Apa sih Jogja itu buat kamu? Seberapa jauh kamu menyelami Jogja? Sekuat apakah batinmu bertaut pada Jogja? Jangan dijawab dulu sebelum kamu tahu banyak tentang Jogja.

Mungkin kamu sudah sering berkunjung ke Jogja dan sekitarnya. Ke berbagai destinasi wisata yang tersebar marak di seputaran Jogja. Juga dengan kuliner khas Yogyakarta yang begitu menggoda. Nah, buat kamu yang mengaku telah dekat secara lahir batin dengan kota istimewa ini, tahu nggak sih kamu tentang urban legend yang tersebar di Jogja dan sekitarnya? Berikut ini adalah ulasan Hipwee Travel tentang urban legend ataupun mitos yang menyelimuti Jogja dan sekitarnya. Yuk, cekidot!

Sosok wanita yang menggantung diri di Kandang Menjangan. Jangan tatap matanya! Seolah dia mengikuti pergerakanmu loh!

Mungkin kamu nggak terlalu familiar dengan nama lokasi wisata ini. Kandang Menjangan ini terletak di sebelah selatan Plengkung Gading, Jogja. Konon, bangunan ini dibangun untuk menghindari serangan hewan liar (menjangan) dari arah hutan Krapyak, yang sebelumnya hewan ini telah menyeruduk seorang kerabat keraton Yogyakarta pada tahun 1613. Nah, yang menjadi legenda adalah ketika sering banget ditemukan sosok wanita yang tergantung di sebuah pintu dari Kandang Menjangan ini. Seolah, kepala yang tergantung itu melirik ke arah siapapun yang melintasi jalanan tersebut. Dengan kaki menggantung, kepala dan mata wanita ini mengikuti ke mana pun orang itu lewat!

Kalau kamu pernah dengar suara Marching Band di seantero Jogja tiap Subuh, indikasi pertalian batin antara kamu dan kota Jogja.

ILUSTRASI. Marching Band. via www.westword.com

Advertisement

Pernah terdengar suara marching band di seantero Jogja tiap Subuh. Kata orang dulu, ketika kamu mengikuti sumber suara ini (misal ke arah timur), ternyata suara ini berasal dari arah barat. Kalau kamu mendengar suara marching band ini dari utara dan kamu mencarinya ke sana, maka suara ini seolah berpindah ke arah selatan. Seperti bertolak belakang. Sampai saat ini, masih ada beberapa warga yang masih kerap mendengar suara marching band ini. Nah, konon katanya, kalau kamu mendengar suara ini, itu berarti kamu seperti memiliki keterikatan batin dengan kota Yogyakarta. Entah dengan cara apapun, kamu pasti akan kembali ke sini! Kota berjuta kenangan nan istimewa!

Derap langkah pasukan Nyi Roro Kidul dari Pantai Parangtritis menuju Gunung Merapi yang masih kerap terdengar. Kamu pernah dengar suara ini?

Parangtritis. via anekatempatwisata.com

Seperti halnya suara Marching Band, suara derap langkah para pasukan Nyi Roro Kidul di kawasan Parangtritis juga eksis, katanya. Sampai sekarang. Namun, nggak semua orang bisa mendengar suara aneh ini. Suara ini seperti timbul tenggelam, kadang kenceng, kadang tiba-tiba hilang. Menurut penuturan masyarakat sekitar mengira bahwa suara ini berasal dari pantai Parangtritis menuju Gunung Merapi! Derap langkah pasukan nggak kasat mata……hiii!

Cobalah mendaki Gunung Merapi, kamu akan mengenal berbagai tempat ‘istimewa’ dari keindahan alam di gunung api ini. Istimewa!

Bukan gunung biasa! via news.nationalgeographic.com

Mendaki gunung memang nggak semudah menaklukkan mall dengan tinggi lantai yang terlalu mewah. Mendaki gunung banyak peraturan yang harus kamu tahu! Seperti ngomong kotor, petakilan, atau bahkan berbuat maksiat! Inilah beberapa lokasi di Gunung Merapi yang terlalu ‘istimewa’.

Pasar Bubrah, pasarnya para arwah~

Nggak asing dong dengan lokasi ini? Ya, inilah lokasi favorit para pendaki untuk camping menjemput sunrise yang mengilau. Jangan salah, bukit yang berada tepat di bawah kawah Merapi ini ternyata merupakan pasarnya para arwah! Kamu akan disambut dengan suara-suara aneh seperti suara masyarakat di pasar, suara gamelan, dan gending Jawa yang bersahutan. Kamu bisa apa?

Gunung Wutoh dan kisah Nyai Gadung Melati.

Gunung Wutoh ini juga memiliki unsur mistis loh! Lokasi ini seperti gerbang utama untuk menuju Keraton Merapi yang berada di kawah puncaknya. Masyarakat setempat percaya bahwa kawasan ini dijaga oleh Nyai Gadung Melati. Beliau adalah leader pasukan pasukan Keraton Merapi yang berwenang menjaga daerah teritorialnya, Gunung Merapi! Nyai Gadung Melati akan masuk ke dalam mimpi beberapa warga setempat untuk memberikan kabar bahwa akan ada bencana yang datang dari Gunung Merapi, kalau dia berpakaian hijau daun melati.

Mana yang pernah kamu temui: Prajurit Belanda yang berpatroli di Benteng Vredeburg atau Noni Belanda berkaki kuda?

Kali ini pasukan asing lain yang datang dari Benteng Vredeburg siap mengajakmu berpetualang di masa silam. Konon, di benteng ini banyak orang pernah mendengar dan melihat sekompi pasukan Belanda kuno sedang latihan berbaris, tanpa memiliki kepala! Selain itu, terdapat sesosok Noni Belanda cantik yang berkaki kuda. Berani ke sini? Sok, mangga~

Kampus UGM, rumah bagi para arwah. Sosok hantu mana yang pernah kamu temui?

Buat kamu yang akrab dengan Fakultas Pertanian UGM, mungkin akrab pula dengan sosok hantu Rohana, atau Mbak Yayuk yang sering nongol di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Kalau larangan untuk menyanyikan lagu Gugur Bunga di Fakultas Teknik, pernah tahu? Konon, kalau kamu menyanyi lagu ini, akan muncul sosok yang merasa kamu ‘panggil’ tersebut! Hiii!

Mitos tentang burung Jay atau Bence yang membawa berita duka. Banyak orang percaya, bakal ada kematian yang menjemput salah seorang warga sekitar.

Nggak ada yang tahu pasti, jenis burung apa unggas satu ini. Kalau menurut masyarakat Jogja, burung ini bernama Bence. Journal Animal Behavior dari California menyebutnya sebagai Burung Jay, burung pendeteksi kematian. Ada yang mengatakan, kalau kamu mendengar suara kicau burung Bence di sekitar rumahmu, itu tandanya bakal ada orang sekitar rumahmu yang akan meninggal!

Masih tentang burung misterius yang terbang mengelilingi cakrawala kota Jogja, ada juga burung Culi yang minta tolong untuk melepaskan tali pocong.

Lepasin taliku, Bang~ via lyamohamad.blogspot.com

Burung yang satu ini jauh lebih mengerikan! Burung ini belum jelas bentuknya, yang jelas burung ini hanya akan keluar pada petang hingga fajar, dengan kicauannya yang bisa bikin merinding! Burung ini berkicau “culi”, yang dalam bahasa Jawa berarti lepaskan (uculi). Konon, kata masyarakat setempat, burung Culi ini merupakan perwujudan dari jenazah yang tali pocongnya belum dilepaskan. Sehingga ia akan terbang berkeliling untuk mencari bantuan untuk melepaskan tali pocong tersebut. Hal yang lebih menyeramkan lagi adalah, kalau sampai burung ini bertengger di atap rumahmu, konon katanya bakal ada seseorang yang meninggal di dalam rumahmu itu. 🙁

Nah, dari semua urban legend dari Jogja ini, mana yang sudah akrab dengan dirimu? Atau ada kisah yang lebih mistis dari Jogja yang selalu tampak romantis? Catat di kolom komentar ya, Gaes!