Buat yang mengikuti sosial media Kei Savourie, -seorang pakar konsultan percintaan di Indonesia- kamu pasti sudah tahu update terbarunya. Ya, pria yang kerap memberikan konseling pasca putus cinta itu memutuskan untuk menikah dengan wanita idamannya. Namun tak seperti umumnya pasangan yang lain, Kei memutuskan untuk meniadakan prosesi resepsi dan pemberkatan di pernikahannya. Alasannya: supaya dana yang ada bisa dipakai jalan-jalan ke Eropa selama 18 hari bareng istri!

Lucu juga ya idenya? Cuman pencatatan di kantor sipil, tanpa pemberkatan, cuma makan malam bersama keluarga inti dan tanpa resepsi besar-besaran. Nggak semua orang berani melakukan hal antimainstrem seperti ini lho. Mau tau bagaimana kisah Kei dan Liel ini? Simak yuk.

Kenalan dulu dengan Kei Savourie (nama Facebook: Ronal Krismas), seorang pakar hubungan percintaan di Indonesia yang kerap menangani ‘pasien’ patah hati

Kei Savouria aka Ronal Krismas via www.facebook.com

Kalau umumnya konsultan hubungan percintaan itu selalu identik dengan pernikahan, Kei justru membuka konsultasi untuk semua jenis pasangan. Yang belum nikah maupun yang sudah menikah. Menurutnya, problem patah hati dan masalah relationship bukan monopoli mereka yang sudah menikah. Sehingga pakar percintaan ini bersama kedua temannya membentuk wadah buat konsultasi dan belajar tentang cinta semenjak hubungan belum terjalin.

Di tahun 2016, Kei menikahi wanita pilihannya dan memutuskan untuk nggak melakukan resepsi. Begini statusnya

Status update FB Kei yang viral via www.facebook.com

Advertisement

Dear friends,

Tanggal 9 Agustus lalu saya dan partner sudah tanda tangan di catatan sipil. Tidak ada pemberkatan, tidak ada pesta, tidak ada hura-hura, hanya dinner keluarga inti kemarin malam. Dan nanti subuh jam 4:40 kami berangkat ke London, lalu lanjut ke Iceland. Jalan-jalan 18 hari menggunakan budget yang seharusnya dipakai untuk pesta.

Sebenarnya pengumuman ini tidak penting, karena pernikahan saya tidak berpengaruh apapun pada kehidupan kamu semua. Tapi sebagai kelas menengah ngehe yang baik, saya merasa punya kewajiban untuk memamerkan apa yang terjadi dalam hidup saya lewat Facebook. Saya harap saya sudah melakukan kewajiban saya dengan baik.

Buat yang jomblo dan pengen belajar gimana caranya supaya bisa dapet pasangan yang terbaik dan bisa seperti saya, klik di sini:
www.HitmanSystem.com (buat pria)
www.LovableLady.com (buat wanita)
www.KelasCinta.com

Kei Savourie
Love and Relationship Coach

P. S. Oh iya, nanti saya bakal banyak post foto-foto dan video untuk membuat kamu semua ngiri, harap dimaklumi.

P. S. S. Pada banyak yang protes saya tidak pemberkatan. Lucu juga, banyak orang ikut campur pernikahan saya padahal kenal juga tidak. Sekedar klarifikasi: tidak pakai pemberkatan maksudnya tidak ada acara rame-rame pakai gaun pengantin segala, jadi langsung minta dibuatkan surat dari gereja saja. Catatan sipil tidak perlu acara pemberkatannya, tapi suratnya. Simple.

Beberapa waktu lalu, Kei menuliskan status pernikahannya yang dilakukan tanpa melalui resepsi dan ritual pemberkatan. Baginya, pengumuman pernikahan melalui resepsi itu nggak begitu penting karena nggak ada efeknya ke orang lain. Hmm, ya ada benernya juga sih.

Alih-alih melaksanakan resepsi megah, pasangan ini memilih untuk berlibur bersama istri ke Eropa selama beberapa minggu

Ketimbang menghabiskan uang untuk dana resepsi yang meriah dengan undangan ratusan bahkan ribuan, pasangan ini memilih cukup melakukan pencatatan di kantor sipil kemudian memakai dana resepsi untuk liburan ke Eropa selama 18 hari. Kamu jadi tertarik nggak?

Meskipun nggak melakukan resepsi megah, tapi bukan sama sekali nggak ada syukuran. Pasangan ini melakukan dinner dengan keluarga inti

Makan malam dengan keluarga inti via www.facebook.com

Iya, meskipun nggak pakai resepsi meriah seperti yang di gedung-gedung atau hotel, pasangan ini tetap melakukan syukuran dengan keluarga inti kok. Nah, untungnya nih, karena yang datang itu sedikit, makanan yang disajikan bisa dibikin lebih mewah. Kata Kei, model diner begini nggak ribet dan nggak bikin stress. Selain itu, yang datang ke acara adalah orang yang bener-bener kita sayang dan sayang sama kita. Apa sih yang lebih membahagiakan selain makan bersama orang-orang tersayang?

Status update Kei memicu banyak komentar netizen, ada yang menghujat karena kabarnya nggak pakai prosesi pemberkatan, tapi tak sedikit pula yang mendukung

Hujatan, ugh via www.facebook.com

Langkah yang dilakukan Kei memang antimainstream dan nggak kayak pasangan-pasangan lain. Tapi sayangnya keputusan itu nggak serta merta mendapat komentar baik. Ada juga yang menyindir soal peniadaan pemberkatan dan menyimpang dari ajaran agama, dan sebagainya.

Namun meski begitu, nggak memungkiri bahwa apa yang dilakukan pasangan ini layak diapresiasi. Di jaman setiap orang berlomba-lomba bermewah dan bermegah di pernikahannya, kenapa tidak dialihkan saja untuk membahagiakan keluarga inti dan orang-orang yang jelas sayang sama kamu? Sisa dananya? Ya untuk bulan madu.

Bagaimana? Kamu setuju?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!