Ismayanti Sulistiani

Love to talk about everything, and mostly nobody would listen. So yeah that is the reason why i write.
ismaism.blogspot.com
Urut berdasarkan

Perkara Semur Jengkol

Kalau kamu tidak suka semur jengkol, lebih baik kamu baca dulu penjelasan dari saya. Awas, jangan sampai tergoda.

Mungkin Kamu yang Seharusnya Move On

Kamu tau dulu dalam hidup saya banyak sekali ruang ruang yang hanya diisi oleh kamu, semuanya selalu saja tentang kamu. Kamu dulu punya banyak sekali cerita yang rasanya tidak pernah puas saya ceritakan berulang-ulang pada diri saya. Mungkin kamu dulu juga tau sedikit dari perasaan saya kepada kamu.Tapi itu kan lampau, masa mau diingat terus.Sekarang […]

Ketika Hari Ini Datang

Jauh sebelum hari ini datang, aku telah memikirkannya. Sangat jauh sebelumnya, kukira aku akan mati kemudian hidup lagi membacanya kemudian mati lagi, seterusnya begitu.Kupikir aku akan menangis meraung-raung kemudian menegar-negarkan diri sendiri dan menangis lagi, sepuas puasnya. Kupikir aku akan merobek diriku menjadi tiga bagian, kemudian ditiap bagiannya akan terobek menjadi lima bagian, dan bagian […]

Mari Doakan Mereka Selalu Berbahagia

Hari ini kita buat alasan apa lagi ya? Hari ini kita berjanji untuk pergi, tidak jauh hanya ke acara pernikahan teman kita sore ini, kegiatan yang menjadi rutin hampir setiap akhir minggu. Sejak seminggu sebelum hari ini aku sudah sibuk memikirkan alasan apa yang harus aku buat. Kadang aku harus meringis ngeri membayangkan pertanyaan-pertanyaan yang […]

Kepada Kamu yang Tak Ingin Menyerah

Kepada kamu yang tak ingin menyerah, Tulisan ini untuk kamu.Kamu tidak usah berpura-pura baik. Saya tahu apa yang kamu inginkan. Dari awal saya sudah tahu. Saya dan kamu, kita tidak berbagi cinta yang sama. Mohon kamu garis bawahi pernyataan saya. Seberapa besarpun kamu menginginkannya, dia saat ini menjalani komitmen dengan saya. Bukan saya yang merebutnya. […]

Mari Duduk dan Berbicara Tentang Mempertahankan

Pertama kali saya dengar istilah pejuang restu adalah dari seorang selebtwit yang saat itu sedang menjalani hubungan “tanpa” restu dari orang tua. Mungkin terlalu kasar kalau saya sebut tanpa, untuk membesar-besarkan hati kita mari kita sebut saja dengan belum. Belum direstui orang tua.Mari duduk kawan, dan akan saya ceritakan sedikit tentang mempertahankan.Saya menjalani hubungan ini […]