Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki lebih dari 6000 pulau. Salah satu pulau paling unik di Jepang adalah Pulau Okinoshima. Kamu pernah dengar enggak soal pulau ini? Pulau Okinoshima merupakan bagian dari Kota Munakata yang termasuk ke dalam Prefektur Fukuoka. Keberadaan pulau ini menjadi penting banget bagi masyarakat Jepang. Selain karena keindahan alamnya, Pulau Okinoshima ini juga dianggap sebagai salah satu tempat keramat bagi penganut Shinto yang memang dominan di Jepang. Keunikan Pulau Okinoshima enggak cuma sampai di situ saja, guys! Coba simak beberapa fakta lainnya soal pulau ini.

Perempuan ternyata dilarang menginjakkan kaki di Pulau Okinoshima. Wah, seumur hidup enggak bakal ada perempuan yang tahu isi pulau unik ini ya!

Pulau Okinoshima yang misterius via edition.cnn.com

Pulau kecil seluas ini memang jarang dikunjungi oleh masyarakat. Munakata Taisha, atau kuil utama di Kota Munakata yang bertanggung jawab terhadap Pulau Okinoshima, memang menjaga betul kondisi pulau tersebut. Soalnya pulau ini digunakan sebagai tempat beribadah para biksu Shinto, dan tradisi ini memang sudah berjalan dari ratusan tahun yang lalu. Uniknya, Munakata Taisha secara khusus melarang perempuan untuk mengunjungi Pulau Okinoshima. Wah, kok bisa sih? Sampai sekarang, alasan pelarangan perempuan berkunjung masih belum jelas. Namun, salah satu dugaannya sih karena darah menstruasi yang dikeluarkan perempuan dianggap tidak suci. Jadi, perempuan memang enggak diikutsertakan di dalam ritual agama Shinto. Tapi, ada juga yang bilang kalau pelarangan tersebut bertujuan untuk melindungi perempuan. Dalam agama Shinto, perempuan dianggap sebagai perwakilan dan pembawa kesuburan. Karena perannya yang dianggap penting ini, perempuan dilarang datang ke Pulau Okinoshima. Soalnya perjalanan menuju pulau ini harus melewati laut yang cukup berbahaya.

Laki-laki pun juga enggak bebas berkunjung ke sana. Bahkan, ada ritual mandi sambil telanjang di laut loh biar boleh masuk

Biar ‘bersih’, laki-laki wajib mandi di laut Pulau Okinoshima via edition.cnn.com

Karena perempuan dilarang berkunjung ke Pulau Okinoshima, biksu yang beribadah sekaligus menjaga kelestarian pulau tersebut semuanya laki-laki. Selain biksu, laki-laki yang bukan biksu pun boleh mengunjungi pulau ini, tapi hanya sekali setahun! Setiap tanggal 27 Mei, masyarakat umum boleh datang ke Pulau Okinoshima untuk ikut dalam festival keagamaan. Festival ini bertujuan untuk menghormati dan mendoakan para pelaut yang tewas dalam perang Rusia melawan Jepang. Walaupun diperbolehkan, laki-laki yang datang pun dibatasi jumlahnya dan harus mengikuti berbagai peraturan. Aturan yang paling penting adalah pengunjung wajib mengikuti ritual misogi. Ini merupakan ritual pembersihan yang mana seseorang harus telanjang dan kemudian mandi di laut. Selain itu, para pengunjung juga enggak boleh membawa apa pun yang berasal dari pulau tersebut, bahkan sehelai rumput pun enggak boleh. Pengunjung juga dilarang menceritakan apa yang mereka lihat, dengar, dan alami di pulau tersebut. Wah, misterius banget ya.

Karena Pulau Okinoshima masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO, Munakata Taisha berniat melarang masyarakat umum untuk berkunjung mulai tahun depan. Yah, semakin misterius aja dong pulau ini 🙁

Advertisement

Ritual ibadah banyak dijalankan di Pulau Okinoshima. Jadi, memang harus dijaga kelestariannya. via edition.cnn.com

Pada tanggal 9 Juli 2017, Pulau Okinoshima resmi mendapatkan status sebagai salah satu situs warisan dunia dari UNESCO. Status ini kemudian mendorong kepala biksu dari Munakata Taisha untuk mengeluarkan rencana pelarangan masyarakat umum untuk berkunjung ke sana. Jadi, hanya biksu laki-laki saja yang boleh menginjakkan kaki di pulau tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian pulau tersebut. Namun, akademisi tetap diperbolehkan untuk datang dengan tujuan penelitian atau membantu perawatan alam di Pulau Okinoshima. Di pulau ini, memang banyak ditemukan jejak bersejarah yang wajib dilindungi. Dulu, Pulau Okinoshima digunakan sebagai tempat beribadah untuk keselamatan pelayaran. Di sini juga pernah ditemukan 80.000 artefak yang menjadi bagian harta karun nasional Jepang. Walaupun wisatawan akan dilarang untuk berkunjung, mereka dapat melakukan ibadah dari kejauhan, tepatnya di sebelah utara pulau tersebut. Kepala biksu Munakata Taisha tidak ingin Pulau Okinoshima dirusak oleh pengunjung yang datang karena sekedar penasaran.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya