Perkara jodoh, memang tiada yang tahu soal kapan dan dengan siapa. Bisa jadi kamu berjodoh dengan janda, dengan duda, dengan anak terakhir, anak jendral, atau bunga desa sekalipun. Cara ketemunya juga bermacam-macam. Bisa lewat dijodohkan, sosial media seperti Tinder, ketemu pas kuliah, dan lain-lain. Setiap cara mempunyai kesannya masing-masing. Begitu pula dengan siapa kamu menikah nanti, pasti akan membuat terkenang seumur hidup.

Nah, untukmu yang terlahir sebagai anak sulung dan kebetulan berjodoh dengan sesama anak sulung, hal-hal inilah yang kemungkinan dirasakan sepanjang menapaki pernikahan.

Teguh dan berani, segala badai rumah tangga dan perkara membangun ekonomi dari nol kalian adalah ahlinya

bersatu kita teguh via id.tubgit.com

Anak pertama biasanya dididik dengan kondisi keluarga yang masih merintis ekonomi. Coba diingat lagi semasa kamu kecil? Kondisi dan fasilitas orang tuamu kemungkinan masih terbatas. Misalnya masih tinggal di kontrakan, masih masa merintis karir dan semuanya serba terbatas. Berbeda dengan adik-adikmu yang kemungkinan dibesarkan dalam kondisi lebih mapan.

Berbekal itulah, kamu dan dia sebagai sesama anak pertama menjadi lebih teguh dan tertempa untuk menghadapi permasalahan di awal-awal rumah tangga. Terutama masalah yang berkaitan dengan ekonomi.

Anak pertama biasa punya idealisme memimpin. Dengannya yang juga anak pertama, kejadian bentrok pendapat bisa kerap terjadi

Advertisement

sama-sama berjiwa pemimpin via www.ummi-online.com

Kebiasaan menjadi pemimpin untuk adik-adik sangat mungkin membentuk watak anak pertama jadi lebih berkarakter alfa. Bayangkanlah jika pemimpin ketemu pemimpin, sangat bisa terjadi di antara kalian bentrok pendapat karena sama-sama merasa memimpin. Jika sesama karakter alfa bertemu, maka harus ada penyesuaian dan saling mengerti antara keduanya.

Tapi kalau sudah rumah tangga, harusnya ada kesepakatan tentang pemimpin. Di mana-mana ‘kan yang berperan memimpin adalah suami. Jadi memang wajib rasanya menyerahkan tanggung jawab memimpin itu kepada suami.

Kehadiran cucu pertama buat masing-masing keluarga menjadi hal yang sangat dinantikan

Yang ditunggu-tunggu via meetdoctor.com

Orang tua kalian sama-sama belum mempunyai cucu. Untuk itulah kehadiran anak kalian menjadi hal yang dinanti-nanti. Jangan kaget kalau baru menikah nanti, kamu akan sering ditanya “sudah isi belum?” dari kedua belah pihak keluarga. Siapkan mental mulai dari sekarang. Dan sebaiknya nggak perlu menunda terlalu lama untuk punya bayi. Hihi.

Tidak mau kalah, bisa jadi akar masalah. Untuk itu perlu elaborasi dan penyamaan pemahaman antara kamu dan dia

nggak mau mengalah via www.satujam.com

Sama-sama punya sifat yang keras dan alfa bisa menjadikan kalian sebagai sosok yang nggak mau mengalah. Kondisi ini bisa jadi hal yang kurang menyenangkan di hubungan pernikahan. Oleh karena itu kalian harus menyesuaikan sifat satu sama lain. Saling mengayomi dan menghormati adalah wajib hukumnya.

Kalian adalah contoh buat adik-adik masing-masing. Beban berat akan dijunjung tinggi oleh kalian berdua

Contoh untuk adik-adik via www.lightinthebox.com

Bagi kamu yang punya adik, kalianlah contoh sebenar-benarnya dalam relationship. Para adik tentunya akan melihat seberapa kualitas hubungan kalian dalam mahligai pernikahan. Jika kalian gagal, adik-adik akan punya anggapan negatif tersendiri dengan kejadian tersebut. Jangan sampai deh, mereka trauma gegara hubunganmu yang tidak lancar.

Positifnya, sebagai sesama anak pertama, kalian nggak banyak menuntut sesuatu dari pasangan

saling mengerti dan tidak menuntut via dev.understandingrelationships.com

Meskipun umumnya anak pertama bersifat keras, kalian punya sisi positif tidak gemar menuntut pasangan. Karena kalian tahu, untuk memenuhi sekadar tuntutan bukan hal yang mudah dilakukan. Kalian lebih punya empati dan nrimo ketika pasangan sedang berusaha memenuhi keinginan kamu.

Kamu belum pernah melihat orang tuamu memperlakukan menantu. Proses mengenalkan calon pun lebih terasa seru

Pah, Mah. Ini calon pasanganku via blog.tokopedia.com

Mengenalkan calon pasangan ke orang tua adalah hal seru sekaligus menegangkan karena mereka belum pernah punya pengalaman memiliki menantu. Nggak cuma kalian saja yang punya pengalaman pertama, tetapi juga pasanganmu, orang tuamu, dan orang tuanya. Jadi, bersiap-siaplah menghadapi kejutan-kejutan yang ada.

Itulah penjelasan dan kejutan yang bakal kamu dapatkan ketika kamu sebagai anak pertama, berjodoh dengan sesama anak pertama. Sebetulnya nggak ada yang perlu ditakutkan secara serius, hanya perlu penyesuain karakter masing-masing saja kok. Tetap semangat dan sayangi pasanganmu ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya