Sebelumnya, Hipwee pernah mengulas tentang 12 pasar unik dari berbagai daerah di Indonesia dan 12 surga wisata belanja di Yogyakarta. Di dalamnya terdapat ulasan sekilas mengenai pasar tradisional yang cukup fenomenal di Yogyakarta, yaitu Pasar Klithikan. Pasar yang terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto No. 34, Kuncen, Yogyakarta ini memang pasar yang sangat unik, karena itulah saat kamu bertandang ke kota istimewa ini jangan ragu untuk menyempatkan blusukan ke Pasar Klithikan.

Di sini saya mencoba menjabarkan komoditas apa saja yang dijual di salah satu pasar yang cukup sohor di kalangan masyarakat dan mahasiswa Jogja. Pasar ini kerap disebut sebagai pasar “maling” oleh mereka-mereka yang mengalami musibah kehilangan helm. Nah, berikut adalah alasan-alasan kuat kenapa kamu harus mengunjungi pasar serba ada yang disebut juga sebagai Pasar Klithikan ini!

1. Ingin tetap tampil kece dan modis tapi nggak mau keluar duit banyak? Gak usah bimbang, karena di sini ada banyak awul-awul

Suasana kios pakaian bekas awul-awul via www.hai-online.com

Meski kantungmu tipis, bukan berarti tak ada jalan keluar buatmu untuk bisa tampil kece dan modis. Awul-awul adalah jawaban dari surga buat kamu yang suka berburu baju-baju keren dengan harga miring dan gak bikin kantong kering. Di Pasar Klithikan kamu juga bisa menemukan spot-spot para pedagang awul-awul yang punya segudang baju bekas impor ini.

Meski beberapa waktu lalu Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, menginstruksikan kepada masyarakat agar tidak membeli pakaian impor bekas karena disinyalir terdapat banyak bakteri dan virus yang melekat pekat, namu hal tersebut tidak mengurangi animo masyarakat terhadap awul-awul ini.

2. Walau dulu dilarang keras diperjualbelikan, kamu bisa menemukan banyak novel-novel stensilan yang dijual bebas di pasar ini

Advertisement

Buku-buku stensilan (dok. pribadi) via Hipwee.com

Pasar Klithikan ini memang pasar yang serba ada. Jangan kaget dan heran jika kamu menemukan barang-barang lawas yang dulunya dijual secara sembunyi-sembunyi sekarang bisa kamu temui dengan mudahnya. Salah satunya adalah novel-novel stensilan.

Karya-karya stensilan ini dijual secara bebas di pasar klithikan. Barangkali di antara kamu ada yang berminat untuk membelinya sebagai koleksi pribadi maupun bahan skripsi, cari saja di Pasar Klithikan.

3. Hewan-hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan seperti hamster juga bisa kamu dapatkan di sini

Hamster-hamster lucu (dok. pribadi) via Hipwee.com

Nggak cuma benda-benda mati lho yang diperjualbelikan. Di Pasar Klithikan kamu juga bisa menemui pedagang-pedagang yang menjual hamster yang lucu-lucu. Bagi kamu yang belum memiliki seseorang yang lucu nan menggemaskan untuk dibelai, hewan yang sekilas nampak seperti kerabat tikus ini, tentu bisa jadi pilihan yang tepat untuk dijadikan teman hidup di kostan, hehehe.

4. Tempat dan namanya memang “Jowo” banget, tapi para pedagangnya berasal dari berbagai daerah di tanah air

Pedagang Kalimantan di Pasar Klithikan (dok. pribadi) via Hipwee.com

Ternyata yang berjualan di Pasar Klithikan di daerah Sleman ini tak melulu berasal dari Jawa. Di beberapa booth, nampak juga orang Papua yang menjajakan obat tradisonal semacam sarang semut, dan ada juga suku Dayak seperti ilustrasi di atas, yang menjual minyak urut khas masyarakat pedalaman Borneo. Lengkap dengan atribut khas suku Dayak, bapak ini dengan lantang menjajakan ramuan tradisional dan beberapa jimat kepada orang Jawa yang konon nggumunan dan wedinan.

5. Cuma di sini kamu bisa beli berbagai macam ‘merek’ mobil dan motor sebanyak-banyaknya dengan harga yang enteng di kantong

Bernagai macam merek kendaran (dok. pribadi)

Di pasar yang hanya beraktivitas di hari Pahing ini, kamu juga bisa membeli beragam jenis “merek” kendaraan mulai dari roda dua, empat, enam, tanpa harus takut akan membuatmu miskin dan diteriaki dengan umpatan “anak haram jadah” oleh orangtuamu, hehehe.

Tapi jangan harap kamu bisa membawa pulang mobil atau motornya ya, karena yang dimaksud adalah benar-benar merek dari berbagai jenis mobil atau motor. Jika kamu adalah penggemar otomotif, di sini kamu bisa berburu bermacam-macam perintilan motor dan mobil mulai dari aksesoris hingga onderdilnya.

6. Perkakas-perkakas serba guna yang bisa membuat mahasiswa Teknik terlihat seperti MacGyver

Radio, obeng, dan beberapa kompartemen yang membentuk lapak (dok. pribadi) via Hipwee.com

Pasar Klithikan juga bisa jadi surga bagi anak-anak Teknik, lho. Di sini tersedia banyak perkakas yang dibutuhkan oleh para mahasiswa Teknik. Meskipun benda-benda ini sudah berstatus tangan kedua, tetapi memperoleh alat-alat penting dengan harga miring bisa membuatmu bahagia ‘kan? Hobi ngoprek pun kian mengasyikkan!

7. Penganan ekstrim yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit yang akan membuat bergisik

Aksi Kang Mase yang mendebarkan menjijikan (dok. pribadi) via Hipwee.com

Di pasar yang cenderung tidak memiliki idealisme ini, kamu bisa melihat-lihat hewan ternak sembari menyaksikan aksi Kang Mase yang piawai mengeluarkan darah dari ular kobra. Orang yang memesan “penganan” ini, biasanya memiliki penyakit kulit menahun.

Konon darah ular kobra yang diteguk bersama dengan empedunya bisa mengobati luka di hati beragam jenis penyakit kulit. Tidak percaya? Silakan berpenyakit kulit terlebih dahulu kalau begitu. :p

8. Kendaraan berat bekas yang tak ada satupun orang tahu apakah itu dijual, dihibahkan, atau hanya parkir

Lapak paralon dan buldoser yang nampak ditinggal penjualnya (dok. pribadi) via Hipwee.com

Ada juga kendaraan berat yang mangkrak di salah satu lapak di pasar yang benar-benar antik ini. Tetapi, masih menjadi misteri hingga saat ini, apakah kendaraan-kendaraan berat tersebut juga diobral selayaknya mur dan obeng? Entahlah, mungkin hanya Tuhan dan bapak penjual itu yang tahu.

Jadi bagaimana? Apakah kamu bisa menerima alasan-alasan tersebut sebagai alasan untuk menyusuri Pasar Klithikan yang biasa digelar Pahing pagi ini? Masih ada banyak sekali barang-barang antik dan unik lainnya yang sayang jika tidak kamu eksplor sendiri. Saat ke Jogja lagi, sempat tak sempat, kamu harus datang ke pasar ini! 🙂

Kredit gambar andalan: www.laughonthefloor.com