Entah akan menjalankan program hamil atau malah sengaja menunda punya anak setelah menikah nanti, wajib hukumnya bagi seorang wanita untuk tahu perubahan apa yang akan dialami oleh tubuh saat memasuki masa subur. Hal ini berkaitan dengan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan badan dengan suami, terlebih jika nanti kamu menggunakan KB alami atau biasa disebut dengan KB kalender.

Atas dasar itulah, kali ini Hipwee mengajakmu untuk belajar sama-sama mengenai ciri-ciri masa subur. Nggak perlu malu, daripada saat sudah menikah nanti kamu malah bengong karena ngga tahu apa-apa, mending cari tahu dari sekarang, bukan?

Sebelumnya, kamu harus tahu dulu bagaimana caranya menghitung masa subur berdasarkan siklus menstruasi

Menghitung masa subur via www.eurosalus.com

Masa subur biasanya terjadi pada hari ke-14 menstruasi, dengan variasi maju-mundur, yaitu dua hari sebelum atau sesudahnya.

Contoh kasus:

Jika awal menstruasi tanggal 10 Juni, maka tanggal tersebut ditandai sebagai hari ke-1.

Jadi, masa suburnya jatuh pada hari ke-12 (21 Juni) sampai dengan hari ke-16 (25 Juni)

Advertisement

Menstruasi memang jadi cara paling mudah untuk menentukan masa subur. Namun selain itu, kamu juga perlu tahu beberapa ciri-ciri yang terjadi dalam tubuhmu sebagai tanda bahwa kamu sedang dalam masa subur. Beberapa diataranya adalah:

1. Pada masa subur, Miss-V biasanya terasa lebih basah

Miss-V jadi lebih basah via www.sehatfresh.com

Saat memasuki masa subur, serviks yang tadinya terasa keras, tertutup, dan kering, akan menjadi terbuka, basah, dan lembut. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh. Tepat sebelum ovulasi atau masa subur, lendir tersebut akan berubah warnanya dari putih atau krem menjadi tipis, berair, dan transparan, seperti putih telur ayam yang belum dimasak.

2. Payudara jadi lebih sensitif

Payudara jadi lebih sensitif via www.vemale.com

Selain memproduksi lendir pada serviks dan membuat Miss-V menjadi basah, tingginya hormon estrogen sebelum masa subur dapat membuat payudara menjadi lebih sensitif; yaitu terasa lebih lembut, kenyal, bahkan geli. Berbeda lagi jika masuk ke masa menstruasi, payudara justru akan terasa agak pegal atau bahkan nyeri.

3. Adanya sedikit bercak yang mungkin ditemukan di celana dalam

Ditemukan sedikit bercak via www.bintang.com

Salah satu tanda bahwa kamu berada dalam masa subur adalah keluarnya bercak kecoklatan di luar masa menstruasi. Hal ini bisa saja terjadi karena adanya penurunan estrogen yang menyebabkan terjadinya peluruhan endometrium (lapisan rahim), sehingga menyebabkan bercak kecil atau flek yang dikenal sebagai pendarahan ovulasi.

4. Suhu basal tubuh lebih tinggi dari biasanya

Cek suhu basal tubuh via nakita.grid.id

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh dalam kondisi istirahat penuh. Pemeriksaanya meliputi pengukuran suhu tubuh setiap pagi pada waktu bangun tidur, sebelum melakukan aktifitas apapun, bahkan turun dari tempat tidur, dan dicatat pada suatu grafik khusus (bisa didapatkan dari dokter).

Peningkatan suhu basal terjadi di angka 0,2 – 0,5° Celcius. Hal ini bisa terjadi karena produksi hormon progesteron yang muncul segera setelah ovulasi. Pengukuran biasanya dilakukan selama 3 bulan. Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh:

  1. Suhu diukur segera setelah bangun tidur sebelum bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lainnya serta dilakukan lebih kurang pada waktu yang sama.
  2. Letakkan ujung perak termometer di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit. Jangan bangun dari tempat tidur hingga selesai pengukuran.
  3. Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin.
  4. Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.
  5. Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stres sebaiknya dicatat.

5. Merasakan kram pada perut

kram perut via www.of-md.com

Sekitar 20 % wanita mengalami nyeri saat ovulasi atau mittelcshmerz. Penyebabnya bisa jadi karena sel telur matang keluar atau pecah dari indung telur saat ovulasi, atau bisa juga karena tuba fallopi yang berkontraksi untuk mendorong telur masuk ke rahim. Biasanya, nyeri ini dirasakan pada perut bawah sebelah kiri atau kanan saja.

Sekarang jadi mengerti ‘kan kalau ternyata masa subur itu bisa dihitung dan ada ciri-cirinya. Makin siap deh memasuki jenjang pernikahan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya