Manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain dan susah beraktifitas tanpa mengetahui kabar terbaru mengenai orang lain pula. Terlebih orang Indonesia yang memiliki kadar perhatian lebih, tak perlu kaget dengan hal ini.

Saat memasuki transisi status dari lajang menjadi sudah dihalalkan orang, akan ada bermacam-macam fase yang harus kamu lewati. Fase paling nyata adalah menjawan pertanyaan-pertanyaan dari orang terdekatmu mengenai rasanya menjadi pengantin baru.

Untuk kamu calon-calon pengantin baru yang disatukan di masa yang belum ditentukan, bersiaplah mendengar kalimat semacam ini ya…

“Wah, Pengantin baru cerah banget wajahnya.”
“Salaman dulu deh sama pengantin baru, biar nikah juga besok.”

1. Pertanyaan yang pertama muncul pasti mengenai… “Malam pertama gimana? Seru?“. Tidak wajib kok hukumnya untuk menjawab jujur.

Seru nggak? via unsplash.com

Advertisement

“Kok lemes gitu sih? Malam pertamanya seru banget nih kayaknya.”
“Seru apanya. Capek nyalamin tamu yang iya.”

Membahas mengenai malam pertama pengantin yang fresh banget memang selalu sukses bikin penasaran. Sebenarnya, hal ini bersifat sangat rahasia. Hanya pengantin dan Tuhan yang tahu. Untuk menjawab pertanyaan iseng dan kepo itu, kamu nggak perlu secara jujur menjawab rentetan peristiwanya kok, guys.

Cukup menjawab sekenanya aja, bahkan lemparkan jawaban candaan yang mengundang tawa. Mereka tak benar-benar ingin tahu sebenarnya, hanya ingin menggoda dan melihat ekspresimu saja. Malam pertama memang bikin capek. Efek dari lama berdiri dan menyalami tamu di pelaminan lebih tepatnya. Hehehehe.

2. Di-“Ciyeee, udah nggak tidur sendirian. Seneng ya?“-in oleh temanmu jangan diambil hati. Jawab dengan senyum meringis saja.

Ciyeee~ via unsplash.com

“Eh si Pila pagi banget datengnya. Uuuuh, pasti seneng deh sekarang udah nggak sendirian tidurnya.”
“Hehehehehehehehe.”

Salah satu tujuan yang ingin dicapai setelah menikah adalah saling melengkapi, mengingatkan, dan berjuang bersama pasangan. Berkesempatan bisa bobok bareng itu otomatis pasti didapat. Siapa sih yang nggak seneng akhirnya bisa bobok halal bareng dia yang sudah diidamkan dari dulu? Nggak hanya senang, kamu pasti dibuat kaget dengan kebiasaan tidur anehnya yang belum kamu tau sebelumnya. Uwuwuwuw~

Kalau kamu enggan menjawab, cukup tebarkan senyum meringis lebar saja. Anggap saja sebagai jawaban rasa senangmu yang tak bisa diungkapkan lagi. Daripada salah jawab, akan muncul pertanyaan lain yang bikin kamu malu. Hehehehehehe.

3. Tunggu saja, pasti akan ada yang tanya tentang destinasi bulan madu. “Jadinya, bulan madu kemana kemaren?

Bulan madu kemana nih? via www.maxi-mag.fr

“Pengantin yang baru dua bulan, udah honeymoon kemana nih?”
“Masih belum sempet nih. Sama-sama dikejar deadline.”
“Kok belum? Mau ke Bali apa ke Lombok?”
“Rencana sih kalo ga pulau Jeju ya Maldives.”

Mengenai tujuan yang akan dihabiskan untuk bulan madu, yang akan dibuat ribet adalah kamu dan pasangan. Menentukan tanggal, akomodasi, serta transportasi saja sudah memakan waktu yang cukup lama. Belum lagi kamu dan pasangan sama-sama masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tak kunjung dekat momen bulan madu ini.
Ditambah lagi meladeni pertanyaan ingin tahu dari orang-orang. Jika kamu sudah terlalu malas untuk menjawab, sebutkan sajalah tempat bulan madu yang diimpikan banyak orang. Padahal, mau berangkat kapan masih belum tentu kapannya. Hehehehe.

4. “Suami siaga nggak?” dan “Istri bisa masak?” adalah bentuk kekhawatiran mereka di awal pernikahanmu. Iyain aja biar mereka lega.

Pasangan gimana nih? via blog.freundevonfreunden.com

“Suami bisa diandalin nggak? Apa cuma duduk sambil baca koran aja?”
“Superman banget deh. Jadi makin sayang pokoknya.”

Kriteria mengenai calon pasangan, hanya kita bisa memilih dan menerima dengan segenap hati. Menuntut wanita harus jago masak, sudah bukan menjadi sebuah keharusan. Bahkan, pria yang jago masak tak henti-hentinya membuat wanita jatuh cinta. Atau sosok pria yang bisa diandalkan untuk menjagamu 24 jam dalam 7 hari, tak selamanya menjadi idaman.

