Berpetualang ke Surabaya, bukan hanya tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang bisa kamu kunjungi. Berbagai wisata alam dan bangunan-bangunan bersejarah juga bisa kamu sambangi di kota Pahlawan ini loh. Nah, Kamis horor kali ini Hipwee akan ajak kamu untuk berpetualang ke Surabaya.

Ada beberapa spot yang bisa kamu jadikan referensi untuk berwisata malam di Kota Pahlawan ini. Dari bangunan tua yang apik buat berfoto ala-ala vintage, hingga wisata alam yang bisa kamu kunjungi bareng keluarga atau teman-temanmu, yang juga tentu menyimpan kisah mistis.

Kisah sejarah yang melegenda di Surabaya, Jembatan Merah jadi saksi bisu tewasnya Brigjen A. W. S. Mallaby di tangan arek-arek Surabaya

Penampakan Jembatan Merah di siang hari. Kalau malam? via tedbudiyansyah.tumblr.com

Saat itu, Mallaby merupakan seorang Perwira Muda Eksekutif Kerajaan Inggris yang sedang meroket namanya, berkat kemenangannya melawan tentara Jepang di Burma dan di Semenanjung Malaya, dan menaklukan pasukan Jerman di Afrika. Hingga akhirnya ia dikirim oleh sekutu untuk memimpin perlawanan di Surabaya pada era 1945. Pria kelahiran 12 Desember 1899 itu harus mengakhiri kisah hidupnya di dalam mobil yang berhasil diledakkan oleh arek-arek Surabaya di area Jembatan Merah.

Konon, dinamai Jembatan Merah karena pada awal pembangunan jembatan tersebut memang berwarna merah. Ada pula yang menyebut karena percikan darah para pejuang yang melawan para tentara pasukan di area jembatan tersebut, hingga air sungai itu berwarna merah, seperti lautan darah. Kisah mistis pun mulai terkuak seiring berjalannya waktu. Ketika malam telah larut, cobalah kamu menyusuri jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun ini. Jangan coba-coba untuk menghirup udara malam dalam-dalam. Pasalnya, banyak warga Surabaya yang menyium bau mengerikan. Aroma anyir bau darah dan bangkai yang akan menyusup ke dalam hidungmu nantinya. Hiii!

Masih di area Jembatan Merah, Penjara Kalisosok memiliki kisah mistis tersendiri. Sesosok asing telah menantimu di malam yang sunyi

Advertisement

Tampak luar sih lucu. Dalemnya? Hiii! via hermanusa.wordpress.com

Penjara yang memiliki dinding hanya setebal 10 cm ini memiliki kisah kelam tersendiri. Menjadi salah satu penjara paling angker di Indonesia membuat penjara Kalisosok ini ditakuti oleh napi manapun. Jangankan narapidana, warga biasa yang lewat di sana pun bisa merinding melihat penjara ini, sebelum akhirnya para seniman lokal menghias tembok luar penjara ini dengan mural yang tampak adem.

Penjara ini sangat banyak menyimpan sejarah. Dibangun pada saat kepemimpinan Herman Willem Daendels atau tepatnya pada 1 September 1808, penjara ini bukan sekadar menjadi tempat penjara, melainkan tempat penyiksaan. Bahkan pada zaman Orde Baru, orang-orang PKI atau yang dianggap subversif terhadap pemerintahan Soeharto pun akan dijebloskan ke penjara Kalisosok dengan berbagai penyiksaan terlebih dulu, sebelum akhirnya diasingkan ke Nusakambangan atau ke Pulau Buru.

Toloooooong!

Seiring berjalan dan berkembangnya zaman, penjara ini seperti sudah nggak terawat. Tembok-tembok yang sudah berlumut dan usang dengan pepohonan liar yang terus tumbuh, menjadikan kawasan ini terlihat angker. Bahkan, banyak yang menyebutkan bahwa hampir setiap malam terdengar suara rintihan minta tolong dari dalam penjara berukuran lebih dari 3,5 ha ini.

Buat kamu yang suka shopping di mall, cobalah mampir ke Delta Plaza. Mungkin kamu akan ditemani oleh suster gepeng yang kisahnya sudah melegenda.

Susternya belum gepeng, Mz. via www.rumahberhantu.com

Siapa sih yang nggak tahu Delta Plaza atau Plaza Surabaya? Mall berlantai enam ini juga termasuk salah satu pusat perbelanjaan yang cukup ramai pengunjung. Berada di jantung kota membuat mall ini menjadi mall paling ramai dikunjungi atau dilewati oleh semua orang. Tapi, tahukah kamu bahwa mall ini dulunya bekas sebuah rumah sakit? Lebih jelasnya, rumah sakit yang memiliki kisah mistis yang telah tersehor ke seluruh penjuru kota Pahlawan?

Adalah suster Gepeng yang senantiasa meramaikan kunjunganmu ke mall ini. Konon, pada dekade 90an, sebelum mall ini dibangun, berdirilah sebuah Rumah Sakit Samping yang memiliki kisah mistis tersendiri. Menurut penuturan warga yang pernah melihat dan mendengar penampakan suster gepeng ini, mereka berasumsi bahwa suster ini dulu meninggal akibat terjepit lift.

“Ini obatnya, Pak. Diminum, ya. Semoga cepat sembuh.”

“Loh, Sus, barusan juga udah dikasih obat sama suster satunya.”

“Loh, Pak, yang jaga malam ini cuma saya loh.”

“Engg…”

Pernah satu kejadian waktu RS ini masih aktif beroperasi, seorang pasien didatangi oleh seorang suster cantik yang membawakannya obat dan suntikan. Padahal, belum lama suster itu datang, suster yang berjaga telah memberinya obat. Nggak ada yang mencurigakan dari tingkah suster kedua itu, karena dia melempar senyum ramah pada si pasien. Nah loh! Siapa tahu pas kamu belanja di Delta Plaza, kamu ditemenin sama si Suster Gepeng ini. Hihi

Misteri Pintu Air Jagir, arena pemancingan dan kisah siluman buaya putih.

Penampakan Pintu Air dari pinggir jalan. via aufklarunganshory13.blogspot.com

Sejarah mencatat, Pintu Air Jagir yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1917 ini merupakan pengendali banjir, hal yang paling ditakuti oleh pihak Belanda. Jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia, khususnya di Surabaya, sungai di jembatan ini merupakan titik berlabuhnya tentara Tar-tar milik Kerajaan Mongolia yang hendak menyerang Kerajaan Kediri.

Terlepas dari sejarahnya, Pintu Air Jagir ini sekarang menjadi salah satu objek potensial bagi orang-orang yang suka memancing. Ada pula yang berenang di tepian sungai ini. Padahal, sudah ada plang larangan untuk mandi di sungai, karena kedalamannya yang cukup membahayakan. Alkisah mengatakan, sosok siluman buaya putih kerap memakan korban jiwa yang suka mandi di sungai ini. Maka dari itulah warga setempat melarang siapa pun yang ingin mandi di sungai ini. Bahkan, salah satu kru stasiun tv swasta yang pernah meliput tentang keangkeran bangunan peninggalan Belanda ini sempat melihat penampakan siluman buaya putih di pinggir sungai dekat pintu air. Melihat buaya secara dekat saja sudah seram, apalagi berbentuk sosok siluman! Hiii! Tapi cobalah untuk berfoto di pinggiran kali ini. Pemandangan malam hari dengan gemerlap lampu menjadi lebih asri loh di area pintu air ini. Siapa tahu kameramu menangkap sosok siluman buaya putih tadi. hehe

Seorang wanita yang membunuh anak hasil hubungan gelapnya di rumah hantu Kupang. Spookhuis dengan hantu berbau badan nggak sedap dan seorang anak hasil hubungan gelap

Buat kamu yang tengah lewat di kawasan Banyu Urip, Kupang, mampirlah ke kampung Banyu Urip Wetan, Surabaya. Di sana terdapat sebuah gedung tua berwarna putih kusam. Dari luarnya saja sudah seram, apalagi dalamnya. Menurut penuturan beberapa warga, gedung tua itu dinamai rumah setan atau gedung setan, karena banyaknya kisah mistis yang menghantui di sekitaran gedung tua itu. Semua warga Surabaya pasti mengetahui keberadaan gedung itu, bukan lantaran bangunannya yang kuno, melainkan kisah mistisnya yang sudah melegenda!

Bangunan yang dibangun pada kurun 1809 ini, menurut pengakuan warga, kisah mistis pertama yang kerap mengganggu adalah suara dan sosok anak kecil yang merintih minta tolong. Konon, seorang wanita telah membunuh anaknya sendiri yang diduga akibat hubungan gelapnya dengan seseorang. Nah, makanya, jangan aneh-aneh kalau pacaran!

Dasar, anak haram!

Nggak ada anak haram, yang ada hubungan yang tak halal!

Satu lagi kisah yang kerap meneror para pelancong ketika melewati gedung yang juga disebut spookhuis ini. Yakni sosok seorang budak yang konon disiksa hingga tewas mengenaskan di dalam gedung ini oleh majikannya. Kejadian ini terjadi pada zaman kerja paksa Jepang. Menurut cerita yang beredar, budak ini berpesan bahwa jangan memandikan jasadnya ketika ia tewas nanti. Entah benar atau tidak, sosok gentayangan ini selalu memberikan bau nggak sedap kepada semua orang yang melewati spookhuis ini.

Beralih ke wisata alam, Pantai Kenjeran menjadi destinasi horor yang bisa kunjungi. Kalau berani.

Sunset di Pantai Kenjeran, Surabaya. via jamuren.wordpress.com

Sebagai salah satu tempat wisata di Surabaya bagian timur, Pantai Kenjeran juga menjadi tempat horor penuh misteri bagi masyarakat setempat. Salah satu spot mistis di pantai ini adalah sebuah kelokan dari pantai lama ke arah Nambangan yang selalu memakan korban jiwa, setiap tahunnya. Ada pula yang menyebut tempat ini sebagai tempat berkumpulnya para makhluk astral, seperti kuntilanak hingga siluman ular. Memang, pantai ini terkenal dengan kerajaan siluman ular.

Nggak jauh dari pantai, sebuah bangunan tua yang dulunya dipakai sebagai benteng pertahanan melawan penjajah, juga memiliki kisah mistis yang berkaitan erat dengan Pantai Kenjeran. Konon, bekas gudang peluru ini tempat di mana tubuh tercerai berai dengan kaki, tangan, kepala, dan organ tubuh lainnya. Nggak jarang, hasil jepretan kamera menangkap adanya sosok Tante K (kuntilanak) dan sosok orang dengan tanpa kepala, tanpa tangan, tanpa kaki, dan sebagainya.

Kembali ke kota, mampirlah ke Gedung Grahadi bekas tempat peristirahatan pejabat Belanda. Nggak sedikit kisah mistis yang bisa kamu dengar dari warga

Foto Gedung Grahadi tempo doelo. via foto2surabaya.blogspot.com

Gedung Grahadi yang berada di Jalan Gubernur Suryo ini ternyata juga memiliki kisah mistis yang nggak kalah seram loh. Konon, gedung ini dipakai sebagai tempat peristirahatan para pejabat Belanda. Dibangun pada tahun 1795, gedung ini sekarang masih dipakai untuk rumah dinas gubernur Jawa Timur. Konon, menurut cerita yang beredar, di lorong-lorong gedung ini kerap ada penampakan sosok wanita dan pria pejabat Belanda yang mondar-mandir. Nggak jarang juga ada beberapa pasukan Belanda yang seperti sedang berjaga di halaman gedung. Mungkin mereka sedang patroli?

Menyeberanglah ke Balai Pemuda di depan kawasan Gedung Grahadi.

Asyik buat foto nih! via www.fraunesia.com

Bagaimana nggak seram coba, ketika kamu lagi melintas di sekitar Balai Pemuda ini tiba-tiba kamu dengar lantunan musik lawas yang mendesing ke segala penjuru arah. Ya, itulah kisah mistis yang ada di Balai Pemuda Surabaya ini. Alkisah, gedung ini merupakan tempat dugem paling ajib di Surabaya pada zaman penjajahan Belanda. Para pemuda-pemudi Londo asyik clubbing dan minum-minum di tempat ini dengan musik yang menggema ke sana ke mari. Bahkan, sebelum tahun 2004, tumbuh kekar sebuah pohon beringin di samping gedung ini yang masih sering diberi sesajen oleh orang-orang setempat. Suasana yang angker tentu menguap di daerah Balai Pemuda ketika malam hari. Coba tanyakan saja pada pengurus DKS (Dewan Kesenian Surabaya) di sana.

Ya, namanya juga mistis. Mau percaya boleh, nggak juga boleh. Tapi, buat kamu yang memang suka suasana horor dan tertantang untuk wisata malam, silakan saja mampir ke tempat-tempat tadi di Surabaya. Mungkin ada tambahan lagi untuk spot horor di Surabaya? Boleh loh, kamu tulis di kolom komentar. 🙂