Midodareni atau malam terakhir sebagai wanita lajang adalah semacam prosesi yang kerap diadakan oleh masyarakat Jawa dalam rangkaian upacara pernikahan. Sang mempelai wanita didandani dengan cantik dan kemudian berdiam diri di kamar pengantin sampai tengah malam. Di malam itu, mempelai wanita dipingit, tidak boleh ketemu mempelai pria dulu, dan hanya boleh dikunjungi oleh tamu wanita saja. Mempelai wanita tersebut nggak boleh tidur terlebih dulu karena konon, di malam itu ada bidadari yang datang untuk mempercantik sang mempelai. Dari kata ‘bidadari’ itulah muncul istilah ‘midodareni’.

Namun di jaman modern ini, midodareni lebih kerap dijadikan upacara non formal saja. Sambil menerima tamu, sambil didandani dengan cantik. Oh iya, desain paes yang akan dipakai di pernikahan keesokan harinya juga sudah mulai dirancang di malam Midodareni ini lho. Sehingga sudah ketahuan sejak malam Midodareni bahwa mau pakai adat mana. Busana untuk malam Midodareni biasanya berbentuk kebaya dengan desain simple. Jangan bayangkan kebaya yang penuh payet layaknya resepsi. Kebaya Midodareni justru lebih menawarkan kesederhanaan layaknya seorang putri yang hendak mengakhiri masa lajangnya.

Hipwee Wedding khusus sediakan untukmu, calon Ratu Sehari, tentang berbagai macam inspirasi kebaya simpel nan sederhana untuk acara Midodareni kamu. Yuk simak.

1. Kebaya gold lengan 3/4 dengan detail bebungaan di bagian leher dan torso tentu menawarkan sisi sederhana seorang putri yang terpinang di malam Midodareni.

Kebaya gold via www.studiopelangi.net

Kebaya berwarna gold yang berpotongan blouse ini cocok dipakai di malam Midodareni, karena sifatnya yang simpel tanpa banyak aksen. Ingat, tidak perlu kebaya yang super mewah untuk acara malam terakhirmu sebagai lajang. Padukan dengan kain batik simpel dan perhiasan secukupnya. Oh iya, jangan lupa desain rancangan paes Solo Putri harus sudah terpasang di dahi kamu yang cantik yaa.

2. Kemben berwarna pink hasil dari prosesi siraman, dipadukan dengan kebaya warna baby blue, hmmmm, cantik sekali!

Advertisement

Kemben pink & kebaya baby blue via sanggarkarina.blogspot.co.id

Prosesi Midodareni biasanya adalah terusan dari prosesi siraman yang dilakukan di hari yang sama. Jadi ceritanya, sang mempelai wanita melakukan siraman, setelah itu dibawa ke kamar pengantin untuk dirias dan dikasih rancangan paes untuk acara keesokan harinya. Oleh karena itu, biasanya kebaya Midodareni sama dengan kebaya pasca siraman. Contohnya di gambar ini, si mempelai wanita mengenakan kain cinde berwarna pink dan dipadu dengan kebaya brokat berwarna baby blue. Pink soft dengan blue, oke juga kan?

3. Yang super sederhana semacam kutu baru satin juga tak mengurangi pesonamu di malam Midodareni sedikitpun lho, Girls.

Kutu baru hijau nan anggun via www.bridestory.com.vn

Kebaya kutu baru memang nggak ada matinya. Yang simpel seperti desain di gambar ini pun nggak kalah ciamik. Kamu tinggal menjahitkan kain satin dengan warna favorit kamu untuk dibuat model kebaya kutu baru. Kemudian, taraaa, kesan anggun dan elegan langsung timbul seketika kamu mengenakan kebaya ini. Bahkan, sang model gambar tak perlu mengenakan kalung atau aksesori lain untuk menegaskan pesona keanggunan yang ditimbulkan oleh kebaya ini. Mau coba?

4. Atau mau tiru gaya Nagita Slavina ini? Kebaya brokat dengan akses peplum yang menambah aura feminin kamu.

Nagita Slavina via bajumuslimpengantin.com

Nagita memang pintar memadukan kebaya. Model brokat dengan aksen payet yang tidak terlalu padat tampak terlihat cantik ditambah dengan akses peplum yang menjadikan aura feminin Nagita semakin terlihat. Tubuh curvy pun bukan menjadi masalah dengan model kebaya seperti ini. Yakin tidak terinspirasi?

5. Kebaya pink dengan hiasan aksen payet di kebaya yang tidak terlalu padat juga memancing perhatian tersendiri lho.

Kebaya pink kutu baru via warungklikmg.com

Kebaya pink dengan aksen ini akan menimbulkan kesan kewanitaan yang sempurna. Wanita selalu identik dengan warna pink. Tidak ada salahnya membawa warna pink ke dalam acara penting kamu. Aksen bunga mawar dengan warna senada juga dapat kamu usulkan untuk menghiasi sanggul kamu yang anggun itu. Sang putri yang cantiknya bak bidadari kini siap untuk menerima tamu!

6. Warna alam juga tak pernah gagal mencuri perhatian berpasang mata yang memandang ke arahmu, calon ratu sehari itu.

Warna tanah tak pernah salah via www.slideshare.net

Mengusung warna alami seperti warna tanah dan salem adalah pilihan yang tidak pernah salah. Aura kamu sebagai calon pengantin akan muncul seketika mengenakan busana yang akrab dengan alam. Seperti contoh pada kebaya ini, dia mengambil kesan warna salem dengan detail payet yang tidak terlampau ramai. Konsep kesederhanaan yang bersatu dalam paduan kebaya yang apik dan anggun.

7. Warna biru sebagai bahan kebaya brokat dan kalung yang manis adalah paduan menawan untukmu calon yang hatinya tertawan.

Kebaya biru & kalung cantik via www.slideshare.net

Kebaya biru dengan aksen payet yang simpel, dipadu dengan kain tradisional dan kalung yang cantik tentu menjadi paduan yang sempurna untuk malam hari bahagiamu. Menyapa tamu dengan penampilan seperti ini pastilah takkan membuat hati manapun lupa dengan keanggunan yang kamu pancarkan. Ditambah lagi dengan hiasan paes yang menambah aura kamu.

8. Last but not least, kebaya berwarna hijau mint ini akan membawakan nuansa segar untuk harimu yang membahagiakan.

Kebaya mint via instaliga.com

Kebaya berwarna hijau mint adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin membawa aura kesegaran ke dalam acaramu. Padukan dengan kain tradisional yang tidak terlalu ramai. Tambahkan pula beberapa aksesoris penunjang seperti kalung dan cincin yang simpel. Dijamin penampilan kamu akan semakin segar. Siapa sih yang tak senang melihat sang calon pengantin terlihat segar dan bahagia? Ditambah lagi dengan warna mint yang ngebikin tamu jadi pengen punya baju dengan warna sama. Hehehe.

Nah berbagai macam kebaya untuk Midodareni yang simpel dan tak berlebihan memang menjadi pilihan yang cocok untuk acara pra-resepsi kamu. Sudah siap menjadi bidadari semalam?