Kadangkala, kegagalan kita anggap sebagai suatu kemunduran yang membuat kita terjatuh hingga malas untuk melakukan suatu hal. Tetapi jika kita mampu berpikir positif, kegagalan ini bisa kita jadikan teman hidup yang baik kok. Ketika kita melakukan hal yang salah, mungkin saja kegagalan tersebut adalah bentuk bahwa apa yang telah kita lakukan itu belum dilakukan secara optimal. Seperti halnya teman yang menegur kita ketika kita salah bertindak bukan?

Nah, dari sebuah kegagalan ini pula kita bisa introspeksi diri dan mendapatkan pengalaman yang berharga. Sama halnya jika kamu pernah mengalami kegagalan dalam SNMPTN, jangan berkecil hati dulu. Kecewa itu wajar, tapi kamu tetap harus harus bisa move on dan harus mempersiapkan lebih banyak usaha dan waktu supaya bisa bersaing dengan ratusan ribu orang di kesempatan berikutnya.

Move on dari sebuah kegagalan memang tidak mudah, tapi percayalah kamu akan menemukan cara yang terbaik. Dan selama kamu menunda kuliah, ada banyak lho cara alternatif agar bisa move on. Bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tapi kamu juga akan mendapatkan banyak manfaat selama menunda kuliah. Apa saja sih yang bisa kalian lakukan selama menunda kuliah? Yuk simak tips-tips berikut ini:

1. Bekerja Adalah Cara Menunda Kuliah yang Sangat Bijak dan Bisa Menjadikanmu Lebih Dewasa

Bekerja dan kumpulkan uang untuk biaya kuliah nanti

Terkadang orang berpendapat bahwa jika kita terjun di dunia kerja maka kita akan terlena dan malas untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi jika kita diiming-imingi dengan gaji yang besarnya menggiurkan dan jenjang karirnya jelas dan menjanjikan. Nah, kalau seperti itu tawarannya apakah kamu masih mau lanjutin kuliah?

Advertisement

Hey, tunggu dulu! Dunia kerja itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ketika kita bekerja, kita akan dihadapkan dengan tekanan mental yang hebat karena kita harus bisa memenuhi target-target perkerjaan. Apalagi kalau si bos kita ini pemikiranya “result oriented” ketimbang “process oriented”. Duh, kalau udah begitu rasanya ingin cepat-cepat resign deh.

Tapi kendala ini pasti akan terlewati jika kamu yang punya mental kuat untuk mengejar impian kuliah di perguruan tinggi. Jika kamu merasa ingin menyerah, cukup tersenyum dan ucapkan dalam hati:

“Aku pasti bisa melewati ini. Setahun atau dua tahun kedepan, setelah hasil tabungan dari gajiku cukup maka aku bisa melanjutkan kuliahku, dan aku gak perlu menyusahkan kedua orangtuaku lagi untuk membiayai kuliahku nanti. Cukup meminta doa yang terbaik dari mereka.”

Selama kamu bekerja, jangan lupa terus mempelajari materi-materi ujian masuk perguruan tinggi. Gak perlu belajar seabrek, sedikit juga tak apa, yang penting melakukanya secara rutin. Kamu masih punya waktu dua kali lagi untuk masuk PTN, atau banyak tahun untuk bisa lanjut kuliah di perguruan tinggi swasta.

2. Belum kuliah bukan berarti kamu tak bisa menapaki kesuksesan di masa depan. Kamu bisa mulai mencicilnya dengan cara berwirausaha

Cicil kesuksesanmu dengan memulai berwirausaha via degpudja.blogspot.com

Menjadi seorang pengusaha itu nggak ada yang namanya batasan umur ataupun persyaratan akademik. Tahu sendiri ‘kan nama-nama seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, Steve Jobs, Amancio Ortega, dan Almarhum Bob Sadino? Ya, itu adalah nama-nama pengusaha sukses yang tidak pernah lulus perguruan tinggi. Namun mereka berhasil mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses karena dedikasi, usaha keras, ketekunan, disiplin dan motivasi yang kuat untuk sukses.

Kalau setelah sekolah nanti ternyata kamu belum diterima nih di perguruan tinggi impianmu, jangan buru-buru mengutuki dirimu sendiri. Kamu masih punya pilihan lain untuk menata masa depanmu, salah satunya bisa mencoba berwirausaha untuk mencari tambahan penghasilan sebagai modal kuliah nanti. Jika kamu belum punya cukup banyak modal, kamu bisa mencoba berbisnis dengan cara dropshipping atau reseller.

Kalau kamu punya keyakinan dengan konsep usahamu, yakinkan saja kedua orang tuamu buat menginvestasikan uangnya kepada kamu. Atau bustlah proposal kepada orang-orang yang kamu yakin memiliki potensi sebagai investor dan yang enak untuk diajak kerjasama. So, kembali lagi kepada niat kamu bukan?

Loh, kalau kita fokus di dunia wirausaha, kita bakal keteteran dong dengan materi ujian masuk perguruan tinggi nantinya? Jangan terlalu khawatir dong. Kembali lagi pada niat dan motivasimu, kenapa dulunya kamu ingin lanjut kuliah? Kalau motivasi dan niatmu kuat, kamu pasti tahu cara mengatur waktu untuk bisnis dan belajar, dan kamu akan tetap bisa mewujudkan impianmu untuk kuliah.

3. Jadi Pengajar Freelance tak hanya memberimu gaji dan pengalaman bekerja, tapi juga networking luas yang bermanfaat untuk masa depanmu

Asah networking dan softskill sebagai Pengajar Freelance via hubscoaching.com

Menjadi pengajar freelance bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang sangat seru. Karena kita akan dihadapi dengan berbagai macam watak anak-anak, apalagi kalau kita di tugaskan untuk membimbing anak-anak ekspatriat yang keseharianya menggunakan bahasa inggris sebagai mother tongue mereka.

Wah, pengalaman ini dapat menjadi kesempatan kamu untuk memperkaya perbendaharaan kata dan memperlancar pengucapan bahasa inggrismu. Ini juga bisa jadi kesempatan untuk menambah koneksi, apalagi kalau orangtua mereka punya jabatan tinggi dan mapan. Siapa tahu mereka melihat potensi kamu dan tiba-tiba ngajak kamu ke dalam projectnya mereka?

Saat ini untuk menjadi pengajar freelance gak susah-susah amat kok. Kamu cukup mencari di internet lowongan pengajar freelance dan kamu akan menemukan seabrek informasi terkait profesi ini. Kamu juga bisa bertanya kepada teman yang sudah terjun langsung sebagai pengajar freelance dan memintanya memberikan networking. Pengajar freelance ini juga tersedia bagi lulusan SMA lho.

Kalau kamu punya kemampuan komunikasi yang baik, terutama lancar berbahasa inggris, itu sudah bisa jadi modal yang cukup. Toh, kamu nantinya hanya membantu mereka untuk mereview pelajaran-pelajaran SD, SMP, atau SMA  mereka. Profesi ini juga masih bisa kamu lanjutkan lho ketika berhasil masuk ke perguruan tinggi impianmu nantinya, karena tidak akan menguras banyak waktu belajar.

4. Leburkan kesedihanmu dan puaskan hasratmu dengan traveling, pilihan yang tepat untuk move on

Puaskan hasratmu selama menunda kuliah dengan hal-hal baru di tempat yang berbeda via mochileros.com.mx

Jika orang tua kamu bisa memberi uang saku lebih kepadamu, mungkin traveling adalah pilihan yang efektif untuk bisa move on dari kegagalan SNMPTN. Kamu bisa mengunjungi negara-negara lain yang juga menyimpan keindah lain yang tak dimiliki oleh Indonesia. Wawasanmu pun akan bertambah dan perjalananmu ini bisa membantumu menemukan jati diri.

Tapi jika memang budget kalian tidak mencukupi untuk keluar negeri, melanglang buana di kota-kota di dalam negeri ini juga sangat menarik kok. Gak Cuma menarik, keanekaragaman budaya dan bahasa membuat kalian tambah cinta pada Indonesia. Selain murah, kamu juga bisa searching gimana caranya jalan-jalan murah mengelilingi Indonesi.

Tak hanya untuk bersenang-senang, tapi kamu juga akan mendapatkan banyak pengalaman istimewa yang belum pernah dirasakan oleh teman-temanmu di bangku perkuliahaan nanti. Pengalaman itu mahal dan berharga banget, dan jati diri seseorang bisa terbentuk oleh banyaknya pengalaman yang mereka lalui.

Nah, kalau misalnya kamu tak punya budget sama sekali, apa kamu masih bisa travelling? Be creative! Banyak lho, lowongan-lowongan kerja yang kerjaanya jalan-jalan terus dibayar pula. Seperti travel writer, atau lebih lengkapnya sahabat hipwee bisa baca di artikel Hipwee yang ini.

Sekali lagi, selama traveling jangan pernah lupa pada impianmu untuk kuliah ya guys. Review saja materi SNMPTN di sela-sela waktu perjalanan biar kamu gak ketinggalan dan kelupaan. Syukur kalau kalian punya banyak waktu untuk belajar.

5. Menuntut ilmu itu tak terbatas ruang dan waktu. Jika kamu mampu, kenapa tidak mencoba menimba ilmu di negeri orang saja?

Hidup itu cuma sekali, keluarlah dan kenali dunia dari sudut pandang yang lebih dekat (dok. pribadi) via Hipwee.com

Jika kamu terlahir dari orang tua yang mapan, kenapa kamu tak mencoba untuk menimba ilmu di luar negeri? Yakinkan kedua orang tua bahwa kamu akan sungguh-sungguh dengan pilihan ini. Tapi, sebelum memilih langkah ini sebaiknya kamu jangan terlalu hitung-hitungan dengan biaya hidup. Karena apabila kamu mengkonversi nilai mata uang di sana dengan rupiah, yang ada malah bikin kamu merasa sedih dan takut sendiri, hehehe…

Saat kamu kuliah di luar negeri, secara otomotatis kamu akan berusaha untuk survive. Kuliah dan tinggal di negara orang akan memberimu banyak pengalaman hidup yang berharga. Kamu bisa melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas dan membuat kita semakin membuka mata dengan wawasan yang lebih luas lagi.

Tapi kalai kamu tidak cukup kuat untuk survive kuliah di luar negeri, tak perlu bersedih karena kamu masih bisa mengulang kuliah di negeri ini. Di perguruan tinggi swasta udah gak kenal yang namanya batasan umur. Siapapun yang mampu, bisa lanjut kuliah. Jika kamu sudah kuliah diluar dan bertitle D1/D2/D3 atau sejenisnya kamu juga bisa transfer kredit semester dengan jurusan yang sama apabila universitas yang kita tuju di Indonesia memiliki regulasi itu.

6. Bergabunglah dengan komunitas adalah cara yang pintar untuk melarikan diri dari rasa kecewa. Kamu bisa menemukan keluarga kedua dan menyalurkan kreativitasmu

Keberadaan mereka seperti keluarga yang mengisi hidup menjadi lebih hidup (dok. pribadi) via Hipwee.com

Selama kamu sibuk belajar dengan persiapan SNMPTN di tahun berikutnya, pilihan bergabung dengan komunitas akan memberikanmu pengalaman yang istimewa. Di dalam komunitas, kamu akan menemukan keluarga kedua di mana satu dengan yang lainnya akan saling support. Tentunya hal ini dapat membuatmu kembali semangat dan bisa mengurangi rasa bosan kamu terhadap aktivitas yang kamu lakukan secara monoton.

Kamu bisa bergabung dengan komunitas-komunitas yang bisa mewadahi kreativitas dan bakatmu dan menyalurkannya ke arah yang positif. Jika kamu pecinta kegiatan outdoor yang melibatkan olah tubuh dan adrenalin, kamu bisa ikut gabung komunitas parkour. Dengan gabung komunitas parkour kamu tak hanya melatih tubuh hingga kuat secara fisik dan mental atau self-awareness ketika melewati suatu rintangan, tapi kamu juga akan bertemu dengan orang-orang dengan berbagai jenis latar belakang.

Dengan mengenal banyak orang, tanpa disadari kita dapat mengasah soft skill seperti public speaking, good attitude, mindset, widing the knowledge, networking. Atau mungkin nantinya kalian juga dapat bertemu dengan teman yang nasibnya sama dengan kamu, kamu bisa saling bertukar pikiran dengan teman-teman yang senasib, sehingga kamu tak lagi merasa menjadi orang yang gagal dan tidak beruntung.

Gagal di SNMPTN tidak akan membuat duniamu berhenti berputar kok. Bangkitlah dan perjuangkan terus impian untuk kuliah di perguruan tinggi pilihanmu di kesempatan berikutnya. Percayalah, menunda kuliah selama satu atau dua tahun dan kemudian akhirnya diterima di jurusan dan kampus impian kita, itu lebih baik daripada diterima di kampus impian tetapi jurusanya tidak sesuai dengan keinginanmu. Karena banyak mahasiswa yang akhirnya berhenti kuliah hanya karena mereka salah jurusan.

Ingat guys, jika kalian istikharah, Allah SWT pasti memberikan jalan terbaik untuk kalian. Teruslah berusaha dan berdoa supaya bisa masuk di perguruan tinggi impian kalian tanpa harus menunda kuliah ya! Semoga bermanfaat.