Indonesia memang bisa dibilang negara dengan banyak mitos dan pamali. Nggak bisa dimungkiri, kekuatan kepercayaan nenek moyang menjadikan para orang tua di sekeliling kita masih banyak yang mempercayai hal itu. Tak terkecuali mitos dan pamali tentang kehamilan. Dari mulai tidak boleh makan belut karena takut nanti anaknya menjadi hiperaktif sampai tidak boleh makan daging ikan yang berasal dari air tawar karena bisa menghambat rejeki sang anak.

Kalau dipikir-pikir, apa hubungannya ya pamali tersebut dengan sebab musabab yang kemudian dimungkinkan bisa terjadi? Untuk itu kali ini Hipwee ingin menguak 5 bentuk pamali tentang kehamilan beserta fakta sebenarnya. Setelah baca ini, kamu boleh percaya kalau semuanya ternyata hanya mitos belaka. Yuk, kita simak sama-sama!

1.  Saat hamil tidak boleh potong rambut dan potong kuku, karena dikhawatirkan bayi akan mengalami patah tulang atau ada bagian tubuhnya yang putus

Boleh potong rambut via www.thesun.co.uk

Kamu bisa bayangkan nggak selama 9 bulan tidak potong kuku? Yang ada kukumu akan tumbuh panjang tak beraturan dan kemudian jadi sarang kuman. Bukan tidak mungkin kuman-kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kamu santap, terlebih jika kamu memakannya menggunakan tangan. Hal ini tentu justru akan membahayakan janin, bukan? Sedangkan soal potong rambut, rasanya tidak ada hubungannya juga dengan patah tulang pada janin.

Patah tulang pada janin bisa disebabkan karena banyak hal, seperti misalnya; kesalahan pada proses persalinan (biasanya dialami oleh kehamilan sungsang), juga bayi yang lahir dengan gangguan Osteogenesis Imperfecta (OI), yaitu kelainan janin yang terjadi karena hilangnya gen yang bertugas memadatkan tulang dengan kalsium bernama Cola 1. Jadi jelas sudah kalau potong rambut dan potong kuku tidak menyebabkan bayi yang dikandung mengalami patah tulang.

2. Saat hamil dilarang makan ikan air tawar karena dapat menghambat rezeki sang bayi. Masa, sih?

Advertisement

Ikan air tawar via www.cooknsoul.de

Mungkin karena ikan air tawar dihargai lebih murah dibanding ikan air laut, banyak orang beranggapan bahwa jika ibu hamil sering mengkonsumsi ikan air tawar, bayi yang dikandung memiliki nasib buruk terkait rezeki. Padahal faktanya, ikan air tawar merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil. Ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan lele, ikan mujair, sampai pada ikan kakap putih memiliki banyak sekali zat-zat yang baik bagi perkembagan janin.

Ikan jenis ini kaya akan protein, vitamin, mineral, dan merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 dan juga asam lemak omega-6. Hal ini akan sangat baik bagi janin selama kehamilan, terutama untuk proses perkembangan otaknya. Jadi, ikan air tawar tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah rezeki si bayi.

3. Baik sang istri maupun suami, sama – sama tidak boleh mencelakai atau bahkan membunuh seekor hewan. Hal tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap janin yang ada dalam kandungan

Jangan dibunuh via www.theodysseyonline.com

Ini adalah bentuk pamali yang paling populer. Banyak orang beranggapan, jika si istri maupun suami membunuh seekor hewan, konon katanya bayi yang dikandung akan mengalami cacat fisik. Misalnya, suami membunuh seekor ular, maka anak yang dilahirkan pasangan tersebut kulitnya akan bersisik seperti kulit ular. Tentunya semua hanyalah takhayul belaka. Bagaimanapun juga membunuh dan menganiaya hewan adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Namun faktanya, tidak ada faktor medis yang menjelaskan hubungan antara membunuh hewan berkaitan dengan kondisi pada bayi yang dikandung.

4. Dilarang makan belut saat hamil karena anak yang dikandung nanti bisa jadi hiperaktif

Faktanya, belut mengandung banyak sekali nutrisi seperti kalsium, protein, vitamin A, vitamin B6, vitamin, B12, vitamin C, vitamin E yang berguna untuk tubuh. Di samping itu, belut juga mengandung sedikit lemak. Bahkan belut kaya akan kandungan omega-3, omega-6, folat, niasin, riboflavin, thiamin, zat besi, kalsium, potassium, posfor dan nutrisi penting lainnya. Dari banyaknya kandungan yang terdapat pada belut, sudah dipastikan bahwa ternyata belut justru dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil.

Belut diasosiasikan dengan gerakannya yang gesit dan kulitnya yang licin sehingga tidak bisa diam dan sulit untuk ditangkap. Hal ini yang menyebabkan adanya pamali untuk ibu hamil dengan tidak boleh makan belut karena dikhawatirkan bayi yang dilahirkan nanti menjadi sangat aktif dan tidak bisa diam. Padahal, hiperaktif sendiri disebabkan oleh adanya kerusakan kecil pada sistem saraf pusat dan otak, sehingga rentang konsentrasi menjadi sangat pendek dan sulit dikendalikan.

5. Ibu hamil tidak boleh duduk di pintu masuk rumah. Hal tersebut dipercaya dapat menyebabkan bayi sulit mencari jalan lahir saat proses persalinan

Nggak boleh duduk di depan pintu via 9m-bg.com

Padahal, sulitnya bayi mencari jalan lahir bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya; palsenta menutupi jalan lahir, panggul si ibu yang sempit, atau bisa karena bayi yang terlalu besar. Jadi, sama sekali tidak ada sangkut pautnya antara duduk di pintu masuk rumah dengan proses persalinan.

Jangan telan mentah-mentah segala macam hal yang katanya pamali. Meski bukan bermaksud untuk membantah nasihat orang-orang tua, tapi dari sini kamu bisa menjelaskan bahwa beberapa mitos tersebut ternyata berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya. Jadi, hati-hati, girls!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya