Menjadi calon pengantin dalam sekejap mampu mengubah hidup 180 derajat. Hari-hari kami langsung disibukkan dengan beragam aktivitas mempersiapkan pernikahan. Meski pernikahan masih 6 sampai 8 bulan lagi, tapi memang sudah dari jauh-jauh hari menyicilnya. Hal tersebut supaya ketika mendekati hari H, segalanya yang diperlukan sudah ada dengan baik.

Namun dalam mempersiapkannya, ada aja hambatan dan hal-hal yang membuat kami jenggah. Beragam ucapan telah kami dengar, sejak dari pengumuman akan menikah hingga proses mempersiapkannya. Kami ini manusia biasa yang tak pernah lepas dari rasa penat dan lelah, jadi mohon jangan kalian tambahkan. 8 ucapan berikut ini adalah contoh yang dapat kalian ketahui, agar tak membuat kami semakin lelah menuju hari pernikahan.

  1. “Serius mau nikah? Emang lo udah siap segalanya?” Paham sih kalian kaget, tapi gak gini juga diungkapkannya.

yakin mau nikah? via www.mirror.co.uk

Sebagai kerabat, kabar bahagia seperti akan menikah tentu ingin kami bagi. Kami pun memilih momen yang tepat untuk mengabari dan tak sabar juga melihat respon kalian. Sayangnya apa yang kami harapkan ternyata tak sama dengan kenyataan. Kami paham bahwa kalian cukup kaget mendengarnya, apalagi kalau kedekatan kami belum lama. Bukannya mendapat dukungan dan doa, tapi yang kami dengar yaitu keheranan dirimu. Rasa heran ini seperti keraguan dalam kemampuan kami menuju hidup berumah tangga.

Advertisement

Keberanian kami untuk menikah bukan hanya keberanian tanpa omong kosong. Namun, telah ada persiapan dan perhitungan yang matang dari diri kami masing-masing. Kami tahu bahwa hidup berumah tangga dipenuhi dengan lika-liku kehidupan. Lalu, kenapa kalian tak menyemangati kami – yang sebaliknya menurunkan kepercayaan diri ini?

2. “Terus persiapan pernikahan nanti gimana?” Pertanyaanmu terlalu luas, yang ada kami capek sendiri menjawabnya. Tolong lebih spesifik ya.

kalem aja nanyanya ;)) via nubride.com

Kami tentu senang saat ditanya tentang kabar persiapan pernikahan. Tapi karena hal-hal pra-menikah itu luas sekali dan banyak macamnya, tentu kami kerepotan menjawabnya. Oleh karena itu, bisa nggak kalau kalian spesifikan lagi pertanyaannya? Misalnya tentang catering atau venue-nya gitu. Yah kan kami tentu jadi lebih mudah menjawabnya.

3. “Kenapa gak tema internasional aja yang modern sedikit, biar lebih kekinian.” Kan yang mau menikah itu kami, impian kami ya pernikahan seperti itu ;)))

kami ingin yang seperti ini 😉 via thebridedept.com

Tema bisa dibilang menjadi salah satu hal penting dalam pernikahan karena akan merepresentasikan momen besar kami tersebut seutuhnya. Pernikahan pun merupakan momen yang sangat diharapkan terjadi sekali seumur hidup, oleh karenanya kami memperhatikan setiap detail persiapan.

Makanya, pemilihan tema tentu sudah kami pikirkan dengan matang. Masukan dari kedua keluarga pun kami dengar dan disesuaikan dengan keinginan kami. Ya itu semua kembali lagi karena ini merupakan pernikahan kami, tentu kami yang memegang kendali. Sebelumnya terima kasih atas ucapannya, mungkin jika diutarakan lebih halus kami dapat menerimanya. 😉

4. “Gak kemahalan? Ada tahu vendor yang lebih murah.” Kalau kami sudah cocok dengan vendor tersebut, lalu kenapa?

ini vendor favorit kamii via www.brides.com

Dalam mempersiapkan pernikahan, kami pun sudah jauh-jauh hari memikirkan tentang vendor. Bahkan sebelum memutuskan secara pasti akan menikah, kami sering mengumpulkan brosur-brosur vendor saat datang ke kondangan. Kami pun mencari tahu juga melalui internet, agar referensinya semakin banyak.

Saat memutuskan untuk menjatuhkan pilihan pada suatu vendor, tentu kami tak sembarang memilih. Apalagi dengan budget yang kami miliki dan sudah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, perhitungan kami pun sudah tepat. Dengan pelayanan dan apa aja yang telah kami dapat, menurut kami itu semua worth it dengan harganya. Masih ada memang vendor yang harganya lebih terjangkau, namun konsep pernikahan kami tak dapat diwujudkan oleh mereka. 😉

5. “Belum selesai juga cari bahannya?” Yah namanya juga menemani calon pengantin, harap bersabar aja menunggunya ya. Mencari keperluan pernikahan kan gak mudah 😉

hehe sabar ya via www.pleated-jeans.com

Kalau kami memilih kalian sebagai orang yang menemani mencari berbagai perlengkapan pernikahan, tentu sudah tahu konsekuensinya dong. Yup, mencari berbagai keperluan menikah itu akan memakan waktu banyak. Karena nggak cuma mencari satu jenis barang, tapi memilih barang-barangnya pun bisa bikin rasa lelah cepat menghampiri. Oleh karenanya, mohon bersabar ya. Karena ini momen sekali seumur hidup, kami tak ingin salah membeli barang. 😉

6. “Bagus-bagus aja kok.” Pernikahan ini merupakan salah satu momen terbesar dalam hidup, tentu kami lebih senang kalian ikut memeriksanya. Bukan dengan pendapat yang mudah terucap.

lebih baik kalian ikut memeriksanya via www.tabloidbintang.com

Ucapan ini biasanya muncul saat kalian menemani kami berbelanja kebutuhan pernikahan. Kami memilih kalian tak hanya sebagai teman berbelanja, tapi juga pendapat yang akan diutarakan. Karena kami butuh penilaian dari orang lain dan itu jatuh kepada kalian. Oleh karena itu, tolong berikan  penillaian yang sesungguhnya ya. Bisakah tak mengucapkan pendapat ala kadarnya? Mungkin lebih baik kalian coba memeriksa barang pilihan kami tersebut dibanding berkata seperti itu. 😉

7. “Yang itu gak usah deh, simpan buat keperluan lain aja.” Pendapat kalian itu berharga buat kami. Sebelum mengatakan sesungguhnya, kenapa gak coba ditanyakan dulu barang itu akan kami perlukan atau gak?

yang itu gak usah deh via roneyzone.com

Kami paham menemani berbelanja mencari keperluan bukan suatu hal yang menyenangkan. Banyaknya barang yang diperlukan tentu membuat kami bingung dalam menentukannya. Bisa aja barang yang nggak jadi dibeli sebenarnya barang pokok. Makanya, itulah kenapa kami memita kalian untuk menemani.

Selain meminta pendapat, kami juga perlu kalian dalam menentukan barang yang dibeli. Penilaian kalian itu penting dan menjadi tolok ukur kami dalam membeli keperluan. Sebaiknya coba tanyakan dulu ya sebelum melarang barang dibeli, untuk apa gunanya agar kami ingat apa aja kebutuhan yang penting.

8. “Oke bakal gue bantu, tapi gak janji ya cepat selesai.” Karena jadwal kami sangat padat, lebih baik langsung menolak daripada bikin kami stres.

kalau sibuk lebih baik bilang gak bisa 😉 via www.cosmopolitan.com

Kami percaya dengan kalian, oleh karenanya kami sering meminta bantuan. Kalau kalian merasa nggak mampu membantu kami, misalnya punya jadwal cukup padat ya lebih baik bicara aja terus terang. Jangan PHP-kan kami yang sudah cukup pusing dan lelah dengan persiapan lainnya ini.

Bukan hal yang mudah menjadi calon pengantin. Karena tak hanya mempersiapkan lahir dan batin aja, tapi juga kematangan acara sakral ini. Dengan menyatukan dua keluarga besar dan kerabat-kerabat, tentu tak boleh asal mengerjakannya dan butuh bantuan orang terdekat.

Untuk kalian yang pernah atau akan terjun menangani persiapan pernikahan, mohon lakukan dengan sabar dan penuh pengertian ya. Karena inilah rasanya jika menjadi kerabat yang dimintai bantuan, mohon jangan ditambahkan hal-hal yang membuat kami jadi semakin pusing dan lelah. ;D