Traveling ke tempat-tempat baru memang sudah mengasyikkan sejak di pikiran. Apalagi jika destinasi perjalananmu itu akan ditempuh dengan rekan seperjalanan yang sudah klik sama kamu. Dengan segala macam itinerary di tangan, kalian pasti sudah punya bayangan mau ngapain aja selama di sana.

Eh tapi, selain menikmati pesona alam dan daya tarik pariwisatanya, sebenarnya traveling-mu bakal gitu-gitu aja bukan? Jalan, foto-foto, makan, foto-foto, nyobain atraksi setempat, foto-foto lagi. Kok jadi kurang greget yah? Nah sebelum kamu sama partner traveling-mu mati gaya, mending siap-siap untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain yang sarat dengan nilai-nilai sosial dalam perjalananmu.

Sudah ajukan cuti? Sudah pesan tiket perjalanan? Bagus. Sekarang, beberapa rekomendasi kegiatan ini bisa kamu jadikan inspirasi untuk jadwal liburan mendatang.

1. Tidak ada yang lebih dalam dari pengalaman punya kerabat baru yang dekat. Jika memungkinkan coba live in dengan penduduk setempat

tinggal dengan penduduk setempat via www.facebook.com

Jika jadwal perjalananmu mengharuskanmu untuk menginap di destinasi traveling, tentunya banyak waktu yang bisa kamu habiskan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Advertisement

Alih-alih menyewa penginapan yang eksklusif, coba sesekali kenalan dengan penduduk setempat. Utarakan maksudmu untuk tinggal bersama di rumah mereka selama beberapa saat. Dengan live in atau tinggal di rumah penduduk lokal, kamu bisa ngobrol lebih banyak tentang budaya setempat.

Biasanya masyarakat akan menyambut tamu dengan hangat, namun tetaplah ingat untuk jaga sikap. Sebagai tamu, jangan sampai menyinggung perasaan keluarga host atau melakukan sesuatu yang malah memberatkan mereka. Tawarkan untuk membayar biaya makan dan kebutuhan lainnya selama kamu di sana. Sedikit tips, biasanya masyarakat akan menolak. Kamu bisa siasati dengan memberikan “paket terima kasih” yang tidak melulu berupa uang di akhir kunjungan.

2. Nggak harus jadi guru untuk bisa ngajar. Asal mau pendekatan, bekal ilmu sekolah dasarmu bisa berguna di daerah

mengajar dan ikut belajar via lpmkentingan.com

Ketika berkunjung ke daerah lain, terutama yang aksesnya agak jauh dari kota, kamu akan menemukan anak-anak usia sekolah yang akan sangat senang jika kamu jadi tutor mereka untuk pelajaran sekolah. Luangkan waktu sebentar sekadar untuk membantu mereka mengerjakan PR atau mengajarkan pelajaran dengan metode belajar kreatif yang kamu tahu.

Lebih bagus lagi kalau kamu bisa mendekati guru-guru dan pihak sekolah untuk mengatur kelas kolaborasi untuk saling berbagi inspirasi. Bukan hanya mereka yang dapat teman baru, kamu juga akan belajar banyak!

3. Kalau suka kerajinan tangan, coba belajar tekniknya dari pengrajin setempat

belajar teknik kerajinan tangan via foto.okezone.com

Biasanya masyarakat di destinasi wisata itu ahli membuat kerajinan tangan khas daerah untuk dijual kepada turis yang mampir. Kamu bisa saja tinggal beli souvenir terus pamer ke teman-temanmu, pertanda kamu sudah berkunjung ke tempat itu.

Tapi sepertinya lebih oke lagi kalau kamu ikut dalam proses pembuatannya. Selain mendapatkan pengetahuan tentang teknik membatik, menenun, memahat, dan lain-lain, kamu juga bisa memahami perjuangan para pengrajin demi menghasilkan cendera mata yang biasanya kamu beli itu.

Para pengrajin biasanya akan dengan senang hati mengajarkan keahlian mereka kepadamu. Dan tentu sehabis itu kamu akan beli dong cindera mata hasil karya mereka? Yups, walau sedikit tapi kamu sudah berkontribusi menyokong kehidupan mereka.

4. Nggak zamannya lagi menyumpah karena banyak yang sembarangan buang sampah. Mumpung berkunjung, bagaimana kalau mulai dibersihkan saja?

tong sampah warna-warni via www.surfer-girl.co.id

Bete sih memang kalau naik gunung atau ke pantai untuk menikmati keindahan alam, eh banyak sampah berserakan. Traveling yang bertanggungjawab memang belum jadi kebiasaan semua orang. Tapi kan kamu sudah paham bahwa bukan begitu caranya memperlakukan alam. Kalau begitu coba mulai gerakkan rombongan traveling-mu untuk memunguti sampah di sekitar dan mengumpulkannya ke tempat pembuangan yang benar.

Selain itu, menarik juga kalau kamu bawa cat warna-warni dari rumah untuk menghias tong bekas yang ada di sekitar menjadi tempat sampah yang cantik.  Jika di lokasi tersebut sudah ada tempat sampah dari beton, sedikit polesan juga akan membuatnya stand out. Ya mungkin selama ini orang-orang buang sampah sembarangan cuma karena tempat sampahnya nggak keliatan. Siapa tauuuu….

5. Karena di kota asal nggak bakal nemu tanah lapang, coba sebentar ikut turun ke ladang

cangkul..cangkul..cangkul yang dalam via ngadumanvillage.com

Ketimbang cuma punya koleksi foto sawah dan ladang hijau yang terhampar luas, kamu akan lebih puas jika punya pengalaman bercocok tanam langsung. Bapak dan ibu petani yang bekerja seharian penuh tentu saja dengan senang hati menyambut tenaga bantuan dari kamu dan kawan-kawan.

Yes, it’s time to go back to nature! Kamu mungkin akan kaget dengan kenyataan bahwa mencangkul tidak semudah kelihatannya, atau mengatur keseimbangan badan sambil mengangkat bakul berisi sayur mayur di kepala ternyata susah juga.

6. Siap hunting foto bersama orang baru? Asal punya skill dasar fotografi dan kamera yang mumpuni, kamu sudah siap berbagi

memotret kehidupan sekitar via mhnurhalim73.blogspot.co.id

Topik fotografi bisa jadi salah satu cara untuk pedekate dengan penduduk sekitar. Selama ini bisa jadi mereka ingin belajar namun nggak pede aja. Nah kalau pas traveling kamu bawa kamera, coba manfaatkan dengan ajak teman-teman barumu membidik momen bersama. Dengan begini, hal-hal asyik dalam perjalananmu akan bertambah.

Jangan lupa minta alamat rumah mereka, sehingga nanti kamu bisa mengirimkan hasil foto-foto yang sudah dicetak dan lanjut berkorespondensi. Dapet sahabat pena deh! ;D

Jangan malas jalin interaksi. Kegiatan-kegiatan sederhana ini akan membawa cerita traveling-mu ke level yang baru. Kamu jadi belajar bahwa traveling itu tidak cuma tentang menikmati lokasi, tapi juga tentang interaksi dengan orang lain dan alam.

Selain itu, selain cuma sekadar jalan-jalan, cerita-ceritamu tentang pengalaman sosial bisa jadi titik balik yang mendewasakanmu di kemudian hari. Percayalah ketika pulang nanti, kamu akan lebih kaya pengetahuan tentang kearifan lokal. Menarik bukan?