Pernikahan jelas menjadi mimpi yang selalu dinantikan oleh semua orang, khususnya para cewek. Ketika usia telah memasuki masa-masa genting alias usia matang dan jalinan asmara yang dibina bersama pacar sudah cukup lama, apalagi yang ditunggu? Menikah adalah doa dan harapan yang selalu dirapalkan oleh (kebanyakan) kaum Hawa.

Sebenarnya, cowok pun demikian loh. Mereka ingin menikahi ceweknya dengan segera. Tapi yang jadi masalahnya adalah kesiapan. Meskipun sudah siap secara mental dan finansial, apa iya cewek mau diajak nikah tanpa mengadakan resepsi (mewah)? Karena hampir sebagian besar cowok enggan melakukan resepsi dengan alasan biayanya yang nggak sedikit. Lalu bagaimana jawaban cewek atas pertanyaan ini? Simak pendapat para cewek usia matang ini, ya!

Ada yang ingin menikah tanpa resepsi dengan tamu bejibun. Cukup mengundang beberapa orang terdekat, inginnya sih seperti itu

Keluarga aja. via www.thistleloohire.com

Guenya sih selow. Tapi gue nggak yakin orangtua kami mau nggak ada resepsi. Gue pernah bilang, niat pengen private party aja, mereka keberatan. – Wuni (24), guru TK.

Daripada buat resepsi mewah, mending uangnya untuk beli rumah. Lebih berfaedah!

Mending buat beli rumah. via www.impressiveinteriordesign.com

Advertisement

Aku sih mau. Yang penting sah dan berkah. Terus. uang untuk resepsi mewahnya buat beli rumah. Tapi sayang, Mama nggak mau. Lebih ke tuntutan keluarga. – Nunung (24), pengantin baru.

Menolak resepsi karena nggak suka jadi pusat perhatian. Tapi orangtua lebih mementingkan gengsi, kita bisa apa?

Nggak pengen diliatin. via tumblr.com

Gue nggak suka jadi pusat perhatian, apalagi untuk hal begitu. Gue pernah nanya nyokap bokap untuk malah cuma via KUA aja, terus alasannya adalah “berita baik harus disebarkan.”
Ya, bener sih, cuma nggak tahu kenapa, kurang suka aja. Makanya kalau saatnya tiba, gue nggak tahu bakal ngumpet di bawah bangku pelaminan apa gimana. Serius sih ini.
Cuma, ya, emang (katanya) adatnya orang Indonesia, kan begitu, apalagi yang mainannya gengsi. – Riza (25), aktivis lingkungan hidup.

Menurut orangtua, anak pertama harus menikah dengan mengadakan resepsi. Entah seberapa biaya yang dikeluarkan

Apalagi kalau anak tunggal. via weddingsspirit.com

Awalnya gue sama Mamas nggak mau resepsi, mau akad doang. Eh, bokap gue ngadain resepsi, katanya “Anak pertama masa nggak diresepsiin? Kakekmu aja yang anaknya 11 diresepsiin semua.” Alhasil, jadilah resepsi kemaren. Haha. – Ajrule (24), istri seorang PNS.

Resepsi itu ribet. Tapi karena adat, mau nggak mau harus mengadakan resepsi! (baca: terpaksa)

Terpaksa. via lukihermanto.com

Gue sih mau banget nikah tanpa resepsi. Cukup pemberkatan aja di gereja. Selain biar nggak ribet, hemat biaya juga, Boooo.
Cuma, gue terlahir di keluarga Batak yang sangat kental dengan resepsi adat. Gue pikir untuk nggak pakai resepsi adalah hal mustahil. Kalau gue nikah tanpa resepsi adat, otomatis nanti keturunan gue semua nggak boleh pake adat nikahnya. Sedangkan keluarga gue kental adat. – Julia Evani Sitepu (25), penari balet.

Inginnya sih nggak usah pakai resepsi segala macam. Tapi budaya yang mengharuskan

Nurut aja deh.

Iya, maunya juga gitu tapi balik lagi. Orang batak harus dipestain kalau enggak bisa jadi masalah besar di keluarga. Bisa ngaruh sama anak cucu. – Adele (25), mantan penyanyi latar.

Kalau memang uangnya berlebih, nggak masalah. Yang penting nggak perlu dipaksakan dan dibikin ribet

Aku sih terserah. Kalau ada duit, boleh. Kalau nggak ada duit lebih, ya nggak usah. Nggak usah dibikin ribet ah. Baru mau nikah aja ribet. Nggak kebayang ntar setelah nikah. Iyuuuh! – Ririn (25), apoteker.

Mau pakai atau tanpa resepsi, semua bisa dibicarakan. Jangan sampai batal menikah cuma gara-gara beda pendapat

Daripada batal?! via huffingtonpost.co.uk

Ya, itu bisa diobrolin sih. Jangan sampai batal nikah cuma gara-gara beda kemauan, antara aku sama calonku. Atau aku dengan keluargaku. Atau dia dengan keluarganya. Atau siapa dengan siapa. Bisa diobrolin. – Elmi (23), arsitek.

Nah, seperti itulah. Dari sekian opini dari cewek-cewek usia siap berumah tangga, kebanyakan dari mereka nggak masalah dengan pernikahan tanpa mengadakan resepsi. Tapi sayangnya, semua kembali pada keputusan orangtua. Ya, lagi-lagi ini yang bikin cowok menyimpan bebannya lagi. Cuma karena gengsi, pernikahan harus mengadakan resepsi, yang artinya adalah mengharuskan cowok untuk menabung lagi dan lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya