Bereksplorasi ke Jawa Timur seolah tiada berujung. Bagai sebuah sumur vakansi yang tidak memiliki dasar. Banyak banget wisata yang bisa kamu jamah di Jawa Timur. Dari mulai wisata alam, kuliner, hingga kebudayaan. Salah satunya adalah kota kelahiran Reog, Ponorogo. Ya, Kota Ponorogo memang terkenal dengan Reognya yang telah mendunia. Tapi, nggak cuma kesenian Reog saja yang membuat semua orang tertarik untuk kembali dan singgah ke kota ini.

Selain Reog, berikut ini adalah beberapa destinasi wisata Ponorogo yang bisa kamu kunjungi dengan tenang. Meski beberapa sudah terjamah ramai oleh para pelancong, seperti Goa Lowo dan sebagainya, sebenarnya masih ada loh beberapa surga tersembunyi di tanah Reog yang bisa kamu daftarkan dalam agenda perjalananmu. Dari Hipwee Travel, inilah destinasi wisata alam di Ponorogo yang layak kamu kunjungi!

Buat kamu yang butuh vitamin A, karena kerjaanmu yang menyiksa mata, cobalah untuk menanjak ke Gunung Bedes.

Vitamin A! via www.asliponorogo.com

Wisata pertama yang perlu kamu jamah ketika menjejakkan kaki di tanah Ponorogo adalah Gunung Bedes. Bukit ini berada di perbatasan Ponorogo dan Trenggalek, tepatnya di Dusun Buyut, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko. Di puncak bukit setinggi 200 mdpl ini, matamu akan diremajakan dengan pemandangan serba hijau yang menyehatkan. Apalagi kalau setiap hari kerjaanmu memandang layar komputer! Beuh! Butuh banget vitamin A tuh!

Mampirlah ke Masjid Hill! Kamu akan sadar betapa manusia ini sungguh kecil dibanding dengan semesta ciptaan Tuhan!

Jangan terjun, ya! – @farizal_hakim via www.instagram.com

Advertisement

Terletak di desa Pandak Balong, Kecamatan Balong, Masjid Hill atau Gunung Masjid menjadi salah satu destinasi wisata yang masih belum ramai dikunjungi oleh para pelancong. Entah kenapa bukit ini dinamai Masjid Hill. Mungkin karena ketika kamu berada di puncaknya, kamu akan merasa bahwa Tuhan memang Pemilik Segalanya. Sehingga akan muncul kesadaraan atas dirimu sendiri bahwa manusia nggak ada apa-apanya di dunia ini. Masjid Hill, wahana penyerahan diri atas semesta. Mungkin.

Nah, di sini kamu bisa menikmati indahnya alam Ponorogo dan beberapa bukit mungil nan hijau seperti layaknya bukit Teletubies. Kira-kira butuh waktu hingga 40 menit untuk bisa mencapai puncaknya. Nah, buruan ke sana deh, mumpung masih sepi!

Buat kamu yang suka camping, coba deh ke Bukit Pare di desa Cepoko. Camping Ground asyik di Kota Ponorogo!

Mau camping? By @namihays via www.instagram.com

Terletak di desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, bukit ini memiliki trek yang cukup bikin berkeringat. Buat kamu yang belum pernah mendaki, mungkin perjalanan ini akan melelahkan. Ya, paling nggak ada 3-4 km jalan yang mesti kamu tempuh. Tapi, begitu sampai di puncaknya, kamu nggak akan merasa letih sama sekali! Sedikit deng. Kamu akan disuguhi pemandangan yang amazing! Hamparan rumput hijau yang sangat menggoda. Cukup recommended sih buat kamu yang pengin camping di sini.

Bebatuan raksasa yang menghiasi Air Terjun Sunggah. Mungkin kamu sudah nggak asing dengan wisata bahari satu ini.

Berpose di muka Air Terjun Sunggah, by @dodikreza via www.instagram.com

Mungkin air terjun ini sudah nggak asing buat kamu pecinta wisata bahari, khususnya penggila curug. Ya, inilah air terjun yang paling dicari di Ponorogo. Bahkan, Air terjun Sunggah yang terletak di desa Selur, Kecamatan Ngrayun ini menjadi indikator bagi masyarakat setempat bahwa musim kemarau telah tiba. Jadi, ketika dari perkampungan mulai terdengar suara gemericik air dari curug ini, berarti musim kemarau telah tiba.

Biar kata musim kemarau, Air Terjun Sunggah seolah nggak kehabisan air untuk mengaliri kehidupan berbagai jenis ikan yang tinggal di kolam bawahnya. Airnya yang jernih dan dingin, seolah menggoda siapapun untuk mengunjungi air terjun ini. Tertarik? Sini!

Air Terjun Kali Malang, sebuah air terjun yang hanya memiliki bebatuan di sekitarnya. Awas, licin banget!

