Masih ingat dengan seorang polisi bernama AA Putu Sudi yang ditikam berkali-kali hinga tewas oleh turis asal Perancis bernama Amokrane Sebet? Kejadian beberapa bulan lalu tentu menjadi sebuah tamparan buat kita. Orang asing yang hanya berstatus pelancong di negeri kita berani-beraninya menghilangkan nyawa salah seorang anak bangsa. Meski akhirnya sang pelaku juga terpaksa di tembak mati, tapi tetap aja, kematian sang polisi meninggalkan luka.

Kejadian itu pun terulang kembali. Baru-baru ini seorang polisi ditemukan tewas di Pantai Kuta. Lagi-lagi di pulau dewata. Dan wisatawan asing lagi-lagi menjadi tersangka.

Apa apa dengan pulau Dewata? Kenapa ada mayat bersimbah darah di pantai Kuta?

Aipda I Wayan Sudarsa via images.detik.com

Hari kemerdekaan Indonesia justru menjadi hari petaka bagi Ajun Inspektur Dua (Aipda) Wayan Sudarsa, anggota Polsek Kuta, Badung, Bali. Ia ditemukan tewas pada 17 Agustus lalu di pantai Kuta. Menurut sejumlah saksi, Wayan Sudarsa meregang nyawa akibat ulah tangan wisatawan asing. Sebanyak 39 titik luka di tubuh korban menjadi penghantar kematiannya.

Sejumlah tanda pengenal dan barang wisatawan asal Australia tertinggal di tempat kejadian perkara

Polisi yang ditemukan tewas di pantai Kuta via cdn-2.tstatic.net

Advertisement

Berdasarkan hasil visum terhadap pria berusia 53 tahun ini, luka paling parah terdapat di kepala dan wajah korban. Sejumlah luka menganga tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul. Dan luka paling fatal terdapat di bagian kepala. Nggak cuma itu, luka memar dan lecet juga ditemukan di tubuh korban. Di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah barang dan identitas yang diduga pelaku pembunuhan sang polisi. Identitas wisatawan asing bernama Sara Connor asal Australia. Ia bersama pacarnya, David James Taylor, dijadikan tersangka oleh kepolisian.

Meski kamu bisa meminta perlindungan ke konsulat negaramu, tapi pelanggaran hukum tetap nggak bisa ditolerir

Sara Connor yang diduga terlibat atas kematian Wayan Sudarsa via www.smh.com.au

Setelah menyebarkan selebaran Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian, yang di dalamnya foto dua orang warga asing, terduga pun berhasil dibekuk pada saat memasuki kantor konsulat Australia untuk meminta perlindungan. Sara Connor asal Australia dan kekasihnya, David James Taylor pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dengan sejumlah bukti yang udah ditemukan seperti hasil darah, luka di tubuh korban, kartu identitas tersangka, pecahan botol dan juga darah di home stay tempat mereka menginap.

Bahayanya menenggak alkohol secara berlebihan, kamu nggak tau apa yang telah kamu lakukan

Salah satu tersangka pembunuhan Wayan Sudarsa, Sara Connor via metrouk2.files.wordpress.com

Sepasang kekasih yang tengah melancong ke pulau Dewata ini mengaku tengah dalam pengaruh alkohol pada saat kejadian. Sara mengaku tidak ingat dengan kejadian yang terjadi pada waktu itu. Dia masih mencoba mengingat-ingat kejadian detailnya. Berbagai kabar miring pun mendera. Ada yang bilang, Wayan Sudarsa pada saat itu sedang mengintip sepasang turis tersebut berpacaran. Namun kabar tersebut hanya bagian dari sensasi. Yang jelas, pada malam itu, Wayan Sudarsa memang sedang bertugas.

Dalam sebuah wawancara di TV One, kemungkinan pasangan tersebut melakukan tindakan kurang senonoh di Pantai Kuta pada malam hari. Kemudian korban datang mengingatkan, namun yang terjadi justru perkelahian yang berujung maut. Korban meninggal dengan puluhan luka terbuka, lecet maupun memar di sekujur tubuhnya dengan hilangnya nyawa akibat pukulan benda tumpul di kepalanya. Duh, wisatawan asing kok seenaknya ya di negeri orang. Semoga kebenaran segera terungkap tuntas.

Selamat jalan I Wayan Sudarsa, terima kasih sudah menjadi bagian dari keamanan pulau Dewata

Jenazah Wayan Sudarsa dalam prosesi adat sebelum dikremasi via img.okezone.com

Pagi kemarin, masyarakat Banjar Pesalakan memenuhi rumah duka untuk mempersiapkan prosesi pelepasan jenazah. Kesedihan jelas mendera keluarga I Wayan Sudarsa. Pamit menjalankan tugas, Wayan Sudarsa pulang dalam keadaan nggak bernyawa. Setelah melewati upacara adat untuk pelepasan jenazah, abu jenazah Wayan Sudarsa pun dilarung di Pantai Jimbaran. Meskipun hingga saat ini kematiannya masih menjadi misteri, polisi tetap berusaha dalam mendalami motif dan kronologi kematian sang polisi di hari kemerdekaan negerinya sendiri. Terakhir, Selamat jalan Pak!

Semoga kejadian ini nggak terjadi lagi ya. Mari saling menjaga hubungan dengan sesama. Apakah kamu sebagai pendatang ataupun warga lokal, jaga kedamaian di mana pun kamu berada.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!