi yang muncul dari celah-celah pohon dan tetumbuhan yang masih rindang. Kamu dapat merasakan sensasi berenang bersama ikan-ikan yang dibiarkan bebas menemanimu bermain dengan air. Di dalam kolam terdapat ikan sengkaring yang dikeramatkan oleh warga, panjangnya bisa sampai 1 meter, tapi jangan khawatir, karena ikan tersebut tidak akan menganggumu.

Pemandian ini ternyata sudah dikenal sejak zaman Belanda, foto kuno Banyu Biru pada tahun 1900-an sekarang menjadi koleksi KILTV dan Tropen Museum Belanda. Dahulu tempat ini juga disebut dengan Telaga Wilis, karena banyak masih banyak monyet yang hidup disana, tapi saat ini monyet tersebut telah musnah. Sampai saat ini, turis Eropa masing sering menjadikan Banyu Biru sebagai destinasi liburan.

Pemandian ini terletak di Desa Sumberrejo, sekitar 15 km dari kota Pasuruan. Dekat, ‘kan?

6. Perutmu kosong dan minta diisi? Pergilah ke Danau Grati, yang menyimpan berbagai ikan segar di dalamnya.

Danau Grati via 500px.com

Danau ini berlatar belakang pegunungan Tengger memiliki luas sebesar 107 hektar. Cukup 30 menit dari kota Pasuruan, kamu bisa pergi memancing, naik perahu, bermain sepeda air, atau sekedar menikmati panorama indah yang ditawarkan Danau Grati. Di sekitar danau tersebut dipenuhi oleh keramba apung sebagai tempat budidaya ikan air tawar, kalau kamu berminat, kamu juga bisa membeli ikan nila merah, gurame, wader, mujahir, atau lempuk dengan harga yang murah.

Kalau kamu beruntung, kamu bisa melihat masyarakat sekitar mengadakan tradisi distrikan, yaitu upacara larung kepada Tuhan yang Maha Esa.

7. Setelah kenyang, kamu bisa merasakan sejuknya air terjun Coban Baung yang menjadi tempat pertemuan 2 sungai.

Sejuknya air terjun Coban Baung via www.indonesia-tourism.com

Kawasan yang masih terletak dalam kawasan hutan lindung ini memiliki ketinggian setinggi 100 meter. udara yang sejuk dan pepohonan yang rindang bisa menjadi tempat refleksi yang pas setelah bekerja. Air terjun Coban Baung merupakan tempat pertemuan dua aliran sungai, Sungai Beji dan Sungai Welang, dua sungai yang airnya selalu mengalir sepanjang tahun. Tebing tinggi di sekitar kawasan ini semakin menambah keindahan tempat yang terletak di desa Cowek, Kecamatan Purwodadi ini.

Disisi timur Gunung Baung, terdapat 4 air terjun dengan ketinggian bervariasi antara 10-20 meter. bagi kamu yang suka dengan rafting, kamu bisa melakukan ecological rafting menyusuri aliran Sungai Beji selama 2,5 – 3 jam. Ketika rafting, kamu akan disajikan pemandangan yang indah dari kawasan konservasi yang masih alami dan keindahan hutan beserta isinya yang masih terjaga, kalau beruntung kamu dapat melihat satwa liar khas hutan dataran rendah.

Kamu juga bisa camping kok disini, karena disediakan lapangan luas bagi para pecinta alam. Jangan lupa bawa sampahmu untuk di buang ke tempat sampah setelah selesai camping untuk menjaga kelestarian alam kita.

8. Pergilah berwisata keluarga memandang indahnya alam Pasuruan di Kawasan Tretes.

berwisata bareng keluarga di Tretes via www.kaskus.co.id

Hawa dingin dan sejuk akan menyambut kita begitu sampai ke kawasan ini. Kawasan ini menjadi objek wisata favorit para wisatawan lokal maupun internasional, selain mudah diakses — cukup satu jam dari kota Pasuruan, kawasan yang terletak di kaki Gunung Welirang dan Gunung Arjuna ini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap, seperti, hotel berbintang, hotel melati dan pondok wisata, fasilitas pendukung seperti, kolam renang, restoran, lapangan tenis, kebun anggrek, pacuan kuda, dan lapangan golf menjadikan tempat ini sangat cocok untuk kamu nikmati bersama keluarga kamu.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati wana wisata yang dikelilingi oleh hutan pinus, akasia, kaliandra, serta mahoni. Jangan lupa menikmati percikan air dari air terjun Kakek Bodo yang memiliki ketinggian 40 meter.

9. Setelah berkeliling seharian, sejukkan hatimu dengan beribadah di Masjid Cheng Ho

Mari menyejukkan hati di Masjid Cheng Ho via bocahpetualang.com

Selain di Surabaya dan Palembang, kamu juga dapat menemui masjid dengan arsitektur Cina di Pasuruan. Berbeda dengan masjid Cheng Ho di 2 daerah lainnya, masjid ini didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, dan pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) serta beberapa tokoh Tionghoa. Masjid ini dibangun dengan biaya dari pemerintah kabupaten Pasuruan. Dengan dominasi warna merah dan arsitektur bangunan mirip seperti tempat peribadatan Kong Hu Chu, tempat ini menjadi destinasi yang harus kamu kunjungi ketika mampir di Pasuruan.

Masjid ini terletak di sebelah utara pasar buah Kasri, Pandaan. Jangan hanya berfoto ria di tempat ini, sempatkanlah dirimu untuk mengambil air wudhu dan merasakan sensasi sholat di dalamnya.

10. Tutup harimu yang menyenangkan dengan menikmati senja di Pantai Lekok

Pantai Lekok, Pasuruan via www.panoramio.com

Pantai merupakan tempat yang paling pas untuk menutup harimu, dengan duduk di pasir putih dan memandang matahari yang sedikit demi sedikit menyembunyikan diri. Selain menikmati pemandangan pantai yang eksotis, kamu juga bisa menikmati salah satu pertunjukan rakyat yang unik, yaitu ski lot atau celot (bermain ski diatas lumpur). Olahraga ini merupakan budaya tradisional masyarakat Pantai Lekok yang digelar rutin tiap tahunnya pada saat lebaran ketupat (7 hari setelah hari raya Idul Fitri dirayakan). Apa sih yang menarik dari ski lot? para peserta harus meluncur dengan papan diatas lumpur dan harus berusaha menangkap kepiting, belut, maupun lele, arena bermainnya berupa lahan penuh lumpur dari bekas tambak yang dikeringkan.

Ternyata banyak potensi tersembunyi ‘kan dari Pasuruan? Sebelum pulang ke rumah, kamu bisa membeli oleh-oleh khas berupa bipang jangkar, roti matahari, dan keripik singkong untuk orang rumah. Semoga artikel ini bisa jadi referensi yang pas jika kamu berencana vakansi ke kota ini! 🙂