Menikah adalah peristiwa di mana seorang sepasang kekasih mengucap janji suci dan diakui sah secara agama, dan sebagai warga negara yang baik, harusnya sah juga di mata negara. Namun bagi sebagian besar orang Indonesia, menikah bisa lebih dari itu. Tujuannya lebih dari sekedar sah di hadapan agama dan negara, melainkan juga di hadapan masyarakat.

Kamu mungkin bertanya-tanya, Kok bisa? Kok bisa sah dihadapan masyarakat? . Ya, maksudnya adalah rasanya kurang sah kalau seseorang menikah tanpa adanya gelaran acara resepsi — di mana si pengantin menjadi raja dan ratu seharian (bahkan bisa lebih) di gedung mewah dengan katering yang bermacam-macam, dan jenis dokumentasi yang tak cuma visual, tapi juga audio-visual.

Sebenarnya tahap yang harus kamu lewati nggak perlu banyak untuk bisa disebut telah menikah.

Salah satunya urusan administrasi. Kamu tak bisa lepas dari urusan birokrasi kalau ingin pernikahanmu dianggap sah di mata negara. Kamu harus siap untuk mengurus ke RT, RW, Kelurahan, dan ke KUA. Surat nikahnya kamu harus menyiapkan Rp 600.000. Biaya itu sekaligus untuk mendatangkan penghulu yang akan mengesahkan kamu dan calon pasanganmu. Kalau mau lebih murah, bisa menikah langsung di KUA. Kemudian apalagi kalau bukan ijab kabul. Sesudahnya, kamu telah sah sebagai sepasang suami istri di hadapan agama dan negara.

Lalu apa yang bisa remah-remah yang bisa bikin biaya nikah jadi ternilai mahal?

Advertisement

Venue resepsi pernikahan adalah hal yang nggak bisa luput dari genggaman para pasangan yang hendak menikah. Jangan lupa dekorasinya pula

Gedungnya nggak murah lho via www.seputarpernikahan.com

Venue di setiap kota pasti berbeda-beda. Namun suatu hal yang pasti adalah harganya pasti nggak murah. Murah dan mahalnya bisa tergantung kapasitas dan fasilitas dari venue tersebut. Kamu bisa gunakan gedung atau masjid untuk menikah. Semuanya kembali pada jumlah undangan yang kamu undang.

Kalau jumlah tamu yang kamu undang nggak banyak-banyak amat. Bisa sih digelar di rumah pengantin perempuan. Namun kembali lagi ke pribadi dan keluarga masing-masing. Prestisnya gimana tuh? :p

Setelah penetapan venue, jangan lupakan dekorasi. Ini merupakan hal penting yang nggak bisa kamu kesampingkan. Perlu kemantapan konsep soal ini. Sehingga nantinya acara lebih matang, tertata, dan terkonsep dengan baik. Kedua keluarga perlu menyepakati agar kamu bisa lebih serasi nantinya dengan konsep pernikahan.

Untuk mendekor, kamu tentu harus menggunakan jasa pendekor. Ribet banget kalau yang garap dari keluarga sendiri atau bahkan kamu sendiri. Hahaha. Memesan terlalu mendadak pun ide buruk. Itu hanya akan membuat pendekor meminta bayaran lebih. Tambah kembung deh biaya nikah.

Eits, nggak berhenti di sana. Nggak hanya pengantin yang butuh pakaian yang seragam. Keluarga besar juga perlu~

Seragamnya juga butuh duiddd via id.pinterest.com

Nggak sebuah kewajiban memang. Namun apalah arti resepsi jika tanpa pakaian yang serasi dari keluarga pengantin. Seragam buat keluarga besar semacam aturan wajib yang tak tertulis. Belum sekarang ini lagi musim konsep bridesmaid dan bestmen.

Coba dihitung, misal saja satu orang membutuhkan kain sepanjang 2 meter. Lalu kamu akan memberikannya kepada sekitar 30 orang. Sudah habis berapa meter tuh kainnya? Itu belum biaya jahitnya pula.

Di sisi lain, kamu dan pasanganmu kelak juga perlu pakaian yang sangat mungkin butuh lebih dari satu pasang pakaian. Nggak anehlah kalau kamu menemukan pengantin yang ganti pakaian di tengah resepsi. Ya nggak? Hadeuhhh, makin banyak duit yang harus kamu keluarin.

Masih tentang urusan penampilan. Pengantin dan orangtua pendamping pengantin pun perlu makeup. Kadang keluarga besar pun ada yang minta didandani dari penyedia jasa yang sama

Dandan merupakan hal yang tak bisa dilepaskan untuk menyambut acara sepenting ini. Nggak ada satu pengantin pun yang tidak ingin terlihat cantik dan gagah di hari spesial ini. Yang harus mendapatkan polesan makeup adalah orang tua beserta pengantin dari kedua keluarga.

Kadang-kadang, ada juga tante-tantemu atau dari pasanganmu yang nggak mau rugi ihwal makeup. Dia mau ikut didandani lewat jasa perias yang khusus kamu sewa. Itu masih tante-tantemu. Belum juga sepupu-sepupumu. Jadi, biaya untuk makeup-mu juga akan bertambah banyak.

