Andien Aisyah dikenal sebagai penyanyi solo bersuara lembut. Sejak tahun 90an, kiprahnya di dunia tarik suara tak perlu diragukan lagi. Kini, Andien tak selalu identik dengan dunia menyanyi saja, lewat akun sosial medianya, ia aktif mengunggah gaya hidup sehatnya lewat makanan yang dikonsumsi dan juga olahraga pilates yang rajin dilakukannya. Selain itu, sekarang ia punya dunia baru sebagai ibu sejak Anaku Askara Biru atau yang biasa dipanggil Kawa lahir pada 7 Januari 2017 lalu.

Sejak dilahirkan, perlakuan Andien dan Ippe, suaminya, terhadap Kawa cukup mendapat banyak sorotan. Banyak hal yang Andien pilih sebagai perlakuan terhadap Kawa namun masih belum lazim dilakukan para orangtua kebanyakan. Tentu saja hal ini mengundang banyak komentar baik yang pro maupun kontra. Tapi, diam-diam, cara Andien dalam membesarkan Kawa juga cukup jadi trendsetter di kalangan para ibu-ibu muda, lho! Penasaran? Yuk, kita urai satu per satu!

1. Andien melahirkan dengan cara water birth, dibantu oleh bidan, dan dilakukan di rumah!

Kilas balik ke Sabtu minggu lalu. Pagi sekitar pukul 8.00 saya merasakan kontraksi hebat. Untuk itu, saya minta suami saya menemani berjalan-jalan sembari earthing di luar rumah. Ketika merasa sudah tak mampu berjalan, akhirnya saya menghubungi bidan untuk datang ke rumah saat itu juga. . . Sekitar pukul 11.00 bidan datang, sejam kemudian dicek ternyata belum ada pembukaan. Kontraksi datang semakin hebat, hingga akhirnya pukul 14.00 dicek kembali ternyata sudah pembukaan 1 menjelang 2. Tak disangka, pembukaan demi pembukaan berjalan lebih cepat dari yang saya kira. . . Ketika pembukaan 8 akhirnya saya masuk ke birthing pool yang sudah disediakan oleh suami saya secara buru-buru. Walaupun kami sudah melakukan “gladi bersih” berdua beberapa hari sebelumnya, nyatanya hari itu semuanya benar-benar terjadi sangatlah cepat. Suami saya membeli 15 galon air mineral, merebusnya.. Dan karena waktu tidak nututin, akhirnya harus minta tolong bantuan ngerebus air ke tetangga. Anyway, akhirnya @cyclonesia pun masuk ke dalam kolam. Sungguh pengalaman kontraksi yang indah. Pelukan suami saya membuat saya merasa tenang dan dicintai. Kurang lebih 30 menit kemudian, suami saya menangkap sendiri buah hatinya keluar dari perut saya . . Proses dari pembukaan 1 hingga lahir memakan waktu 3 jam kurang (and feels like it was the longest 3 hours of my life). Bahagia. Haru. Semua jadi satu. That was a life changing experience. . . Alhamdulillah. Anaku Askara Biru, terlahir atas permintaannya dengan caranya sendiri. Hari itu.. Dia menginginkan hanya saya, suami saya, dan dirinya. Dibantu dengan bidan-bidan tercinta #WaterBirth #NaturalBirth #andienippestory #BELAHANJANTUNGKU

A post shared by Andien Aisyah (@andienaisyah) on

Sejak masa kehamilan, Andien sudah menggembor-gemborkan tentang gentle birth yang akan dijalaninya dalam proses melahirkan dan membesarkan Kawa.

“Gentle birth adalah kodrat alamiah perempuan semenjak ia hamil, melahirkan, hingga membesarkan anak. Kodrat alamiah ini sudah lama kita lupakan. Seperti manusia lupa cara menyusui. Ironisnya, manusia adalah satu-satunya mamalia yang harus berkampanye untuk meminum susunya sendiri (ASI)” – Reza Gunawan

Advertisement

Salah satu yang ia lakukan adalah memilih water birth, yaitu teknik melahirkan di dalam air. Lewat instagramnya, Andien bercerita bagaimana proses ini bisa dilaluinya dengan bantuan bidan dan suami. Andien juga pernah berujar bahwa melalui gentle birth ini dia memiliki pemikiran yang positif dalam merawat dan membesarkan Kawa, termasuk juga di dalamnya proses menyusui yang lancar dan hampir tanpa hambatan.

2. Setelah dilahirkan, tali pusar Kawa tidak langsung dipotong, tapi dibiarkan begitu saja dan putus dengan sendirinya (lotus birth)

Tak berhenti sampai di situ, Andien juga memilih cara lotus birth, dimana jika biasanya tali pusar bayi langsung dipotong sesaat setelah melahirkan, kali ini tidak. Justru Kawa dibiarkan hidup bersama dengan tali pusar dan ari-arinya sampai putus dengan sendirinya. Meski beberapa orang sudah melakukannya, namun cara ini masih menuai pro dan kontra dari banyak pihak.

