Jika berbicara soal pernikahan, rasanya hampir semua orang ingin untuk segera melakukannya. Ya, bagaimana tidak ingin segera jika dengan menikah sebagian dari ibadah terlengkapi sudah. Selain itu, saat sudah menikah tak ada lagi keresahan untuk hidup sendiri sebab sudah ada yang selalu siap menemani.

Bisa jadi, mendengar kata pernikahan diucapkan membuat anganmu melayang pada seseorang yang kamu sayang. Mungkin bagi kamu yang punya pasangan tanpa perbedaan agama dambaan pernikahan akan begitu membahagiakan. Tapi, apa akan sama rasanya dengan dia yang ada dalam jalinan beda agama?

Khusus untuk kalian yang memiliki perbedaan, coba pikirkan lagi hal-hal di bawah ini demi masa depan yang lebih mumpuni.

Nggak cuma sekadar karena cintamu padanya, pikirkan juga restu yang perlu kamu kantongi dari orangtua

restu orangtua adalah segalanya πŸ™‚ via 1080plus.com

Kalau masih ada di tahap pacaran, boleh jadi kamu dan dia hanya mengedepankan perkara cinta saja. Tapi, semua akan berbeda ketika kalian memasuki tahap yang lebih serius, yakni pernikahan. Rasanya cinta bukan lagi satu-satunya hal yang perlu dimiliki. Kamu dan dia butuh bekal masa depan demi kebaikan rumah tangga yang dibina.

Advertisement

Bekal pun nggak sebatas pada kemapanan yang kalian miliki, satu bekal yang tak boleh sampai luput adalah restu dari orangtua. Biar bagaimanapun kondisinya itulah bekal yang wajib kamu genggam. Pahamilah jika tanpa restu mereka, hidupmu akan berbeda. Jadi, apa orangtuamu akan memberikan restumu untuk menikah dengannya yang berbeda agama?

Kamu juga perlu tahu jika prosedur pernikahan beda agama yang susah akan begitu merepotkanmu

prosedurnya repot! via thebridedept.com

Berbeda dengan pernikahan biasa, prosedur untuk menikah dengannya yang berbeda agama itu nyatanya jauh lebih merepotkan. Hal itu dikarenakan banyak KUA atau catatan sipil yang enggan memberikan surat pengantar untuk menikahkan pasangan beda agama. Alasannya karena pernikahan tersebut dilarang oleh agama. Oleh karena itu, akan menjadi sebuah hal yang menyulitkan dirimu sendiri ketika kamu dan dia yang berbeda agama memutuskan untuk segera menikah.

Bisa beribadah bersama-sama juga menjadi sebuah hal yang istimewa untuk dilakukan

β€˜kan kalau ibadah sama-sama, beda rasanya. :)) via www.cloob.com

Momen yang begitu istimewa setelah menikah adalah ketika suami dan istri bisa melakukan ibadah secara bersama-sama. Entah sholat berjamaah, pergi berdampingan ke gereja, atau yang lainnya. Dengan begitu sebagian ibadahmu yang sudah lengkap karena menikah akan semakin sempurna. Kemudian, jika pada akhirnya kamu menikah dengannya yang berbeda agama, apa kelak kamu akan bisa melakukan ibadah secara bersama-sama?

Memikirkan tumbuh kembang anak untuk memilih perbedaan yang dianut orangtuanya juga perlu dipertimbangkan

si kecil juga perlu diperhatikan. via weheartit.com

Usai menikah, maka peranmu tak berhenti sebatas menjadi istri. Peran ibu juga kemudian akan kamu sandang saat buah cintamu dan dia sudah dititipkan. Kamu harus paham jika tumbuh kembang buah hatimu perlu begitu dipertimbangkan dalam keadaan orangtuanya yang memiliki perbedaan. Bukan hal yang tidak mungkin terjadi jika si kecil akan merasa bingung untuk mencontoh siapa. Kalau sudah begitu, psikologis anakmu kelak juga bisa jadi hal yang harus begitu kamu pikirkan.

Mendidik anak dalam perbedaan juga bukan hal mudah. Kamu dan dia yakin siapkah?

πŸ™‚ via vk.com

Mendidik anak tak pernah jadi hal yang sederhana untuk dilakukan. Kamu sebagai orangtua adalah guru pertama bagi hidupnya. Jika kamu dan pasangan ada di dalam kondisi yang berbeda, rasanya itu akan membuat kondisi menjadi semakin tidak mudah.

Ada banyak hal yang yang perlu kamu siapkan dengan baik, termasuk menuntun anak-anak pada pilihan agama yang akan dianutnya. Untuk yang satu ini, kesepakatan di antara kalian adalah utama. Tapi, namanya juga manusia, kesepakatan bisa berubah kapan saja.

Merayakan hari raya bersama-sama keluarga akan jadi momen bahagia. Ya, kalau kamu dan dia berbeda rasanya akan berbeda

Setiap agama memiliki hari raya masing-masing. Di mana tiap agama memiliki perayaannya sendiri-sendiri. Namun, ada satu kesamaan untuk menyambut hari raya, yakni hari tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya keluarga. Bagi kamu yang sudah menikah pasti akan merasakan betul bagaimana nikmatnya menyambut hari kemenangan bersama dengan keluarga baru.

Namun, jika kamu memiliki pasangan yang berbeda agama, apa rasanya akan sama? Yakin, kamu akan sama bahagianya? Bisa jadi rasanya akan berbeda sebab kamu dan dia tidak bisa menikmati dan merayakannya bersama-sama. Jadi, apa kamu masih mau melanjutkannya dengan dia yang berbeda?

Pandangan teman-teman dan orang lain juga bisa jadi hal yang kamu pikirkan. Sebab, bisa jadi itu membuatmu merasa tidak nyaman

karena pandangan orang lain jauh lebih tajam. via www.aktual.com

Tidak bisa dipungkiri jika pandangan teman dan orang lain menjadi sesuatu yang secara tak sadar berpengaruh pada hidup sebagian orang. Sebab pada dasarnya orang lain pun tidak akan berhenti mengomentari serba-serbi kehidupan yang menurut mereka tak biasa dilakukan. Hal itu pun kemudian bisa jadi sebuah hal yang membuatmu merasa tidak nyaman. Bukan berarti kamu harus menuruti semua apa yang dikatakan mereka, setidaknya kamu hanya perlu memikirkan bagaimana pikiran dan pandangan yang lainnya terhadapmu.

Bukan berharap hal yang buruk, tapi jika di tengah-tengah jalan ada kendala maka kamu dan dia akan jauh lebih repot dibuatnya

kalau ada apa-apa, lhooo~ via www.indonesianfilmcenter.com

Namanya juga kehidupan, tak semua hal yang diinginkan bisa kita dapatkan sesuai harapan, termasuk dalam pernikahan. Semuanya pasti mengharapkan hal terbaik dan bahagia dalam kehidupan rumah tangga. Tapi, seperti hal lainnya yang tak pernah tahu akan ada apa di masa depan.

Ketika sesuatu hal buruk terjadi di antara pernikahanmu yang berbeda agama, kamu dan pasangan akan dibuatnya jauh lebih repot lantaran prosedur yang berlaku. Belum lagi kamu bisa mendapatkan beberapa hal yang kurang menyenangkan dari orang lain yang sedari awal tak menyetujui, jelas itu akan membuatmu semakin merasa kesusahan.
Itulah beberapa hal yang perlu kamu pikirkan lebih jauh lagi sebelum memutuskan untuk menikah dengannya yang berbeda agama. Kamu perlu ingat jika dalam pernikahan tak hanya ada kamu dan dia di dalamnya, secara tak langsung ada keluarga yang berharap kamu mendapatkan pendamping hidup terbaik. Jadi, pikirkanlah dua kali sebelum akhirnya kamu menyesal di kemudian hari.