Kemajuan teknologi emang nggak bisa dipungkiri. Berbagai elemen kehidupan jadi mudah karenanya. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kecantikan, hubungan, dan pendidikan. Rasa terima kasih emang pantas kita ucapkan buat sang penemu berbagai teknologi ini.

Tapi kayak mata uang, teknologi mempunyai dua sisi. Ada positif ada negatif. Hal tersebut terutama berlaku pada internet. Internet yang seakan mampu menggantikan semuanya, internet yang mampu memenuhi semua kebutuhanmu. Begitu juga saat internet membantu travelingmu. Emang banyak kemudahan yang kamu dapatkan lewat gadgetmu. Tapi ada beberapa hal yang mungkin kamu ngga sadari sampai membaca artikel ini.

1. Traveling bukan lagi berekspetasi tapi sudah disiapkan dari jauh hari

Kemana kita pergi? via asiainfoblog.files.wordpress.com

Sebelum ada internet, para traveler pergi ke sebuah destinasi yang belum pernah mereka datangi memang berbekal ekspektasi. Gimana tempatnya, bagus apa nggak, ntar tidur dimana, makan gimana, dan lain sebagainya. Mereka hanya bisa berandai-andai. Tapi sekarang tentu udah beda. Dengan satu jari, kamu udah bisa tau gimana destinasi yg akan kamu kunjungin beserta kebutuhan-kebutuhan kamu nantinya.

2. Menciptakan generasi yang tidak ingin mencoba untuk bertahan dalam kondisi apapun

Petualangan via media.deseretdigital.com

Advertisement

Akhirnya, nggak ada ekspektasi tentu nggak ada yang perlu kamu takutin. Semuanya udah kamu siapin dari jauh-jauh hari sebelum mengunjungi destinasi. Hal ini bisa bikin kita jadi generasi yang nggak bisa bertahan dalam kondisi apapun. Kita jadi takut buat nyobain hal-hal baru yang sebenernya bisa membentuk diri kita jadi pribadi yang tangguh. Dulu, ketika seseorang mengunjungi sebuah destinasi, mereka nggak bisa bayangin bakal seperti apa perjalanan mereka. Dan hal itulah yang membuat mereka mampu bertahan dalam segala kondisi. Beda cerita ‘kan kalau sekarang?

3. Traveling menjadi sesuatu yang sekedar kamu beli, bukan kamu alami

Traveling via ilovefamilytravel.com

Saat kamu pengen ngunjungin sebuah destinasi, kamu pasti bakal ngumpulin informasi sebanyak-banyaknya. Tentunya lewat internet. Lalu kamu akan memesan transportasi paling gampang untuk sampai ke tujuan, memesan tempat tinggal yang keliatannya bagus, dan lain-lain. Akhirnya, traveling menjadi sebuah perjalanan yang kamu beli, bukan kamu alami sendiri. Kalau nggak ada internet mungkin kamu akan belajar cara agar sampai ke destinasi sendiri, memilih penginapan yang mungkin lebih murah, kamu bakal mempelajari sesuatu saat kamu melakukan perjalanan. Ya, menjadi pengalaman kamu sendiri.

4. Pengalaman pribadi orang lain menjadi destinasi yang pantas atau tidak untuk dikunjungi

Pengalaman nggak bakal selalu sama via cdns.klimg.com

Kalau kamu anaknya kekinian, nggak bakal mungkin ngelewatin aplikasi satu ini. Yaps, Instagram. Tempat berbagi foto dan video. Dan ternyata, aplikasi satu ini sangat berpengaruh terhadap sebuah traveling. Waktu kamu liat postingan temanmu tentang sebuah tempat wisata, dengan foto bagus dan caption yang menarik, tentu kamu juga akan pergi ke sana. Dan nggak cuma kamu. Mungkin orang lain yang melihat foto tersebut juga pengen.

Tapi kalau ada postingan tentang sebuah destinasi wisata yang fotonya biasa aja, ditambah bumbu caption yang bikin nggak menarik, tentu kamu juga ogah pergi ke sana. Padahal itu adalah pengalaman mereka saat ngunjungin destinasinya. Belum tentu kamu bakal ngerasain pengalaman yang sama ‘kan? Nah, begitulah internet memengaruhi seseorang untuk mengunjungi sebuah destinasi wisata atau enggak.

5. Informasi, ulasan, gambar, bahkan video menjadi pertimbangan utama apakah destinasi layak dikunjungi atau tidak

foto destinasi yang berpengaruh via assets.inhabitat.com

Kemajuan teknologi satu ini (internet) emang jadi salah satu wadah buat menunjang berbagai aktivitas. Nggak jarang yang manfaatin internet melariskan usaha mereka. Begitu juga dengan sebuah destinasi wisata. Banyak laman website yang memuat informasi tentang objek wisata. Tentu ini akan mempermudah kamu buat memilih. Semakin bagus informasinya, maka semakin besar peluang sebuah objek wisata dikunjungin. Dan hal ini sayangnya juga berbanding lurus dengan objek wisata yang minim info. Semakin sedikit informasinya, semakin kecil peluang destinasi buat dikunjungin.

6. Saat kamu sibuk dengan gadgetmu, maka kamu akan kehilangan banyak hal

Saat Gadget menarik semua perhatianmu via hype.my

Traveling seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jarang-jarang kamu ada waktu buat nikmatin sebuah wisata. Namun sayang, pengaruh teknologi kadang membuat kamu tidak bisa lepas dari gadgetmu. Sesering mungkin mengabadikan foto dan membagikannya di media sosial. Hasilnya? Emang sih kamu bakal banyak like, tapi apakah kamu nanti nggak bakal nyesel udah ngelewatin banyak hal karna kamu sibuk menunduk?

7. Postinganmu akan menentukan apakah destinasi itu akan dikunjungi atau tidak oleh yang lain

Postinganmu juga berpengaruh loh! via cdn1.tnwcdn.com

Layaknya sebuah lingkaran, postinganmu tentang sebuah destinasi wisata di media sosial juga turut memengaruhi orang sekitarmu. Apakah tempat tersebut layak dikunjungi atau nggak. Bisa saja waktu itu kamu kurang beruntung, tapi kamu langsung nge-judge bahwa tempat tersebut nggak layak buat dikunjungi. Dan orang-orang sekitarmu bakal terpengaruhi dengan pengalaman pribadi kamu. Apakah menurutmu sah-sah aja buat bersikap kayak gitu?

Well, nggak ada salahnya ‘kan sesekali ninggalin gadgetmu buat traveling? Dijamin pengalaman yang kamu dapetin tentu beda saat gadget berada di sekitarmu. Kapan lagi bisa ngerasain indahnya sebuah perjalanan secara menyeluruh tanpa gadget yang biasa kamu sentuh. Yuk!