Jika kalian mengira Jakarta adalah kota terpadat dan paling tidak beraturan sedunia, perkiraan kalian salah besar!

Kota ini lebih padat dan lebih tidak teratur lagi dibandingkan dengan Jakarta! Mari kita tengok bagaimana keadaan kota terpadat di dunia dalam foto – foto di bawah ini.

Kowloon, China adalah kota terpadat di dunia via one.arch.tamu.edu

Tmapak samping kota Kowloon via spi3uk.itvnet.lv

Kowloon menjadi kota terpadat di dunia sebelum dirobohkan pada tahun 1994 via uniqpost.com

Advertisement

Tidak ada peraturan di kota ini via kvltmagz.com

Anak – anak Kowloon biasa bermain di antara ruwetnya jaringan kabel via ww4.sinaimg.cn

Inilah keadaan koridor di Kowloon via 1.bp.blogspot.com

Greg menemukan bahwa orang – orang ini tetap hidup seperti orang lain via i2.cdn.turner.com

Keadaan kota yang unik ini menjadi inspirasi bagi film Batman dan game Call of Duty: Black Ops via i2.cdn.turner.com

Kota terpadat di dunia ini adalah kota Kowloon yang terletak di Hong Kong. Sebelum dibongkar kurang lebih 20 tahun lalu, kira 50 ribu orang hidup berdesak – desakan di dalam 300 bangunan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kowloon bisa terjadi dikarenan kesalahan sejarah, orang – orang yang hidup di sini membangun huniannya tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan serta peraturan – peraturan yang berlaku.

Karena terlalu rapatnya bangunan – bangunan yang berada di sini, maka keadaan koridor yang ada di sini juga sangat gelap dan tidak sehat. Salah satu hal yang mencolok di sini adalah adanya penjual daging babi yang hanya menggantungkan daging – dagingnya dan bahkan membakar rambut babi dengan obor las. Hal ini tak lain disebabkan karena peraturan pemerintah tidak akan berlaku di tempat ini.

Seorang fotografer Greg Girard berkolaborasi dengan Ian Lambot menghabiskan 1 tahun untuk mendokumentasikan keadaan kota ini. Inilah beberapa foto yang berhasil mereka abadikan

Kota Kowloon tetap menjadi obyek foto yang menarik bagi Greg, dia bersama dengan Ian Lambot sedang menyelesaikan buku yang berisi foto yang diabadikannya saat berada di Kowloon berjudul “City of Darkness: Revisited“.

“Setiap kota menyadari mereka terlambat untuk peduli tentang peninggalan arsitekturnya, namun ketika kau mulai sadar untuk mempedulikannya, saat itu pula kau sadar hal itu telah terlambat,” ujar Greg saat pembongkaran Kowloon.

Beginilah keadaan kota Kowloon di malam hari via i2.cdn.turner.com