3. Andien tidak memakai jasa baby sitter. Ke manapun ia pergi, Kawa diajak. Termasuk saat manggung

#AndienBackstage be lyke. Hairdo + makeup + vocal training + breastfeeding. I love my job.

A post shared by Andien Aisyah (@andienaisyah) on

Banyak selebriti yang menggunakan jasa pengasuh atau baby sitter dalam membantu merawat dan menjaga anak mereka. Namun, tidak untuk Andien. Ia sama sekali tidak menggunakan bantuan orang ketiga dalam membantu mengasuh Kawa. Bersama suaminya, Kawa dirawat sendiri. Termasuk jika harus ada pekerjaan ke luar kota, sampai manggung, Kawa selalu diajaknya serta. Beberapa kali ada juga postingan Instagram yang menunjukkan bahwa sang suami sedang mengganti popok atau memandikan Kawa. Katanya sih, Andien dan Ippe suka rebutan siapa yang akan menggantikan popok Kawa. Oh, how sweet!

4. Sejak dilahirkan sampai sekarang, perlakuan ke Kawa benar-benar berbeda dengan bayi pada umumnya. Di usianya yang belum genap 6 bulan, Kawa seperti sudah berusia 9 bulan saja!

Kawa usia 7 hari via www.instagram.com

Sejak dilahirkan, Kawa sudah sering diposisikan dalam keadaan tengkurap. Nggak heran kalau kepalanya jadi jauh lebih kuat. Belum genap 3 bulan, Kawa juga selalu digendong dalam posisi mengangkang, bukan seperti kebanyakan bayi di usianya yang selalu digendong dengan posisi tidur di mana kepala ditumpu tangan yang menggendong.

Kawa belum genap 3 bulan via www.instagram.com

Selain itu, Kawa sering diajak bercerita dengan posisi setengah diangkat, dimana kepala Kawa sudah bisa tegak di usianya yang baru 3 bulan. Biasanya, bayi di usia yang sama masih belum bisa diangkat dengan posisi seperti ini. Antara otot Kawa yang memang sudah kuat dari sananya atau karena sudah dibiasakan tengkurap dan digendong dengan posisi mengangkang.

Kawa 3 bulan biasa diangkat seperti ini via www.instagram.com

Terakhir saat momen Lebaran lalu, akun instagram keluarga @andienippekawa mengunggah foto Kawa sedang dalam posisi berdiri tegak (tentunya sambil dipegangin, ya). Wow, benar-benar luar biasa untuk anak seusia Kawa saat ini (5 bulan). Karena biasanya, posisi berdiri seperti itu bisa dicapai bayi paling tidak diusia sekitar 9 bulan.

Bisa berdiri via www.instagram.com

4. Kawa masuk kelas gym for baby

Baru juga 3 bulan, Kawa sudah diajak mengikuti kelas gym for baby. Kelas yang memang ditujukan untuk anak-anak ini tentunya sudah diprogram sedemikian rupa bahwa untuk bayi seumuran Kawa apa saja gerakan yang aman dan boleh dilakukan. Namun kalau diperhatikan, gerakan-gerakan yang dilakukan benar-benar di luar lazimnya bayi seusia Kawa saat itu. Meski begitu, setelah Andien rajin mengunggah kegiatannya bersama Kawa di kelas gym, rasanya jadi banyak orangtua baru yang mengikuti jejak Andien.

Dari beberapa postingan Andien di Instagram, bisa dipastikan banyak para orangtua baru yang bertanya, apakah perlakuannya ke Kawa aman? ataukah wajar untuk anak seusia Kawa sudah bisa diajak berdiri? Belum lagi komentar-komentar menyalahkan atau sanggahan yang menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap perlakuan Andien terhadap Kawa. Yang lebih parah lagi, banyak orangtua yang jadi membanding-bandingkan anaknya dengan Kawa. Mereka sampai khawatir anaknya punya kekurangan dari segi motorik karena belum bisa ini dan itu seperti apa yang Kawa bisa lakukan di usianya yang sekarang.

Intinya sih, Andien dan suami tentu punya banyak pertimbangan mengenai apa saja perlakuan terhadap Kawa. Kalau mungkin berbeda dengan bayi-bayi lain, bukan lantas menjadi permasalahan besar. Yang perlu diingat, perkembangan tiap anak berbeda-beda, dan yakinlah bahwa apa yang kita (sebagai orangtua) lakukan adalah yang terbaik untuk anak kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya