Testing ukuran image w640 h:x ( sesuai ratio)

“Aku enggak mau kehilangan teman perempuanku.”

Advertisement

“Kamu jatuh cinta, Boy, sama teman perempuan kamu itu,” Puthut mulai gemas, “Kamu takut kehilangan, tapi kamu menyiksa diri, Boy!” ada jeda sejenak, “Aku tahu kamu introvert, tapi, uh! Untuk urusan yang satu ini, beranilah!”

“Sudahlah, Puthut, aku keluar dari obrolan ini.”

Berbekal jawaban itu, Aziel ke luar dari kelas kosong mereka. Dia tahu dan bisa merasakan, kalau Puthut tidak mengikutinya. Tetapi dia tetap melangkah tergesa-gesa. Sehingga dia pun tidak tahu, kalau Puthut sedang bergeleng-geleng sambil terkekeh-kekeh mencibirnya.

Advertisement

“Halah bilang enggak mau kehilangan teman perempuanmu, eh! sekarang hampir kehilangan teman laki-lakimu ini, Boy.”

~

Aziel memilih koridor yang lebih sepi. Dengan demikian, dia tidak perlu menjawab sapaan para mahasiswa lain yang kebetulan mengenalinya. Di dalam pikirannya, seperti biasa, seumpama sedang ada orkes saja.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Peace, stay rock 'n roll

CLOSE