Kasus kurang baik yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan kembali terjadi di Indonesia. Kali ini pelakunya adalah Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, yang tertangkap basah sedang berada di dalam kamar rumah kontrakan bersama dengan seorang wanita dalam keadaan tak berbusana.

Parahnya, penggrebekan dilakukan langsung oleh polisi, yang merupakan suami dari wanita selingkuhan tersebut. Bisa bayangin nggak sih kalau kamu menemukan istrimu ada di dalam sebuah kamar dalam kondisi seperti itu sedang bersama laki-laki lain? Amit-amit deh! Mungkin dunia akan terasa runtuh nggak berbekas.

Berkaca dari kasus ini, Hipwee Wedding ingin mengajak kamu untuk sejenak merenungkan diri. Sudahkah siap jika kamu mengemban tugas sebagai suami atau istri? Mampukah kamu bisa amanah dalam menjalankan komitmen rumah tangga? Terlebih jika kamu adalah seorang pemimpin dan tokoh masyarakat. Sudah pasti semuanya jadi taruhan.

Pada dasarnya, harta, tahta, dan wanita adalah mimpi hampir semua laki-laki. Yakin, kamu pasti juga ingin memiliknya

harta, tahta dan wanita

harta, tahta dan wanita via www.suratkabar.id

Hidup tentunya berjalan dengan sebuah tujuan. Nggak ada yang salah dengan cita-cita memperoleh harta, tahta dan wanita agar kelak hidupmu bisa dibilang sukses secara duniawi. Tapi, kadang nggak sedikit orang yang keblenger saat sudah mendapatkan semuanya. Biasanya, yang seperti ini karena tidak dibarengi dengan iman yang kuat. Bersyukur sebenarnya adalah sebaik-baiknya kunci. Kalau kamu justru terlena, Bupati Katingan ini adalah salah satu contoh saat harta, tahta dan wanita (istri) sudah didapat, tapi beliau justru mencari wanita lain untuk memenuhi nafsu dunianya.

Pernikahan merupakan ibadah dan komitmen mulia di hadapan Tuhan dan negara. Jadi sama sekali bukan untuk main-main

Menikah bukan untuk main-main

Menikah bukan untuk main-main via www.wowkeren.com

Pernikahan adalah sebuah komitmen yang sangat besar tanggung jawabnya. Jika langkah untuk menikah menjadi pilihanmu, sudah tak ada lagi main-main dalam kamus hidupmu. Mestinya, hal ini bukan menjadi momok yang mengerikan. Karena saat kamu berani memutuskan untuk menikah, berarti kamu juga berani bertanggung jawab atas konsekuensi yang didapat selanjutnya. Seperti sudah tak lagi mudah untuk gonta-ganti pasangan seperti saat masih pacaran. Nggak gampang bilang putus dan cari cewek lain kalau sudah bosen. Ini pernikahan, Man!

Walaupun dalam pernikahan tak selalu berjalan mulus, namun selingkuh bukanlah jawaban

Selingkuh bukanlah jawaban

Selingkuh bukanlah jawaban via www.daftarmenarik.com

Menemukan pasangan yang tepat untuk diajak ke pelaminan bukan berarti bahwa dia yang kamu cintai adalah sosok yang sangat sempurna. Sesempurnanya pasangan hidupmu kelak, akan ada selisih paham, pertengkaran kecil, dan banyak hal yang membuat pernikahanmu tak selalu berjalan mulus. Belum lagi sepertinya perempuan lain di luaran sana banyak yang lebih menarik dan menggoda. Tapi, saat hal seperti ini kamu alami, selingkuh bukanlah jawaban.

Selain mapan secara finansial, yang harus dipersiapkan sebelum menikah adalah kuatkan iman dan siapkan mentalmu

Siapkan mental & iman

Siapkan mental & iman via www.tribunnews.com

Baik di mata agama maupun negara, pernikahan adalah suatu ikatan yang sakral, bukan untuk dipermainkan. Itulah mengapa selain mapan secara finansial, persiapan mental juga sangat dibutuhkan. Dan kekuatan iman juga harus selalu dibangun. Menikah memang nggak gampang, tapi bukan menjadi hal yang sulit jika mental dan iman berjalan beriringan. Saat sudah menikah, godaan bukan berarti hilang, ia akan tetap ada. Makannya, bentengi dirimu kuat-kuat!

Menyesal datang belakangan. Sebelum terlambat, please jangan coba-coba!

ada istri yang setia mendampingi

ada istri yang setia mendampingi via www.pexels.com

Jika harta dan tahta sudah didapat, apapun bisa kamu lakukan termasuk (sayangnya) untuk selingkuh. Tapi ingat, ada keluarga yang sudah kamu bangun. Ada istri yang sudah mendampingi bahkan sejak kamu belum punya apa-apa. Sayang sekali jika semua hancur hanya karena kamu kalah dengan nafsumu. Menyesal kemudian tak ada guna, kamu cuma bisa meratapi nasib yang sebenarnya bisa dihindari jika kamu tak terjebak ke dalam lubang perselingkuhan yang menghancurkan semua.

Selain itu, perkara perselingkuhan juga sudah diatur di undang-undang. Pelaku bisa dihukum kurungan paling lama sembilan bulan. Yakin kamu berminat?

shutterstock_116088157-e1397804309809

Hati-hati bisa dihukum via www.suara.com

Menurut perundang-undangan di Indonesia, perihal perselingkuhan telah diatur di pasal 284 ayat (1) angka 1 huruf a KUHP, pelaku perselingkuhan baik suami/istri diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. Ketentuan ini juga berlaku bagi orang yang selingkuh dengan suami/istri.

Coba bayangkan, sudah menghianati pasangan, malu, ditambah dipenjara lagi.

Jadi, jika suatu ketika kamu mantap untuk melangkah menuju gerbang pernikahan, majulah dengan pasti. Yang harus diingat, bersyukur dengan apa yang dimiliki menjadi patokan agar selamat sampai tujuan. Agar pernikahanmu tak sia-sia.