Konsep resepsi pernikahan di Indonesia lazimnya adalah datang-salaman-makan-pulang. Pengantin ‘dipajang’ di pelaminan selama kurang lebih 2 jam dengan diapit dua pasang orang tua di sisi kanan dan kiri. Tamu yang datang akan langsung menuju pelaminan, bersalaman (beberapa ada yang foto bersama sampai selfie), kemudian turun untuk menikmati hidangan, setelah kenyang lalu pulang.

Selalu begitu. Bahkan, saking banyaknya tamu yang diundang, ada yang harus rela antri hanya untuk bersalaman dengan kedua mempelai. Tak ada yang salah dengan itu semua. Namun, bagaimana jika kita mencoba konsep baru? Bukan untuk merusak tradisi, tapi lebih kepada efisien waktu, tempat serta keintiman antara yang punya acara, dalam hal ini pengantin dan orang tua, terhadap tamu undangan yang hadir.

Mingle (dibaca: minggel) memiliki arti berbaur. Resepsi pernikahan dengan konsep ini adalah yang dilakukan pada hampir setiap pernikahan orang barat. Bukan berarti ingin kebarat-baratan, tapi ternyata konsep ini punya beberapa keuntungan, lho. Nggak percaya? Nih, Hipwee Wedding beri tahu, ya!

1. Anti bosan karena nggak cuma bisa duduk di pelaminan saja

Cuma di pelaminan via fncweddingorganizer.wordpress.com

Memang sudah mengakar dan jadi tradisi, duduk di pelaminan sambil menunggu tamu yang datang adalah yang biasa kita lihat saat pergi kondangan. Dengan mengusung konsep mingle pada resepsi pernikahan, kamu bakal jauh dari rasa bosan karena nggak cuma bisa duduk di pelaminan saja, tapi bisa keliling ke penjuru venue sembari beramah-tamah dengan undangan yang hadir.

2. Pengantin dan orangtua sama-sama bisa menikmati hidangan yang ada

Advertisement

Sama-sama menikmati hidangan via www.weddingku.com

Biasanya, yang punya acara alias pengantin dan juga orang tua malah tidak bisa menikmati hidangan yang disajikan karena sudah keburu habis oleh undangan. Kalaupun sudah disediakan pihak katering di meja VVIP, rasanya sudah tak nikmat karena menyantapnya di akhir acara saat tamu-tamu tak lagi ada di tempat dan para vendor memberesi dekorasinya. Dengan konsep mingle, kamu akan leluasa untuk mencoba menikmati semua hidangan yang tersedia, bahkan sambil bercanda ria dengan teman dan kerabat yang datang. Seru sekali, bukan?

3. Lebih intim dengan tamu undangan yang hadir

Intim dengan tamu via thebridedept.com

Berbaur dengan tamu undangan tentu tujuan utamanya adalah agar lebih dekat dan lebih akrab. Tak hanya sekadar salaman kemudian sudah, namun mingle membuat pengantin bisa punya waktu yang lebih leluasa untuk say hi, mengobrol barang sebentar dan tentunya berterimakasih karena sudah menyempatkan hadir. Selain itu, momen mingle ini juga dijadikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu atas doa restu yang telah diberikan. Peribahasa ‘tamu adalah raja’ berlaku kali ini.

4. Hemat karena tidak perlu banyak biaya untuk dekorasi pelaminan

Tak perlu pelaminan via thebridedept.com

Pada dasarnya, konsep mingle yang dilakukan di Indonesia ada 2 jenis. Yang pertama setengah mingle, di mana pada satu jam awal, pengantin dan orang tua berada di pelaminan dengan menerima tamu secara salaman, sedang 1 jam terakhir pengantin turun dari pelaminan untuk berbaur bersama tamu.

Yang kedua adalah full mingle. Dimana sejak dimulai, pengantin sudah langsung berbaur dengan undangan yang hadir. Konsep ini akan menghemat biaya karena tidak perlu membayar dekorasi untuk pelaminan. Seperti yang dilakukan Tyas Mirasih yang baru saja menikah akhir pekan lalu. Serunya, kita jadi bisa berfoto di semua sudut lokasi pernikahan.

Foto bisa dimana saja via www.instagram.com

Namun untuk mengambil konsep ini, kamu perlu memperhatikan venue dan juga jumlah undangan yang akan hadir. Karena idealnya, konsep mingle cocoknya diterapkan pada resepsi pernikahan dengan tamu undangan maksimal sekitar 500-an orang dengan lokasi pernikahan yang memungkinkan dilakukannya konsep mingle seperti restoran atau outdoor.

Gimana, berniat mencoba?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya