Dimana tempat yang paling banyak merenggut nyawa manusia? Jawabannya adalah, kasur a.k.a tempat tidur. Setuju? Ya kamu harus setuju. Tapi bagaimanapun, jalanan tetaplah tempat yang rawan dan sanggup mencelakakan. Ketika kamu memutuskan untuk pergi traveling, kebanyakan waktumu akan habis di jalan. Nah, dengan begini kamu akan menjadi rentan jadi korban kejahatan. Apalagi ada di tempat baru sebagai orang asing saat tengah malam, aduh bayanginnya aja ngeri. Kamu harus pintar membaca situasi. Lengah sedikit saja, kamu bisa menjadi korban tindak kejahatan. Kenali 7 modus yang bisa mencelakakan ini!

1. Ati-ati pencopet terselubung, entah ketika berada di kendaraan umum atau saat masih di tempat singgah transportasi itu

ati-ati sama anak kecil juga, sama siapapun via facebook.com

Bisa dibilang, ini merupakan jenis kejahatan paling banyak dialami oleh para traveler. Copet nggak hanya ada di Indonesia, tapi juga seluruh penjuru dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Lebih cerdik dari merobek tas dengan silet, para penjahat ini punya beragam cara mencopet.

Pertama, ada yang pura-pura membersihkan kotoran di bahu kamu mungkin. Pas di terminal misalnya, ati-atilah kalau ada orang yang tiba-tiba membersihkan bajumu. Mereka akan bilang kalau ada kotoran burung dan entah apa jenis kotoran lainnya. Lalu, kamu akan mendadak sibuk mencari dimana kotoran tersebut. Di saat yang sama, tangan sang pencopet akan berkelana ke kantong dan mengambil barang-barang berharga. Contoh lain, pencopet bisa jadi menjelma sekelompok anak-anak kecil yang nampak polos. Waspadalah kalau tiba-tiba ada anak kecil yang bergerombol di sekelilingmu. Tangan kecil mereka bisa dengan lincah menelusup ke kantong-kantongmu.

2. Kamu boleh jadi bilang traveling untuk menemukan kawan-kawan baru di luar sana. Kamu sah-sah saja untuk bersikap ramah kepada mereka, tapi was-waslah kalau ada orang yang terlalu ramah

ati-ati kalau ada mereka yang sok ramah ya via slism.com

Advertisement

Kalau yang ini biasanya terjadi pada traveler yang berjalan sendiri di tempat umum, atau pergi sendiri dengan kendaraan umum. Seorang lawan jenis rupawan akan mendekatimu dan berbincang mengenai apapun dengan alur menyenangkan, sehingga kamu jadi lupa diri. Terus berbincang dan semakin menyenangkan, tanpa sadar kamu akan memberikan nomor hape kamu kepadanya.

Keesokan harinya dia akan mengajakmu makan di restoran atau kafe sekitar. Sepanjang makan, dia akan menjadi lebih menarik lagi dan membuatmu betah berlama-lama dengannya. Hingga saat menu sudah keluar semua dan makanan nyaris ludes, dia akan ijin ke toilet. Sudah bisa bayangin dong bagaimana kelanjutannya? Dia mendadak hilang dan tak bisa dihubungi, kamu pun ditinggalkan sendirian dengan tagihan makan yang membengkak. Mau begini?

3. Kamu jangan percaya-percaya amat sama orang. Kamu cuma wajib percaya sama Tuhan. Ati-ati sama polisi gadungan

jangan ketipu sama seragam dan atribut lengkap, semua bisa dibeli via staugustine.com

Satu hal yang mesti kamu camkan wahai traveler yang sibuk ngalor ngidul, nggak selamanya polisi bisa jadi penolong dan pahlawanmu. Maka dari itu, tolong jelilah saat melihat polisi di tempat liburan. Kebanyakan, di banyak tempat wisata ada penjahat yang menyamar menjadi sosok pahlawan satu ini dan memakai atribut polisi.

Mereka akan sok-sok’an berpatroli ke sekeliling objek wisata untuk mencari turis yang kira-kira bisa menjadi korban. Sang korban biasanya akan ditanya paspor dan visa, lalu mereka akan berpura-pura melihat berkas tersebut. Selanjutnya, mereka akan mencari kesalahan korban yang berujung harus membayar denda. Ya, logikanya siapa sih yang berani sama bapak polisi? Jadi, pastikan diri kalau kamu tak melakukan kesalahan apapun. Kalaupun dia nampak begitu meyakinkan, ajak mengurus segalanya di kantor polisi terdekat. Kalau asli pasti berani.

4. Yang suka pernak-pernik dan aksesoris berbau etnik, mending kamu jangan asal percaya aja kalau harganya selangit

jualan sih jualan, jangan maksa juga kali ah via panduanwisata.id

Gelang, kalung, dan segala hal berbau etnik memang menarik dijadikan oleh-oleh atau aksesori di tubuh perempuan. Tapi kalau harganya selangit sih kamu kudu berpikir ulang. Pemerasan yang dilakukan penjual biasanya dilakukan biasanya terjadi di jalan-jalan. Jadi, kamu kudu waspada kalau ada penjual yang bertindak persuasif banget dalam mengajakmu bicara. Apalagi kalau kamu nampak bingung, duh. Dia akan mendekati dan menawarkan memberi tahu arah tujuanmu.

Nah, lalu gini, selagi kamu mendengar arahannya, dia akan menyematkan gelang ke tanganmu. Nanti setelah gelang melingkar sempurna di tanganmu, harga sangat tinggi pun akan diberikan. Kamu mau mencoba melepaskan? Silahkan, karena mereka sekawanan akan berteriak bahwa kamu adalah seorang penipu. Hati-hati dimanapun, di pasar utamanya.

5. Nggak semua peminta sumbangan itu orang membutuhkan, yang ada mereka pencari kesempatan. Jangan sampai kamu hilang kesadaran~

ini kan tulisan, ngasih sekadarnya nggak papa, tapi kalau dia udah ngelunjak? via wpncnews.files.wordpress.com

Ngasih sedikit sumbangan untuk mereka yang membutuhkan memang suatu kebaikan yang layak dilakukan. Tapi, tolong berlaku awas. Sebab, nggak semua peminta-minta itu benar-benar membutuhkan tetesan dana kamu. Karena ada beberapa peminta sumbangan yang akan mengambil uang kamu tanpa sadar.

Orang-orang macam ini akan menghentikanmu di tengah jalan, dan dengan nada yang lembut serta tutur menyenangkan akan mengajakmu berbincang. Lama-lama, dia akan meminta uangmu yang nggak sedikit. Sayangnya, cukup banyak juga wisatawan yang tertipu dengan hal ini. Orang jahat dimana-mana, tolong kamu pahami.

6. Ada lagi nih, ketika seseorang meminta bantuan untuk menarik uang di ATM, itu bisa tadi pertanda akan terjadi ‘apa-apa.’

nyuruh ngambilin, eh dituduh maling. apes via www.oregonatmmachines.com

Ketika melihat orang tua yang sedang membutuhkan bantuan, kemungkinan besar kamu akan merasa iba dan kasihan kan? Kamu dengan senang hati pasti akan berbaik hati menolong mereka kan? Tapi, kalau misal mau ke ATM di kota tempatmu traveling dan kamu melihat orang tua yang nampak kebingungan untuk mengambil uang, tolong jangan menawarkan bantuan. Meski mereka sudah meminta bantuan secara baik-baik.

Kenapa harus ditolak dan diabaikan? Ada kemungkinan si orang tua itu adalah bagian dari oknum penjahat. Dia atau mereka akan meminta kamu menarik uangnya di ATM agar ada rekaman kalian di CCTV. Setelah menarik uang, dia akan meminta tolong dan meminta kamu membayar ganti rugi. Kalau kamu membantah, rekaman CCTV lah yang akan berbicara. Sebab, disitu terbukti kamu sedang menggunakan ATM dia. Nah lho? Gimana cara menghindarinya? Panggil satpam aja buat jagain kamu.

7. Terakhir, siap sedialah jika ada pelajar imut yang ingin belajar bahasa inggris. Jangan pernah tertipu dengan ke-imutan dan segala pesonanya

biar cantik mah kalau penipu buat apa? via static.principalinternational.co.uk

Penipuan ini biasa terjadi di negara yang mana Bahasa Inggris tidak menjadi bahasa ibu mereka. Kalau kamu berani bepergian ke luar negeri, kamu akan dipandang sebagai seseorang yang memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup memadai. Jadi, jangan heran kalau kamu tiba-tiba akan dihampiri oleh warga lokal yang ingin belajar bahasa Inggris.

Nah, ketika kamu mengajari mereka bahasa Inggris, mereka akan mengajakmu menuju cafe favorit mereka sebagai tanda terima kasih. Tapi, di cafe itu biasanya kamu akan terkejut dengan tagihan yang harus kamu bayarkan. Perjalanan memang mengandung resiko, tapi percayalah semua modus kejahatan itu bisa kamu hindari kok.

Masih berani traveling ke antah berantah sendirian? Berani dong. Kamu nggak bakal kenapa-napa, asal kamu waspada dan cermat terhadap beragam modus kejahatan di atas. Itu masih beberapa sih, kalau kamu pernah mengalami sesuatu di perjalanan, bisa kali kamu tulis di kolom komentar. Happy traveling!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!