Pernikahan itu terjadi tidak hanya berkat dua hati yang bersatu, yaitu kamu dan dia. Hadirnya pihak lain, misalnya keluarga dan teman-teman dari kalian juga turut campur. Hal inilah yang menyebabkan pernikahan tak sekadar kebahagiaan dua orang saja, melainkan termasuk keluarga, teman-teman dan kerabat dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, menyelenggarakan resepsi dengan pantas menjadi hal yang kamu lakukan untuk mensyukuri berkumpulnya orang-orang kesayangan tersebut.

Namun sebenarnya, kesenangan sesaat dalam resepsi bukanlah hal utama dalam pernikahan. Karena dalam perjalanannya, akan ada bayak problematika rumah tangga yang menanti.

Yup! Salah satunya yaitu masalah yang kerap muncul bersama mama mertua. Pertengkaran-pertengkaran kecil sangat mungkin terjadi. Ibaratnya kamu bertemu dengan mama baru di kehidupanmu, maka kamu pun harus aware. Jika tak kamu sadari sejak dini, pernikahanmu bisa saja memburuk gara-gara hal sepele ini. Meski belum tahu nikahnya kapan dan sama siapa, nggak ada salahnya kalau kamu ketahui dari sekarang. Ini dia 7 macam masalah yang bisa muncul bersama mama mertua.

1. Sebelum menikah, problem persiapan resepsi bermunculan. Mulai dari tema, prosesi adat, menu katering apa saja, hingga suvenirnya bisa saja bikin suasana tegang

mama mau sama

mama mau sama via www.legacy.com

Masalah ini sebetulnya bukan cuma dengan mama mertua saja, tapi juga orangtuamu sendiri. Sebagai orang yang telah berpengalaman, mereka pasti ingin resepsi yang pas dan sesuai dengan keinginan. Tapi, karena yang menikah adalah kamu dan pasangan, pastinya kalian pun ingin mewujudkan pernikahan ideal idaman sendiri. Nah, saat seperti ini bisa membuat tiga pihak: kalian, calon mama mertua, dan orangtuamu bersitegang.

Ditambah lagi kalau rencanamu berbeda jauh dengan keinginan mereka. Kalau nggak sabar, maka hubungan harmonis dengan salah satunya bisa terganggu. Jalan keluarnya coba deh dipikirkan dengan baik bagaimana menyatukan ide-ide kreatif menyambut resepsi nikah. Biar nggak ada yang berat sebelah.

2. Ketika sudah jadi istri, masalah yang bisa muncul adalah soal selera masakan. Rasa, penyajian, dan menunya sering dikomentari mama mertua

suka dikomentarin

suka dikomentari via www.justjaredjr.com

Rasanya bagaimana, Ma?

Keasinan. Ini juga terlalu matang.

Jangankan yang beda rumah, yang serumah saja soal selera masakan bisa berbeda. Maka dari itu, kamu harus memaklumi komentar mama mertua atau anggota keluarga lainnya yang suka mengomentari masakanmu. Entah rasa, penyajian, hingga menu yang sering kamu masak, anggaplah sebagai masukan saja. Hal seperti itu siapa tahu berguna buat meningkatkan skill memasak kamu.

3. Kebiasaanmu suka dipermasalahkan, misalnya suka tidur siang atau malas membersihkan rumah

kebiasaanmu jadi masalah

kebiasaanmu jadi masalah via www.huffingtonpost.com

Kalau sudah jadi keluarga, hal apapun yang ada dalam diri bakal ketahuan sama mereka. Termasuk beberapa hal sepele dari kebiasaanmu yang tak disangka. Syukur deh kalau mama mertua memaklumi kebiasaanmu itu, tapi kalau nggak ya lain ceritanya. Misalnya kamu yang suka tidur siang dan malas membersihkan rumah bakal sesekali disinggung.

4. Orangtua kamu bisa saja kesal sama mama mertua gara-gara terlalu mengatur rumah tanggamu atau sebaliknya

dianggap suka mengatur

dianggap suka mengatur via trueblood.wikia.com

Saking sayang dan pedulinya sama anak, mama mertua selalu melibatkan dirinya ke dalam momen bersama kamu dan pasangan. Niatnya sih baik untuk memberi masukan maupun membantu, tapi hal ini bisa jadi masalah bagi orangtuamu. Mereka bisa saja berpikir kalau mertuamu (terutama mama mertua) dianggap terlalu ikut campur ke dalam rumah tangga kalian. Ujung-ujungnya sih, kamu dan suami harus memutar otak untuk mencari jalan keluarnya.

5. Baik mertua atau orangtuamu kadang iri karena kalian dianggap lebih perhatian ke salah satunya

ada yang iri

ada yang iri via www.aliexpress.com

Ini nih salah satu sikap baik kalian yang dianggap salah di mata para orangtua, yaitu perhatian. Hal baik ini bisa disangka jadi problem kalau kamu dan pasangan nggak hati-hati bertindak, lho. Misalnya saja niat kamu yang ingin memberikan hadiah ke mertua atau orangtuamu. Jika mereka tahu, secara tak langsung dalam hati mereka menganggap kalau kamu saat ini kasih sayangnya ternyata berat sebelah. Mereka iri dengan perilaku baikmu kepada salah satunya. Dan tentu saja mereka berharap dapat perhatian yang sama, bahkan lebih.

Yang suka jadi masalah sih, sebenarnya kamu dan suami telah semaksimal mungkin adil dalam memberikan perhatian. Eh, ternyata yang kalian berikan itu bagi mereka masih kurang.

6. Nggak jarang kamu jengkel ke mertua akibat beda pendapat. Kalau tidak dikomunikasikan dengan baik bisa jadi polemik

bisa jadi polemik

bisa jadi polemik via angeruk.org.uk

Bukan cuma mama mertua yang nggak suka dengan kebiasaan kamu, tapi apa yang beliau lakukan juga bisa jadi bahan yang bikin kamu kesal. Kalau sudah sulit dibendung, bisa jadi emosimu kurang terkendali. Hal satu ini lebih baik kamu hindari deh, apalagi kalau dilakukan di depan umum. Jika sikap mama mertua memang nggak bisa kamu toleransi, coba nanti bicarakan baik-baik ke suami kamu untuk cari jalan keluarnya. Kalau nggak mempan juga, bicarakan secara halus ke mama mertua langsung.

Awalnya akan renggang atau muncul momen awkward sih, tapi daripada terang-terangan di tempat umum, lebih baik pakai cara ini.

7. Perbedaan pola komunikasi. Kadang sama mertua kamu bisa sangat sungkan dan nggak enakan. Tapi, justru di situlah akar permasalahan

sungkan

sungkan via www.rd.com

Hal sederhana lainnya yang jadi masalah yaitu perbedaan pola komunikasi kamu dengan mama mertua. Karena baru kenal, baru serumah, baru jadi keluarga, beda usia, beda latar belakang, hal ini bikin kamu jadi sangat sungkan dan nggak enakan. Mau ajak ngobrol khawatir dianggap nggak sopan, mau diam saja takut dianggap sombong. Duh, jadi serba salah deh kamu. Inilah akar permasalahannya.

Pernikahan itu memang identik dengan kebahagiaan, tapi nggak jarang muncul berbagai problematika. Seperti apapun masalahmu dengan mama mertua nanti, usahakan diselesaikan dengan baik-baik ya. Jangan sampai malah emosimu jadi tersulut.