Tunggu, belum selesai lho. Jangan lupakan undangan fisik dan suvenir pernikahan

Apalah arti resepsi jika tanpa hadirnya tamu undangan. Undangan fisiknya itu yang bisa bikin duitmu keluar lebih banyak buat nikah. Buat teman-teman sepantaran kamu sih mungkin bisa kamu undang dengan cara digital. Tapi, ya, tetep aja buat formalitas. Belum lagi teman-teman dari orangtuamu yang kolot. Mereka perlu undangan yang berbentuk fisik.

Selain undangan, kamu juga perlu menyediakan suvenir. Jumlah suvenir kadang bisa lebih banyak dibanding tamu yang kamu undang. Duit lagi kan? :p

Ada yang bilang berhasil atau tidaknya sebuah resepsi pernikahan bisa dilihat dari menu kateringnya. …~

Krusial nih via chilliparicatering.com

Tamu datang ke acara resepsimu bukan hanya untuk menyalami kamu. Namun juga untuk mencicipi makanan yang ada di resepsimu. Dan berdasarkan cerita-cerita yang sudah dialami oleh banyak orang, berhasil tidaknya resepsi pernikahan, orang-orang nilai dari menu dan ketersedian makanannya. Nah untuk masalah katering, hal itu jelas bukanlah sesuatu yang murah. Perlu duit gede.

Dokumentasi jangan lupa. Karena nggak bisa sembarang orang bisa memegang kamera dengan baik. Kamu perlu menyewa jasa yang sudah ahlinya

Fotografer mana ada yang gratis via www.wowmenariknya.com

Setiap orang pasti nggak mau hari sakralnya dilupakan begitu saja tanpa adanya bukti berupa foto atau video. Denger-denger sih untuk menyewa jasa foto dan video pernikaham, normalnya kamu kudu mengeluarkan duit sebanyak Rp 5-8 juta. Itu pun katanya belum termasuk sama biaya foto pra-pernikahan. Kebayang nggak udah keluar berapa duit? Padahal masih belum selesai rincian lainnya.

Biar acara nggak sepi, kamu jelas kudu menyewa sepaket perangkat acara seperti MC dan bintang tamu untuk hiburan

Biar lebih rapi ya pake MC via www.whenwedding.com

Remah-remah lain yang tak kalah penting dalam acara pernikahan adalah perangkat acara, entah itu untuk membuat acara lebih terarah, entah juga untuk menghibur tamu-tamu undangan. Salah satu orang yang memiliki peran yang penting demi terarah dan tertatanya pernikahanmu adalah pembawa acara atau MC.

Belum kalau pembawa acaranya beda-beda. Contohnya, acara di akad nikah dan resepsi biasanya berbeda. Lalu, jangan lupa juga peran pembaca doa, pembaca ayat suci, pemberi sambutan dan saksi mempelai perempuan. Nggak enak rasanya kalau nggak memberikan amplop pada mereka.

Pun biar acara pernikahan biar lebih meriah, kamu perlu mengundang pengiring musik lengkap dengan timnya. Pikirkan saja, apa ada musisi yang mau dibayar nasi kotak di acara nikahan? Hihihi.

Perintilan-perintilan lain pun bisa bikin biaya nikahmu makin bertambah. Niat nikah apa tambah utang nih? :p

Printilannyaaaa~ via www.weddingku.com

Perintilan-perintilan yang dimaksud adalah hal-hal yang kerap luput dari pikiran, tapi ternyatan nggak kalah penting demi nama baik keluarga. Salah satunya biaya buat makan kerabat yang membantu di rumah sebelum acara resepsi. Sebelum hari-H, biasanya ‘kan keluarga dari kedua belah pihak bakal bikin acara semacam syukuran di kediaman masing-masing.

Untuk memperlancar ini, kamu pasti butuh banyak bantuan dari orang lain, seperti kerabat dan tetangga. Kewajiban tuan rumah tak bukan dan tak lain adalah memberikan suguhan makanan sebagai ungkapan terima kasih. Kamu perlu ingat, kalau mereka bukan pembantumu. Kalau kamu nggak baik memperlakukan mereka, siap-siap saja jadi bahan omongan mereka di belakang dan punya citra negatif kemudian hari.

Pernikahan jelas sebuah ajang berbagi kebahagiaan. Contohnya keluarga besar seperti saudara-saudaramu, seperti om, tante, kakek, nenek, dan sepupumu. Di samping untuk memeriahkan suasana, mereka juga bisa kamu mintai tolong untuk sedikit membantu selama prosesi berlangsung. Tapi, kamu jangan lupakan mobilitas mereka. Nah paling nggak kamu bisa ikut nyumbanglah ihwal transportasi.

Nahhh itulah remah-remah dan perintilan sebuah pernikahan yang bisa bikin anggaran biaya jadi membengkak. Sebenarnya remah-remah bersama perintilannya tersebut bukan sesuatu yang wajib di mata agama dan negara. Namun itu tadi: nggak sah di mata masyarakat. Padahal untuk dianggap sah menikah secara agama dan negara, ternyata kita paling nggak bakal keluar duit lebih dari Rp 1 juta, di mana terdiri dari tes kesehatan, biaya birokrasi KUA sampai tip untuk penghulu.

Sebenarnya nikah itu murah, budaya gengsinya yang mahal.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya