Rasanya sebuah pernikahan menjadi sesuatu hal yang begitu dinantikan setiap orang. Mereka akan menikah berbekal cinta dan kasih sayang yang dijadikan sebuah modal awal. Namun, untuk melangkahkan kaki ke jenjang tersebut tentulah modal awal itu nggak akan cukup kalau tanpa didukung dengan modal lain seperti kesiapan mental dan kemapanan.

Mungkin kamu berpikir jika kemapanan itu akan bisa dicari dan didapatkan seiring berjalannya waktu setelah kamu dan dia resmi menikah. Berangkat dari alasan itulah, mungkin kamu akan mengenyampingkan soal bagaimana hidup kalian setelah pesta pernikahan itu usai. Dan… Yang kamu lakukan terlebih dahulu adalah bagaimana kamu mengajak dirimu dan dia untuk lebih dulu fokus menyiapkan segala kebutuhan untuk hari yang membahagiakan itu.

Kalau memang kamu memiliki pola pikir yang demikian, maka mungkin secara nggak sadar kamu telah melewatkan sesuatu yang sebenarnya sangat penting untuk kamu pahami. Jangan sampai kamu sudah menyiapkan berbagai persiapan pesta yang meriah, namun setelah itu kamu bingung untuk tinggal dan menetap di mana. Nah, agar hal itu memang nggak terjadi di dalam kehidupanmu setelah menikah, yuk, coba pahami hal-hal di bawah ini. 🙂

Sebelum mikirin biaya untuk sewa gedung, mending lebih dulu pikirin dan siapin budget untuk DP rumah dan cicilan KPR

jadi, mending DP rumah apa pesta mewah dulu? via sheikahijab.net

Mungkin untuk yang satu ini adalah hal wajib yang perlu kamu lakukan deh, supaya kamu nggak lagi bingung mau tinggal di mana setelah pesta pernikahanmu dan dia selesai. Memang sih bukan hal yang salah juga kalau kalian memutuskan untuk tinggal di rumah orangtua atau di rumah kontrakan sampai beberapa waktu ke depan.

Advertisement

Tapi apa nggak sayang ketika pesta yang digelar cukup meriah tadi malah mengenyampingkan kebutuhan pokokmu? Ya, daripada harus keluar biaya sedemikian besarnya hanya untuk menggelar pesta meriah di satu hari aja, lebih baik kamu siapkan dulu budget untuk DP tempat tinggal dan mencicilnya. Ketahuilah mana yang lebih penting buat kalian berdua. 🙂

Nggak cukup untuk sekadar DP rumah dan mikirin cicilannya. Emang rumahmu nggak butuh perabotan? Kelak, anak-anakmu nggak perlu tabungan? >.<

pikirin lagi deh, Shay… via www.qolbunhadi.com

Pada kenyataannya, nggak cukup hanya berhenti di DP dan cicilan rumah masa depanmu aja, karena biar bagaimana pun rumah yang akan kamu tempati itu akan butuh diisi dengan perabotan yang tentu juga akan kamu butuhkan. Selain itu, kamu juga perlu lho memikirkan bagaimana kelak kamu harus menabung untuk anak-anakmu.

Kamu tentu nggak bisa menggampangkan kedua hal tersebut, biar bagaimana juga kalau kamu mau mencoba mengenyampingkannya kamu akan bertemu juga dengan itu. Jadi, daripada nanti kamu kepusingan sendiri setelah menikah, lebih baik dipikirkan dari sekarang. Toh, kamu harus paham kalau menikah memang nggak sekadar butuh cinta dan kemauan aja.

Mengundang keluarga dan sahabat terdekat di pernikahanmu rasanya memang perlu dilakukan. Selain untuk bisa menghemat, kamu juga akan bisa merasakan betul kesakralan dari hari bahagia itu 🙂

undang yang perlu aja 🙂 via www.pinterest.com

Di pesta pernikahan, kamu juga nggak perlu kok mengundang banyak orang. Rasanya mengundang dan berharap kehadiran dari keluarga dan sahabat terdekatmu sudah lebih dari cukup, karena dengan begitu kamu akan bisa banget untuk menikmati kesakrakalan prosesi yang hanya akan sekali seumur hidup kamu jalani. Selain itu, tentu kamu akan jauh lebih menghemat biaya di pernikahanmu, kan? 🙂

Untuk itu, coba deh dipikir ulang lagi untuk memilih siapa-siapa aja yang akan kamu masukkan dalam list undangan di hari bahagiamu tersebut. Ya, kalau bisa sih nggak perlu undang si mantan juga kok, takutnya tiba-tiba nanti kamu gagal move on lagi. Hihihi. :p

Karena biasanya pernikahan juga jadi acaranya orangtua. Untuk itu, coba berikanlah pengertian pada mereka jika setelah acara tersebut kamu akan jauh lebih membutuhkan semua biaya itu untuk bekal hidup

ya, Mam? Pap? Yayaya? via tipy.interia.pl

Biasanya orangtua juga akan punya andil besar dalam prosesi pernikahan yang akan kamu jalani. Bagaimana tidak, orangtuamu mungkin juga akan menganggap kalau pernikahanmu merupakan acara yang dimilikinya juga. Nggak heran kalau kemudian orangtuamu akan repot memasukkan daftar tamu undangan titipannya dan turut menginginkan pesta pernikahanmu menjadi sesuatu yang meriah.

Nah, kalau begitu keadaannya, cobalah pelan-pelan memberikannya pengertian kalau usai pesta pernikahanmu, kamu akan jauh lebih membutuhkan semua biaya yang dikeluarkan itu untuk bekal hidup bersama pasanganmu. Jika kamu memang bisa menyampaikannya dengan baik, mereka pasti akan bisa mengerti. Dan… Akan lain persoalannya kalau orangtuamu mau membantu membiayai pernikahanmu itu. Hihihi.

Meski begitu, bukan berarti nggak ada perayaan sama sekali di hari pernikahanmu. Buatlah sebuah perayaan yang sederhana aja. Toh, sederhana nggak akan buat kadar cintamu dan dia berkurang, kan? 🙂

sederhana dan tetap manis 🙂 via lucysaysido.com

Berbicara soal pesta pernikahan yang meriah, kemudian bukan berarti kamu nggak punya perayaan apa-apa. Buatlah sebuah perayaan sederhana aja antara kamu, keluarga, dan sahabat. Perayaan itu justru dirasa akan sangat menyengangkan dan terus diingat lantaran keintiman satu sama lain dalam berbagi kebahagiaan.

Kamu nggak perlu resah merayakan hari bahagiamu dengan sederhana seperti itu. Pahamilah kalau kesederhanaan yang ada nggak akan membuat kadar cintamu dan dia jadi berkurang. Justru, kalian akan bisa lebih saling mencintai satu sama lain dan apa adanya. Percaya deh. 🙂

Nah, ya, itu dia beberapa hal yang memang harus kamu pikirkan dan terus kamu ingat sebelum memutuskan untuk membuang banyak uang di dalam pesta pernikahanmu. Kalau memang kamu punya banyak tabungan, ya, nggak masalah, tapi cobalah untuk lebih bijaksana dalam mengatur dan mengeluarkannya. Ingatlah, hidupmu dan dia nggak berhenti saat pesta pernikahan kalian usai. 🙂