Jangan heran jika orang terdekatmu pernah atau sering menanyakan akan hal itu. Dari dasar hati, mereka memiliki kekhawatiran mengenai fase pengantin baru ini. Biar mereka lega dan tak lagi bertanya, menjawab dengan “Iya” adalah jurus ampuhnya.

5. Bersiaplah, akan tiba saatnya yang menanyakan mengenai… “Tinggal dimana nih sekarang? Rumah sendiri apa ikut mertua?

Nih, rumah gue. Hehehehe. via addictedtoryangosling.tumblr.com

Salah satu persoalan yang dialami oleh pengantin baru yang sedang berjuang menata masa depan yang bahagia adalah tempat tinggal. Tak banyak yang bisa langsung menempati rumah idamannya. Salah satu penyelesaiannya adalah tinggal bersama mertua atau orang tua. Tapi, tak sedikit juga yang sudah menempati tempat tinggal sendiri.

Karena level keingintahuan yang cukup besar, banyak yang akan menanyakan tentang dimana kamu bertempat tinggal sekarang. Siapkan jawaban yang tepat, agar tak lagi terlontar pertanyaan yang sama.

“Rumahmu sekarang dimana?”
“Ikut di rumah mertua di Seoul. Kenapa?”
“Kok nggak tinggal sendiri aja? Biar lebih leluasa gitu.”
“Seneng aja ketemu Ibu tiap hari, belajar bikin tteokpokki-lah. Biar makin disayang.”

6. Mengenai momongan itu pasti ada yang tanya. “Udah isi belum?” akan mewarnai hari-hari barumu.

Semoga besok udah isi ya via pregnancynow.tumblr.com

“Jeng, udah isi belum?
*padahal baru seminggu nikah*

Momongan adalah anugerah dari Tuhan yang harus benar-benar kita jaga sepenuh tenaga hingga roh tertiup di raga mereka setelah 9 bulan. Siapa yang tak ingin bisa menimang buah hati untuk menggenapkan kebahagiaan? Tapi jika Tuhan masih belum memberi restu, sebagai manusia kita harus memperbanyak doa dan usaha.

Untuk menjawab pertanyaan macam ini, jawaban yang bisa kamu berikan adalah…

“Doain cepet isi ya.”

Empat kata yang bijaksana dan penuh arti.

7. “Pingin punya anak berapa?” kadang ditanyakan saat kamu baru menikah 3 minggu. Yah, namanya juga hidup.

Yah, mungkin 4 via www.telegraph.co.uk

Siklus mengenai status hubungan memang tak akan ada habisnya. Saat jomblo, ditanya “mana pacarnya”. Sudah punya pacar, ditodong dengan, “Kapan nikah?”. Setelah nikah, pertanyaan tentang “Udah isi belum?” akan mendekat.

“Pingin punya anak berapa?” adalah pertanyaan yang tak lama lagi akan bosan untuk kamu jawab. Padahal, baru disahkan di depan penghulu baru 2 bulan, sudah diberondong pertanyaan tentang pingin punya anak berapa.

Yah, kalau di angan, mungkin sudah terbayang. Mungkin 3 atau 5 anak. Tapi, menuju ke arah situ masih cukup jauh. Tak apa, kamu coba jawab saja dengan angka favoritmu. Mereka tak akan banyak bertanya lagi kok.

8. Orangtua dan menantu pasti ingin segera menggendong cucu. Siapkan jawaban ya saat “Kapan Ayah Ibu dapet cucu?”

Tak hanya sahabat dan teman-teman sejawat yang penasaran dengan rencana masa depanmu, yaitu menimang dedek bayi yang lucu menggemaskan. Kedua orangtua dan mertuamu pun memiliki keinginan dan pemikiran yang sama mengenai hal ini.

“Kapan nih Ayah dan Ibu bisa gendong cucu?”

Jangan kaget, karena salah satu keinginan mereka adalah bisa menghabiskan waktu mereka untuk bermain bersama cucu-cucu yang menggemaskan. Kebahagiaan dan momen berharga mana yang akan kamu lewatkan.

Jangan buru-buru marah. Dengan jawaban yang hampir sama, kamu bisa menenangkan mereka dengan senyuman tulus dan kata-kata…

“Doain secepatnya ya Yah, Bu.”

Kunci dari segala pertanyaan yang bikin pengantin baru salah tingkah dan malu-malu sendiri ini adalah menjawab tenang dan santai. Tak perlu dijawab terlalu serius dan dimasukkan ke dalam hati. Jika mereka masih berkeinginan bertanya kepadamu, tandanya mereka peduli. Sesederhana itu. Persiapkan mentalmu ya, wahai calon-calon pengantin baru. Hehehehe.