Seru nih! via www.instagram.com

Terletak di desa Temon, Kecamatan Sawoo, daerah ini memiliki sebuah aliran air yang berasal dari sebuah air terjun yang sudah ramai dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari. Yang unik dari tempat ini adalah bebatuan beraneka warna yang menghimpit aliran air dari curug Kali Malang. Bebatuan dengan berbagai ukuran ini menjadi pembeda dan penghias dari air terjun yang lainnya.

Satu lagi wisata bahari yang masih sepi pengunjung di Kota Reog. Air Terjun Mlaten, spot menarik untuk mengambil gambar unik.

View dari atas. via www.asliponorogo.com

Kalau kamu bosan bermain di Air Terjun Kali Malang, cobalah mampir ke Air Terjun Mlaten yang nggak begitu jauh dari curug bebatuan itu. Di sini, kamu bisa menikmati aliran air terjun yang begitu menenangkan, dengan hamparan persawahan dan ladang yang menghijau. Air Terjun Mlaten ini juga jadi salah satu spot yang menarik untuk berfoto ria. Tapi ingat, curug ini masih terbilang perawan, jadi harap hati-hati kalau vakansi ke sini, ya.

Kedung Kenthus, sebuah sumber mata air berdinding bebatuan unik yang belum banyak terjamah manusia. Jangan ke sini kalau berniat mengotorinya!

Kedung Kenthus oleh @abusyiri via www.instagram.com

Wisata alam baru dari Ponorogo ini terletak di desa Jenangan, kecamatan Sampung. Letaknya cukup jauh dan sulit untuk menuju ke sini, kalau dari pusat kota. Karena spot ini belum terlalu ramai dieksplor oleh para wisatawan. Kedung Kenthus ini berbentuk seperti aliran sumber mata air yang nggak pernah kering meski musim kemarau. Aliran air ini menyerupai sebuah sungai yang memiliki panjang hingga 20 meter yang diapit dua tebing dengan dinding bebatuan yang nggak berarturan. Airnya hijau berkilat karena pantulan dedaunan yang merindanginya. Beberapa pelancong yang pernah ke sini lebih sering memilih selfie daripada mandi menyusuri aliran sungai ini. Tapi nggak sedikit kok dari mereka yang tertarik untuk nyemplung ke sumber mata air ini.

Kembali ke gunung, cobalah mendaki Gunung Gajah. Indahnya menikmati samudera awan dari puncak gunung tertinggi di Ponorogo.

Samudera awan gemawan~ by: @vikriazhari via www.instagram.com

Gunung Gajah ini terletak di Kecamatan Sambit, Ponorogo. Memiliki tinggi sekitar 1200 mdpl, membuat gunung ini layak untuk kamu kunjungi; nggak terlalu tinggi dan terjal. Bahkan, kamu bisa ke sana dengan kendaraan roda dua/empat. Nikmati hamparan awan yang lebih tampak seperti samudra dari puncak Gunung Gajah. Cantik!

Buat kamu yang tertantang untuk mendaki gunung di Ponorogo, cobalah jelajahi Gunung Bayangkaki yang punya empat puncak dengan berbagai mitosnya!

View Bayangkaki dari Gunung Bedes. Berjajar rapi nan cantik. via www.pariwisataponorogo.com

Gunung ini terletak di desa Temon, kecamatan Sawoo. Yang menjadi unik adalah gunung ini memiliki empat puncak, yakni Ijo, Tuo, Bayangkaki, dan Gentong. Banyak banget loh mitos yang ada di gunung ini. Seperti mitos terbakarnya puncak gentong secara tiba-tiba tanpa sebab, dipercaya sebagai akan datangnya musim penghujan di daerah Sawoo. Masih banyak lagi loh! Berani?

Sebelum meninggalkan Ponorogo, habiskanlah malammu di Gunung Pringgitan. Nikmati cantiknya taburan bintang dan kerlip kota Ponorogo dari puncaknya yang menawan!

View gemintang di puncak Gunung Pringgitan, by: @evyagustyaningsih via www.instagram.com

Ponorogo memang nggak punya pantai yang melambai, tapi air terjun, bukit, dan gunung yang indah, bisa membuatmu betah di kota ini. Salah satunya yang paling pamungkas adalah Gunung Pringgitan. Gunung ini terletak di desa Caluk, kecamatan Slahung. Kamu bisa menikmati taburan bintang dan kerlip lanskap kota Ponorogo dari puncak bukitnya. Jalannya pun nggak terlalu terjal dan bahaya buat siapapun juga. Safety trekking, ya!

Yap, itulah beberapa destinasi wisata di Kota Reog yang bisa kamu jelajahi. Beberapa di antaranya belum ramai dijamah oleh traveler alay loh! Nah, kalau kamu mau ke sana, harap jangan mengotori alam bumi Ponorogo, ya! Keem them alive!