Sudah bukan rahasia lagi kalau menikah adalah tuntutan sosial yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang sudah masuk umurnya. Jika belum, ocehan tetanggalah yang akan kamu dengar. Tapi, ada juga golongan muda yang sudah nggak sabar ingin menikahi dan dan dinikahi. Bahkan, target untuk naik pelaminan di tahun ini tak ragu untuk ditulis besar-besar di tembok kamar.

Supaya harapan nikahmu nggak sia-sia, coba luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada dirimu sendiri. Nikah itu juga ada kualifikasi yang harus dipenuhi, apa kamu sudah memiliki sebagin besarnya? Ada juga beberapa kebiasaan yang bikin harapan buat nikah tahun ini harus pupus. Ya, mungkin harus ditunda. Cari tahu, apakah kamu udah siap melepas lajang tahun ini atau tahun depannya lagi, guys?

1. Mengatur pengeluaran butuh skill khusus. Kalau masih belum berteman baik sama buku kas, harapan sedikit pupus.

Itung-itung via picjumbo.com

“Baru minggu kemaren gajian, kok uangku udah tinggal 300 ribu aja.”
“Lho, kok bisa? Habis dibuat apa?”
“Nggak tau. Tiba-tiba nguap kayak gas.”

Untukmu yang sedang berjuang mencari modal nikah, salah satu hal yang harus kamu kuasai adalah mengatur cashflow tiap bulannya. Buku kas khusus yang berisi angka-angka perhitungan uang yang terpakai tiap harinya pasti kamu punya. Bahkan, satu hari nggak inspeksi pengeluaran, terasa janggal rasanya.

Advertisement

Tapi, nggak semua orang bisa mengatur keuangannya dengan bijak. Memakai semua uangnya sekali pakai tanpa tahu detilnya pun sering terjadi. Awal bulan saja gaji sudah menguap entah kemana. Mengisi kolom debit kredit juga masih bingung dan salah-salah. Lambaikan tangan pada tahun ini buat harapan menikah. Huhuhu 🙁

Bedain kebutuhan dan keinginan saja masih bingung. Apa kabar tabungan buat sewa gedung?

“Pingin beli tas keril yang itu deh. Merk oke, lagi diskonan pula.”
“Kamu kan udah punya 3. Gede semua, cuma beda warna.”
“Kan mumpung murah.”
“Butuh banget apa pingin aja?”
“Mmmmm………”

Tak hanya bisa berteman baik dengan buku kas setiap harinya, mengatur hawa nafsu agar tidak buru-buru membeli barang yang terpappang di etalase toko juga perlu perjuangan. Apalagi yang menyangkutpautkan hobi. Beli dulu aja, dipakenya bisa kapan-kapan. Keinginan dan kebutuhan itu beda banget. Tergantung kamunya aja, mau mengerem laper mata atau menuruti kepuasan batin.

Coba kamu pertimbangkan, apakah nikah tahun ini bisa terwujud saat uangnya ditabung atau berwujud jadi tas keren dan barang-barang lainnya? Kalau mempertimbangkan hal ini saja kamu masih kesusahan, ngumpulin uang buat sewa gedung pernikahan, apa kabar? Kalao saldo tabungan masih segitu-gitu aja, mana bisa?

Calon pasanganmu memang tak menuntut buat jago masak. Pegang alat masak masih kaku, apa iya tiap hari mau makan nasi mentega melulu?

Masak-masak sendiri via www.tumblr.com

Tuntutan pekerjaan yang padat dan diserang oleh deadline yang tiada henti, membuat kita jadi kurang waktu untuk mengeksplor racikan makanan sederhana di dapur. Apalagi sebagai calon istri idaman yang sejak dulu dituntut harus bisa masak. Beban akan terasa dua kali lipat payahnya. Skill memasak makanan sederhana juga harus dipunyai oleh para calon suami, lho. Jaga-jaga jikakamu harus bertahan di rumah saat istri pergi.

Tapi, apa yang terjadi kalo pegang teflon, wajan, spatula, dan peralatan masak lainnya kamu masih kaku? Bikin telur mata sapi pun kamu harus pakai helm dan pengaman lainnya biar tak kena percikan yang sebenernya cuma bikin kaget. Mau makan nasi panas ditambah olesan mentega tiap hari? Atau mau makan di restoran tiap hari pun tak mungkin dipenuhi juga, kan.

Suka risih saat ketemu dedek-dedek kecil. Cepat atau lambat orangtua minta dikado cucu, lho.

Cucu buat Ayah Ibu via www.facebook.com

Ketika tekad bulat untuk menikah tahun sudah tidak bisa goyah di benakmu, ada baiknya kamu mengingat akan hal ini. Salah satu yang dinanti dari sebuah pernikahan adalah dedek-dedek bayi yang lucu dan nggemesin. Orangtua yang sudah tak sabar ingin menggendong cucu pun akan membordardir pertanyaan “kapan Ayah Ibu dikasih cucu?”.

Kalau kamu yang masih ogah-ogahan untuk berinteraksi dan mengambil hati dari anak-anak kecil di dekatmu, memberi kado cucu yang cantik dan tampan apakah sudah siap? Jangankan ngajak ngobrol, ngelirik aja nggak mau. Yah, jika memang kamu masih belum bisa mengatasai kebiasaan ini, tunda satu tahun buat rencana nikahmu nggak akan terasa lama kok. Percayalah, guys.

Masih sering membantah dan berkata kasar sama orangtua. Mau berbakti dan mengayomi pasangan, apa siap benar?

🙁 via www.saco.se

“Nak, tolong belikan telor sekilo ya waktu pulang nanti. Kan searah, sekalian gitu….”
“Mama nggak pernah ngerti! Aku ini capek ma. Pulang pingin langsung tidur aja!”

Dimintai tolong oleh orangtua sudah jadi bagian mutlak yang dirasa seorang anak. Yah, mungkin kamu disuruh buat membantu yang sedikit meringankan saat orangtuamu sibuk mencari uang dulunya. Tapi, saat kamu sudah dibuat sibuk dengan pekerjaan, dimintai tolong buat beli telur sekilo aja nada sudah meninggu beberapa oktaf.

Untuk saat ini, apa yang kamu rasa masih menjadi beban orangtua. Saat kamu belum makan atau pulang terlambat, mereka akan khawatir sekali. Tapi, jika kamu sudah menikah dan harus mengayomi atau berbakti dengan pasangan, orangtua sudah tak bisa ikut campur. Masih punya kebiasaan seperti ini apa nggak, guys?

Buru-buru nikah, tapi pasangan aja belum ada. Gimana, masih pingin pasang tenda biru tahun ini?

AH elah masih jomblo via vi.sualize.us

“Pokoknya tahun ini aku harus nikah!”
“Sama siapa? Kayaknya situ udah 3 tahun sendiri.”
“……….”

Jika beberapa indikator yang krusial seperti finansial dan mental sudah ada pada titik aman, nggak perlu khawatir. Pertanyaan yang harus kamu jawaban adalah, udah ada calon yang mau serius untuk diajak nikah, nggak? Jika tidak adalah jawabannya, apakah terlalu terburu-buru untuk menentukan tanggal pernikahan? Kamu mau rundingan tentang undangan, gedung, catering hingga tema resepsi bersama siapa? 🙁

Ketemunya tiap hari sama temen yang kurang supportif. Jadi mak comblang pada ogah-ogahan.

Liat inner circle-mu gimana via www.anekawisata.com

Lingkaran pertemanan punya banyak pengaruh mengenai kisah cintamu juga. Tiap hari bertemu temen-temen yang jomblo dan belum ada keinginan buat nikah di tahun ini. Ditambah lago males buat berbaur dengan orang baru, nasibmu pun nggak akan jauh berbeda.

Kalau saja di dalam lingkar pertemananmu, ada salah satu yang baru saja lamaran bulan kemaren, akan beda lagi ceritanya. temanmu itu nggak akan berhenti untuk memotivasimu buat cari calon pendamping. Bisa saja dia akan bersenanghati jadi mak comblang dan ngenalin kamu ke temen-temennya.

Bertandang dan ibadah ke rumah Tuhan aja jarang. Siapa tau jodohmu sedang menantimu di sana.

SAH! via www.mrs2be.ie

Seberapa besar penghasilan yang kamu sisihkan, seberapa kuat keinginanmu untuk segera menikah, dan kegiatan mak comblang yang kamu jalani akan terbuang percuma jika ibadah saja jarang kamu lakukan. Karena jodoh tak ada yang tahu dimana, kapan, dan siapanya.

Dipertemukan di tempat ibadahmu pun, tak ada yang tau. Tuhan selalu memberikan kejutan tak terduga untuk perkara yang satu ini. Jika memang kamu dan calon pasanganmu dipertemukan saat berdoa kepada Tuhan agar didekatkan jodohnya, alangkah leboh baik kan? Akhirnya, rencana untuk bisa nikah di tahun ini bisa kesampaian.

Tak perlu sedih, jodoh tak ada yang tau kapan datangnya. Ketika hari ini sudah bertemu, tahun ini nikah bukan mustahil. Dalam rangka untuk saling memantaskan diri, tak ada salahnya untuk kamu memperbaiki kebiasaan kurang baik yang makin bikin repot saat menjalani bahtera pernikahan nantinya. Jika tahun ini memang menjadi momen bahagiamu, semesta akan memperlancar segalanya.