Saat akan memasuki jenjang pernikahan, yang mengalami campur aduknya perasaan ternyata tak hanya kamu seorang. Diam-diam, ada sosok yang juga punya perasaan yang tak bisa digambarkan. Senang, tentu saja. Tapi perasaan resah, khawatir dan takut juga ikut serta menyelimuti. Ialah ibu, yang hatinya tak bisa dibohongi turut bahagia, tapi tak disangkal terselip sedikit banyak pertanyaan yang menghampiri.

Saat kamu bahagia akan menjadi istri seseorang yang dicintai, saat itu pula orangtua, terutama ibu, juga merasakan hal yang sama. Tapi, tahukah kamu bahwa inilah sebenarnya yang seorang ibu rasakan saat akan melepas putrinya menikah.

Bahagia, karena pada akhirnya sang anak berlabuh dan menemukan tambatan hatinya

Menemukan tambatan hati

Sebagai orang tua, ibu tentu saja turut gembira akan datangnya hari pernikahanmu. Akhirnya pencarianmu berlabuh setelah menemukan tambatan hati. Saking bahagianya, saat bertemu rekan kerja di kantor, teman semasa SMA di reuni serta ibu-ibu arisan di komplek, semua diberitahu mengenai kabar bahagia ini. Ibu juga tak sabar menanti hari itu tiba, melihat putrinya yang cantik bersanding di pelaminan mengenakan baju pengantin. Ah, kebahagiaan ibu juga sama besarnya sepertimu.

Namun di balik itu semua, ibu menyimpan kesedihan yang mendalam. Putri kecilnya harus direlakan ‘pergi’ untuk menjadi seorang istri dari lelaki pilihannya

Sungkem ibu via thebridedept.com

Advertisement

Di balik itu semua, ibu menyimpan kesedihan yang cukup mendalam. Bahwasannya putri kecilnya harus direlakan ‘pergi’ untuk menjadi seorang istri dari lelaki pilihannya. Tak bisa dipungkiri ada rasa berat hati saat harus melepaskanmu menjadi milik orang lain. Kamu yang dilahirkan penuh perjuangan, dibesarkan dengan cinta, dirawat dengan kasih sayang, dan pada akhirnya tumbuh dewasa, kemudian harus ‘berpisah’ dengan orang tua. Seakan ada yang hilang begitu saja.

Semua kesedihan itu dilandasi pula rasa takut jika kelak putrinya akan lebih sibuk dengan keluarga barunya dan tak lagi punya banyak waktu untuk orangtua, terutama ibu

Sibuk sama keluarga

Semua kesedihan itu cukup beralasan jika dikaitkan dengan ketakutan ibu yang kelak putrinya akan lebih sibuk dengan keluarga barunya dan tak lagi punya banyak waktu untuk orangtua, terutama ibu. Sebagai istri, kewajibanmu akan berpindah pada suami dan keluarga, jadi wajar saja kalau seorang ibu dihinggapi rasa ini.

Kamu dibesarkan dengan cinta dan pengorbanan hingga bisa hidup layak dan mendapatkan pendidikan yang baik. Apakah kehidupan rumah tanggamu kelak akan bahagia dan jauh dari mara bahaya?

Apakah rumah tanggamu akan baik-baik saja, Nak..

Menikah berarti memulai hidup berdua, menghadapi susah senang bersama dan tentu saja berjuang bersama. Kamu dibesarkan dengan penuh cinta dan pengorbanan hingga bisa hidup layak dan mendapatkan pendidikan yang baik. Ada kekhawatiran yang menyelinap di hati ibu mengenai apakah kehidupan rumah tanggamu kelak akan bahagia dan jauh dari mara bahaya?

Maka dari itu, doa dan harapan ibu tak pernah putus agar kelak hidupmu dan keluarga kecilmu dipenuhi kebahagiaan dan dilimpahkan banyak rezeki

Doa ibu tak pernah putus

Maka dari itu, untuk menepis semua rasa sedih, takut dan juga khawatir, doa dan harapan ibu tak pernah putus. Dilantunkannya setiap waktu agar kelak hidupmu dan juga keluarga kecilmu dipenuhi kebahagiaan dan dilimpahkan banyak rezeki.

Jadi, mengertilah akan perasaan ibu dalam menghadapi hari pernikahanmu nanti. Ia juga sama sepertimu, bahagia dan penuh harap akan hadirnya kehidupan baru yang lebih baik. Tak bisa disangkal bahwa semua ini terjadi atas dasar cinta ibu yang tak pernah putus, sepanjang hidupnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya