Bagi sebagian orang, menikah adalah suatu keharusan yang wajib dijalani oleh pasangan. Tapi, banyak juga lho sebagian orang yang berpendapat kalau menikah itu tidak penting. Selain terkesan menghambur-hamburkan banyak uang, menikah juga mengganggu proses perjalanan jiwa menuju kesejatian. Nah, pikiran-pikiran seperti itu ada sebenarnya, tidak semua orang harus menikah. Dan sebenarnya kitapun harus menghargai orang-orang yang mempunyai pikiran-pikiran yang berbeda. Daripada berlama-lama, langsung aja yuk simak!

Menikah itu bukan perlombaan

1. Orang tidak harus menikah karena filosofi hidup dan spiritualisme. Menikah bisa mengganggu proses perjalanan jiwa menuju kesejatian

Biksu-biksu yang baik via 1.bp.blogspot.com

Kamu pasti tahu bahwa biksu dan pastur tidak menikah. Biksu adalah orang-orang yang menjalani kehidupan yang diajarkan oleh Sidhartha Gautama, yang kita kenal dengan ajaran Budha. Seorang biksu tidak menikah sebab mereka meninggalkan segala nafsu duniawi, sehingga nafsu birahi dan ikatan pernikahan merupakan hal yang duniawi yang patut ditinggalkan pula. Nah, jangan mengira menikah itu wajib untuk semua orang, bagi sebagian orang tidak lho~

Wajib kita hormati nih~

2. Menikah mengganggu jenjang karir. Apalagi ketika berkeluarga, akan ada banyak tantangan dalam keluarga yang akan crash dengan karir

Advertisement

Speech at UNICEF via cache4.asset-cache.net

Setiap orang yang sedang meniti karir menuju puncak kesuksesan, pasti ingin fokus pada keinginanya. Begitu juga dengan jenjang karir, saat seseorang ingin menuju puncak karir yang baik, dia harus menyampingkan keinginan-keinginannya yang lain. Termasuk dengan cara tidak menikah, begi mereka, menikah hanya mengganggu jenjang karir. Lihat saja, bila seorang wanita ingin mengejar jenjang karir yang baik, dia harus menunda mempunyai anak.

3. Menikah hanya buang-buang uang, ratusan juta akan habis selama 2 jam lebih, duh~

Coba kamu perhatikan, rata-rata biaya pernikahan dan resepsi pernikahan di Indonesia menghabiskan dana mulai dari 1 juta hingga ratusan juta. Kenapa bisa sebanyak itu? karena yang menggelar resepsi harus menyiapkan biaya catering untuk tamu, pelaminan, dekorasi dll. Dan kita semua tahu, biaya tersebut tidak murah.

Nah, apakah kamu masih mau repot-repot mau menikah dengan mengandalkan gaji yang tidak seberapa itu? Atau kembali merepotkan orang tua untuk urusan pernikahan pribadi?

4. Penulis Soe Hok Gie pernah berkata, pernikahan adalah pelacuran yang dilegalkan. Waduh~

Dalam bukunya yang terkenal berjudul Catatan seorang demonstran, Soe Hok Gie pernah menuliskan bahwa pernikahan adalah pelacuran yang dilegalkan. Tentu baginya, pernikahan tidak terlalu penting. Ada hal lain yang lebih penting dari sekedar mengurusi pernikahan. Hingga akhir hayatnya, Gie membuktikan ucapannya dengan tidak menikah dengan siapapun.

Pernikahan adalah pelacuran yang dilegalkan. Soe Hok Gie

5. Kalau niatnya hanya mau seks doang, jangan menikah. Menikah bukan hanya sekedar seks doang. Bahkan, ada lho yang menolak berhubungan seks

Berpelukan! via www.riautrust.com

Tujuan menikah bukan hanya untuk seks, menikah adalah bukti bahwa mental seseorang sudah baik untuk mengarungi pernikahan. Menikah bukan untuk enak-enak saja lho. Dan yang enak-enak pun bukan hanya seks. Hipwee tidak menganjurkan kamu untuk melakukan hubungan seks sebelum menikah, hanya saja pernikahan itu bukan hanya berhubungan badan, tapi juga beragam masalah yang ada di dalamnya

6. Tidak semua orang suka keterikatan pernikahan, banyak juga yang ingin bebas tanpa ikatan

Alhamdulilah SAH! via www.wowkeren.com

Jaman sekarang, tidak sedikit orang yang menginginkan sebuah hubungan tapi tidak mau terikat. Bagi mereka, mempunyai ikatan cenderung terlalu ribet dan menyusahkan. Banyak tuntutan yang harus dihadapi. Misalnya bertemu dengan keluarga baru yang belum tentu cocok, mengurusi suami dan anak yang rewel. Dan harus memanage keuangan bersama. Hm, intinya bebas tanpa ikatan lebih asik daripada terikat

Nah, itulah beberapa alasan mereka yang enggan menikah. Sejatinya, kita harus menghargai mereka yang membuat keputusan tersebut. Janga langsung men-judge seseorang tanpa tahu maksud dan tujuannya. Tapi, semuanya dikembalikan sama kamu sih, mau yang gimana. Mau menikah monggo, nggak juga nggak apa-apa, yang penting saling menghargai satu sama lain. Betul?